Sebabkan Kerusakan Paru-paru dan Ginjal, Apa Itu Hantavirus?

Dipublish tanggal: Nov 19, 2020 Update terakhir: Nov 19, 2020 Waktu baca: 3 menit
Sebabkan Kerusakan Paru-paru dan Ginjal, Apa Itu Hantavirus?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Hantavirus adalah kelompok virus yang terdapat pada air liur, urine, dan kotoran tikus serta hewan pengerat lainnya.
  • Hantavirus hanya bisa menular dari hewan, yaitu hewan pengerat, terutama tikus;
  • Gejala hantavirus meliputi demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, mual dan muntah, sesak napas, detak jantung cepat, gangguan pencernaan;
  • Jika dibiarkan hantavirus dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru (HPS) dan kerusakan ginjal (HFRS);
  • Dalam tahap awal infeksi hantavirus, dokter dapat meresepkan obat antivirus dan pertolongan pertama pada syok;
  • Belum ada vaksin untuk mencegah infeksi hantavirus. Karena itu, pencegahan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah yang dipandang paling efektif;
  • Klik untuk membeli obat antivirus seperti ribavirin untuk perawatan dan antiseptik untuk pencegahan hantavirus;
  • Anda juga dapat memesan jasa penyemprotan disinfektan atau house cleaning dan home care lainnya dengan harga bersahabat dan pelayanan berkualitas melalui HDMall;
  • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Pandemi COVID-19 belum selesai, berita soal virus lain sudah beredar. Namanya hantavirus. Berbeda dengan virus corona yang dapat menular antarmanusia, hantavirus hanya bisa menular dari hewan, yaitu hewan pengerat, terutama tikus.

Jangan panik, tetapi harus waspada. Nah, untuk memahami hantavirus dan penanganannya, simak ulasan berikut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Baca juga:

Apa itu hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus yang terdapat pada air liur, urine, dan kotoran tikus serta hewan pengerat lainnya. Pada umumnya, hantavirus terdapat pada tubuh tikus hutan, peternakan, dan ladang. Meski demikian, bukan berarti virus ini tidak ada dalam tubuh tikus rumah atau gudang.

Pertanyaannya tentu proses penularan virus. Mengapa virus yang ada dalam tubuh tikus ini bisa menginfeksi tubuh manusia?

Oke, jawabannya begini. Seseorang dapat terinfeksi hantavirus jika:

  • Menyentuh atau kontak secara langsung dengan feses, air liur, atau urine dari tikus yang telah terinfeksi hantavirus;
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi hantavirus;
  • Menghirup udara atau debu kotor yang membawa hantavirus;
  • Menyentuh atau menggunakan benda yang telah terpapar hantavirus;
  • Digigit tikus yang terinfeksi hantavirus.

Masalahnya, orang yang terinfeksi hantavirus pada awalnya tidak memperlihatkan gejala. Biasanya, gejala baru muncul dua hingga empat minggu setelah terpapar. Gejala hantavirus meliputi:

  • Demam;
  • Menggigil;
  • Nyeri otot;
  • Sakit kepala;
  • Mual dan muntah;
  • Sesak napas;
  • Detak jantung cepat;
  • Masalah pencernaan.

Baca juga: Ini Dia Daftar Penyakit yang Dibawa Kucing

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Bahaya hantavirus

Penanganan cepat dan tepat adalah kunci pengobatan hantavirus. Jika dibiarkan, infeksi hantavirus dapat menyebabkan komplikasi berupa:

1. Hantavirus pulmonary syndrome (HPS)

Hantavirus berisiko menyebabkan komplikasi berupa kerusakan pada paru-paru yang disebut dengan Hantavirus pulmonary syndrome (HPS). Gejala HPS secara kasatmata menyerupai flu, tetapi bisa memburuk dengan cepat dan menyebabkan gangguan pernapasan berat. Penderita HPS dapat mengalami pembengkakan paru, kekurangan oksigen, dan penurunan tekanan darah secara drastis.

2. Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)

Tak cuma kerusakan pada paru-paru, hantavirus juga bisa bermuara pada gangguan ginjal yang dikenal dengan sebutan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). Penderita HFRS akan merasakan gejala berupa mata merah, muncul ruam pada kulit, penurunan tekanan darah, gangguan fungsi ginjal, dan bahkan gagal ginjal.

Pengobatan dan perawatan hantavirus

HPS dan HFRS sama-sama merupakan kondisi berbahaya dan mengancam jiwa. Penderita infeksi hantavirus biasanya perlu dirawat di ruang perawatan intensif atau ICU, terutama jika sudah menimbulkan gangguan kesehatan yang erat.

Untuk menangani HPS akibat hantavirus, dokter akan memasang alat bantu napas (ventilator) pada pasien. Selain itu, pemberian obat-obatan dan cairan melalui infus juga bakal dilakukan.

Untuk mengobati HFRS, dokter dapat memberikan obat-obatan melalui infus, oksigen, serta cuci darah untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak akibat infeksi hantavirus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Pemberian obat antivirus seperti ribavirin merupakan cara yang dilakukan untuk menangani hantavirus, terutama pada tahap awal. Karena hantavirus berpotensi menimbulkan syok, dokter bisa saja meresepkan obat-obatan untuk menormalkan tekanan darah.

Durasi pemulihan pasien HPS umumnya memerlukan waktu dua sampai tiga minggu, sedangkan durasi pemulihan pasien HFRS lebih bervariasi, mulai dari enam minggu sampai enam bulan.

Baca juga: Penyakit Hewan Ternak yang Ternyata Dapat Menular pada Manusia

Langkah pencegahan hantavirus

Karena hingga saat ini belum ditemukan vaksin hantavirus, upaya pencegahan dinilai sebagai solusi paling efektif. Prinsip utamanya adalah menjaga kebersihan, baik lingkungan maupun diri sendiri. Berangkat dari situ, langkah-langkah pencegahan hantavirus meliputi:

  • Biasakan untuk rajin mencuci tangan dengan air mengalir yang bersih dan sabun;
  • Basmi peredaran tikus yang ada di sekitar rumah dan tempat kerja serta tutup akses tikus untuk bisa masuk ke dalam rumah. Akan jauh lebih baik jika Anda memasang perangkap tikus;
  • Jaga kebersihan bahan makanan dan alat yang digunakan untuk mengolah makanan;
  • Bersihkan rumah dan area kerja dengan disinfektan secara berkala, termasuk area yang memungkinkan tikus bersarang, seperti tong sampah, gudang, dan ruangan yang berantakan atau jarang digunakan;
  • Hindari kontak dengan tikus dan cairan tubuhnya, yaitu air liur, urine, dan feses;
  • Gunakan alat pelindung diri (APD) dan ikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku jika memiliki pekerjaan atau aktivitas harian yang membuat Anda sering berkontak dengan tikus.

Baca juga: Ampuh Bunuh Virus, Paparan Disinfektan Justru Berbahaya bagi Tubuh Manusia


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app