Kenali Penyebab Jamur Kuku dan Cara Tepat Mengobatinya

Dipublish tanggal: Okt 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Nov 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Kenali Penyebab Jamur Kuku dan Cara Tepat Mengobatinya

Jamur kuku, atau yang dalam bahasa medis disebut Onikomikosis, awalnya akan terlihat seperti titik putih atau kuning di ujung kuku ibu jari atau ujung kuku jari lainnya. Namun jika tak segera ditangani dengan baik, maka infeksi dapat menyebar dan menyebabkan kuku menjadi lebih tebal, berubah warna, serta hancur pada bagian ujungnya. 

Jika Anda berada pada daerah dengan iklim hangat dan lembab, maka jamur kuku sangat rentan menyerang. Jamur kuku juga lebih mudah menyerang orang yang menderita infeksi HIV, kanker, atau diabetes. Ini terjadi karena kekebalan tubuh pada penderita penyakit-penyakit tersebut melemah. Semua bagian kuku, termasuk akar, lempeng dan landasan kuku dapat terinfeksi jamur kuku. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Apa penyebab jamur kuku?

Jamur dermatofit merupakan penyebab jamur kuku yang paling utama. Selain itu, jamur yang dapat menyebabkan onikomikosis adalah Candida alias jamur ragi. Kedua jenis jamur ini sangat mudah berkembang biak pada kuku yang lembab dan hangat. 

Dibandingkan dengan kuku jari tangan, kuku yang berada pada jari kaki lebih mudah terinfeksi. Hai ini karena kulit kaki biasanya cenderung berada dalam kondisi lembab, hangat, dan gelap, misalnya karena tertutup sepatu. Tak hanya itu, masalah aliran darah yang tak lancar juga akan menyebabkan jamur kuku mudah menyerang. 

Onikomikosis lebih mudah menyerang kuku yang memiliki ciri-ciri berikut ini:

  • Mengalami kerusakan, baik pada kuku atau kulit di sekitar kuku
  • Tertutup, atau berada pada lingkungan yang hangat dan lembab
  • Sering memakai sepatu sempit, atau membuat kaki panas berkeringat
  • Memakai handuk bergantian dengan orang lain
  • Menggunakan kuku palsu atau kosmetik kuku secara rutin
  • Melakukan kontak dengan air dalam waktu cukup lama, atau sering mencuci tangan
  • Memiliki kelemahan imun karena penyakit tertentu seperti diabetes atau psoriasis
  • Sering berjalan tanpa menggunakan alas kaki
  • Seorang perokok aktif

Baca Juga: Perhatikan Jenis-Jenis Infeksi Jamur yang Sering Menyerang Orang Dewasa

Cara mengobati jamur kuku

Untuk mengobati penyakit jamur kuku, Anda perlu konsultasi ke dokter. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati jamur kuku, antara lain:

1. Obat antijamur oral

Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk menyembuhkan jamur kuku dengan antijamur oral. Kuku akan tumbuh dalam kondisi baik setelah rentang waktu tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

2. Krim antijamur

Selain antijamur oral, obat jamur kuku juga dapat diberikan melalui krim antijamur. Agar efektif, kuku perlu direndam dan ditipiskan dahulu.

Setelah itu, oleskan krim ke kuku yang terkena jamur kuku. Proses penipisan kuku ini sangat penting agar krim antijamur dapat menembus masuk ke lapisan kuku secara maksimal. Dengan demikian, jamur kuku akan lebih mudah disingkirkan.

Baca Selengkapnya: Obat Jamur Kuku Paling Ampuh Agar Hilang Tuntas

3. Obat dalam bentuk cat kuku

Antijamur berbentuk cat kuku yang juga disebut ciclopirox, dapat digunakan untuk melapisi kuku serta bagian kulit di sekitar kuku yang terkena jamur kuku. Pemakaian pertama membutuhkan waktu 7 hari penuh sebelum kemudian dibersihkan dengan cairan alkohol. 

Setelah itu, oleskan obat antijamur berbentuk cat kuku setiap hari selama setahun. Rentang waktu setahun dibutuhkan untuk mendapatkan kuku yang bebas dari jamur.

4. Operasi pencabutan kuku

Jika penyakit semakin parah hingga rasa sakitnya tak tertahankan, biasanya dokter akan melakukan operasi minor dengan mencabut kuku. Setelah proses selesai, kuku baru akan tumbuh dalam waktu sekitar setahun. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

5. Terapi laser

Meskipun mahal dan masih belum populer, terapi laser diakui ampuh mengatasi jamur kuku.

Jamur kuku memang tak dapat disebut penyakit serius, tapi lamanya waktu penyembuhan tentu menjadi tantangan tersendiri. Butuh waktu minimal 2 bulan, dan setelah sembuh jamur kuku mungkin saja datang kembali. 

Untuk mencegah penyebaran jamur kuku dapat dilakukan dengan cara:

  • Menjaga kuku tangan dan kaki tetap kering
  • Menjaga kebersihan kuku dan tidak memotongnya terlalu pendek
  • Menggunakan kaos kaki kering 
  • Memakai sandal atau sepatu yang tidak sempit, sehingga kulit dan kuku masih bisa ‘bernapas’
  • Tidak berjalan tanpa alas kaki

Terkena penyakit jamur kuku memang sangat menyakitkan. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan kaki agar tidak terinfeksi.

Jika memang telanjur terinfeksi, konsultasikan penyakit jamur kuku Anda dengan dokter, terutama pada dokter spesialis kulit. Dengan begitu, kuku Anda akan mendapatkan penanganan dengan cara yang tepat dan cepat.

Baca Juga: 6 Tanda Penyakit dari Kuku yang Harus Diwaspadai

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
InformedHealth.org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. Nail fungus: Overview. 2015 Jan 14 [Updated 2018 Jun 14]. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279547/)
The 7 Best Toenail Fungus Treatments of 2020. Verywell Health. (Accessed via: https://www.verywellhealth.com/best-toenail-fungus-treatments-4174023)
The best home remedies for toenail fungus. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/322895)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app