ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Ampuh Bunuh Virus, Paparan Disinfektan Justru Berbahaya Bagi Tubuh

Dipublish tanggal: Mar 31, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Ampuh Bunuh Virus, Paparan Disinfektan Justru Berbahaya Bagi Tubuh

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Disinfeksi adalah penggunaan bahan-bahan kimia yang dapat membunuh kuman atau mikroba pada permukaan benda mati.
  • Bilik disinfeksi dilengkapi dengan selang-selang yang akan menyemprotkan cairan disinfektan pada orang yang masuk ke dalam bilik.
  • Menurut WHO, bilik disinfeksi dinilai tak efektif dalam membunuh virus corona pada tubuh. Justru dapat memicu iritasi kulit, batuk, hingga sesak.
  • Alkohol dan klorin yang digunakan sebagai disinfektan hanya efektif jika digunakan pada permukaan benda mati, misalnya lantai, meja, alat medis, atau benda-benda lain yang sering disentuh.
  • Bilik disinfeksi tidak dapat menyembuhkan pasien yang sudah terjangkit virus corona.

Tak hanya hand sanitizer saja yang banyak dicari oleh masyarakat, disinfektan pun kini menjadi incaran. Bahkan, di beberapa gedung perkantoran maupun tempat umum sudah disediakan disinfection chambers atau bilik disinfeksi untuk mencegah risiko penularan virus corona. Namun, tahukah Anda bahwa menyemprot tubuh dengan disinfektan ternyata bisa menimbulkan masalah baru bagi kesehatan?

Bagaimana cara kerja bilik disinfeksi (disinfection chamber)?

Disinfeksi adalah proses penggunaan bahan-bahan kimia untuk membunuh kuman atau mikroba (bakteri, virus, dan jamur) pada permukaan benda mati. Sedangkan yang biasa disebut disinfektan merupakan bahan kimia atau zat yang digunakan untuk proses disinfeksi.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Cara kerja bilik disinfeksi pada umumnya sama seperti saat menggunakan alat penyemprotan. Bilik dilengkapi selang-selang yang akan menyemprotkan cairan disinfektan pada siapa pun yang masuk ke dalam bilik tersebut, baik secara otomatis atau dengan memencet tombol terlebih dahulu.

Setiap orang yang masuk ke dalam disinfection chamber akan disemprot disinfektan dari berbagai arah. Meski begitu, Anda akan diminta untuk berputar 360 derajat sebanyak beberapa kali supaya disinfektannya tersebar merata dan lebih efektif membunuh virus di tubuh serta pakaian.

Waspadai bahaya disinfektan bagi kesehatan tubuh

Penyediaan bilik disinfeksi marak digunakan sebagai salah satu upaya mencegah penularan virus corona, terutama dari pakaian yang mungkin sudah ditempeli oleh virus. Namun, WHO justru tidak menganjurkan hal ini.

Menurut para ahli, bilik disinfeksi dinilai tak efektif dalam membunuh virus corona. Alih-alih bermanfaat, disinfektan yang disemprotkan ke badan justru bisa membahayakan tubuh.

Melansir dari akun media sosial resmi WHO Indonesia, menyemprotkan alkohol atau klorin ke badan tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Justru, jika terkena pakaian atau selaput lendir (seperti mata dan mulut), bahan-bahan kimia tersebut dapat membahayakan kesehatan.

Selain itu, disinfektan juga dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kemerahan, gatal, dan mungkin terkelupas. Apalagi jika terhirup, zat-zat tadi bisa mengakibatkan batuk hingga sesak. 

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dimuat dalam jurnal American Journal of Infection Control tahun 2018 silam. Para ahli menemukan bahwa paparan disinfektan pada tubuh dapat melukai membran mukosa dan memicu gangguan pernapasan.

Petugas layanan kesehatan yang terlibat dalam studi tersebut juga mengalami peningkatan risiko iritasi selaput lendir dan asma. Maka itulah, disinfektan tidak dapat disemprotkan secara sembarangan pada tubuh.

Sekali-dua kali disemprot disinfektan mungkin tidak memberikan efek apa-apa bagi tubuh Anda. Namun, jika terlalu sering, bahan-bahan kimia akan terus menempel pada kulit bahkan terhirup semakin banyak dalam tubuh. Efek buruknya tentu bisa berkali-kali lipat di masa depan.

Alkohol dan klorin yang digunakan sebagai disinfektan hanya efektif jika digunakan pada permukaan benda mati, misalnya lantai, meja, alat medis, atau benda-benda lain yang sering disentuh. Yang terpenting lagi, bahan kimia apa pun harus digunakan sesuai aturan.

Jika ingin 'membilas' virus dengan bilik disinfeksi, pastikan cairan kimia yang digunakan sudah aman dan teruji klinis. Sebaiknya tutuplah mata dan mulut Anda saat berada di dalam disinfection chamber agar bahan kimia tidak masuk ke mata maupun tertelan. Setiap orang yang berada di dalamnya juga tidak boleh lebih dari 5-8 detik.

Kunci penting: selalu jaga kebersihan diri

Sampai saat ini, belum diketahui seberapa banyak cairan disinfektan yang aman untuk membunuh virus pada permukaan pakaian atau tubuh. Maka itu, bilik disinfeksi hanya berfungsi untuk membersihkan permukaan tubuh atau pakaian saja, tapi tidak menyembuhkan pasien yang sudah terjangkit virus corona.

Solusi terbaik dan paling aman untuk mencegah penularan virus corona adalah dengan rutin mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik. Lakukan physical distancing atau jaga jarak fisik dengan orang lain minimal 1 meter supaya tidak mudah terpapar virus.

Baca Juga: Tips Mencegah Paparan Virus Corona Saat Pergi dan Pulang Rumah

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.     

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WHO Indonesia. Coronavirus disease (COVID-19). (https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus).
Institut Teknologi Bandung. Tanggapan terhadap maraknya penggunaan disinfektan pada bilik disinfeksi untuk pencegahan COVID-19. (https://fa.itb.ac.id/tanggapan-terhadap-disinfektan-bilik/). 28 Maret 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app