Kantung Mata, Penyebab dan Penanganannya

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Kantung Mata, Penyebab dan Penanganannya

Adanya kantung mata yang mencolok sehingga membuat pemiliknya terlihat senantiasa lelah tentu merupakan hal yang cukup mengganggu penampilan, terutama bagi para wanita. Tidak hanya kantung mata yang terlihat tebal, area di bawah mata tersebut juga seringkali berwarna kehitaman. Pemulihan kantung mata yang demikian perlu disesuaikan dengan penyebab munculnya kantung mata.

Penyebab kantung mata membengkak dan hitam

Beberapa penyebab kantung mata yang terlihat penuh, membengkak, serta menghitam:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11
  • Adanya alergi, flu, atau infeksi sinus yang membuat jumlah cairan mengumpul di bawah mata. Karena kulit yang tipis di bawah mata, cairan yang keluar dan masuk tubuh juga dapat berpengaruh akan bengkak di bawah mata.
  • Adanya osmosis yang terjadi. Air dalam tubuh selalu menuju dari area yang mengandung sedikit garam ke jaringan yang mengandung banyak garam. Karena itulah, jika makan malam dengan makanan yang banyak mengandung garam atau menangis sebelum tidur, keesokan paginya mata akan membengkak. 
  • Mata yang menghitam dapat disebabkan oleh adanya pigmen alami, terutama pada orang-orang yang berketurunan Asia dan Afrika. 
  • Selain pigmen, faktor usia juga menyebabkan adanya penipisan kulit di bawah mata sehingga memunculkan pembuluh darah yang ada tepat di bawahnya.Usia yang bertambah juga menjadi penyebab adanya ruang kosong di dalam kantung mata saat usia beranjak masuk ke usia 30-an maupun 40-an sehingga mencetak tulang di rongga mata.

Tips untuk mengatasi kantung mata

Beberapa tips untuk mengatasi kantung mata sesuai dengan penyebabnya:

  • Obati alergi dengan obat-obatan tanpa rasa kantuk dan dengan efek berlawanan untuk mengobati alergi. 
  • Ganti posisi tidur. Posisi tidur yang bertopang pada bagian sisi kanan atau kiri tubuh atau tengkurap dapat mempertegas kantung mata karena cairan yang berkumpul di mata. Jika lebih sering tidur bertumpu pada sisi kanan, kantung mata sebelah kanan pun dapat semakin terlihat bengkak dan begitu juga sebaliknya. Atasi dengan tidur telentang menggunakan bantal kepala ekstra. Segera biasakan diri dengan posisi tidur yang tepat karena kantung mata dapat menjadi permanen. 
  • Hindari kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan tanpa sadar seperti menggosok mata, masih memakai makeup saat sedang tidur, serta konsumsi alcohol secara berlebihan dapat membuat cairan di bawah mata semakin banyak. Adanya dehidrasi akibat alkohol juga dapat mengendurkan kulit kantung mata.
  • Memeriksakan diri ke dokter. Jika memang tidak terdapat kondisi alergi atau penyakit flu, bisa jadi yang dialami adalah masalah dengan tiroid hingga penyakit ginjal.
  • Untuk menutupi area hitam di kantung mata dapat digunakan makeup, yaitu dengan mengaplikasikan concealer. 
  • Hindari rokok dan seringlah mengoleskan krim anti matahari di area mata. Adanya kebiasaan merokok dan terpapar sinar ultraviolet akan mengendurkan kolagen dan mempercepat timbulnya kerutan. 
  • Jaga kulit di bawah mata dari dehidrasi dengan memberikan pelembab sebelum tidur.
  • Gunakan krim vitamin A atau retinoic acid atau tretinoin yang diresepkan dokter yang cukup ampuh mengatasi kerutan di bawah mata. 
  • Berikan juga perawatan alami dengan sendok dingin, irisan mentimun, bekas kantung teh yang dikeringkan, hingga plastik berisi makanan beku untuk mata membengkak. Efek dingin cepat mengempiskan bengkak mata. 

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Just M, et al. Effect of smoking on skin elastic fibres: Morphometric and immunohistochemical analysis. British Journal of Dermatology. 2007;156:85.
Vrcek I, et al. Infraorbital dark circles: A review of the pathogenesis, evaluation and treatment. Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery. 2016;9:65.
Patient education: Allergic rhinitis. American Academy of Family Physicians. https://www.clinicalkey.com/#!/content/patient_handout/5-s2.0-pe_AAFP_allergic-rhinitis_en.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app