Penyebab Anak Muntah-Muntah

Dipublish tanggal: Feb 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Anak Muntah-Muntah

Muntah pada anak-anak merupakan hal yang sering terjadi. Penyebab terjadinya bisa bermacam-macam. Muntah dikatakan wajar jika tidak terjadi terus-menerus. Jadi, Anda tidak perlu panik jika si kecil tiba-tiba muntah. Coba cari tahu penyebab dari muntah agar si kecil mendapatkan penanganan yang tepat.

Muntah terjadi ketika maalergi-makanan masuk ke lambung cukup lama kemudian keluar sebagian atau seluruhnya. Sebenarnya muntah sering terjadi pada bayi, yang disebut dengan gumoh, disebabkan oleh keluarnya udara yang terjebak di dalam lambung. 

Sementara pada anak-anak, muntah mungkin terjadi pada anak yang sangat aktif bergerak seperti berlari-lari atau melompat-lompat.

Berikut adalah beberapa penyebab anak muntah-muntah:

Gastroenteritis

Gastroenteritis juga dikenal dengan flu perut. Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme yang menginfeksi saluran pencernaan. Gejala dari gastroenteritis adalah muntah-muntah, demam, nyeri dan diare. Muntah biasanya terjadi dalam beberapa hari. Penyakit ini paling sering ditemui pada anak-anak.

Infeksi atau penyakit tertentu

Infeksi dapat memicu anak mengalami muntah-muntah. Beberapa contohnya adalah infeksi telinga dan saluran kemih. Selain itu penyakit seperti usus, radang usus buntu, pneumonia dan meningitis menyebabkan muntah pada anak. 

Radang usus buntu membuat perut terasa nyeri sehingga si kecil merasa tidak nyaman dan hilang nafsu makan.

Alergi

Adanya alergi atas makanan tertentu pada anak menyebabkan anak muntah. Selain muntah gejala alergi adalah nyeri pada bagian perut, kulit terasa gatal dan panas sehingga berubah kemerahan. Pada beberapa kasus alergi makanan ditandai dengan bengkaknya wajah, lidah, bibir dan gusi.

Keracunan

Makanan dapat menjadi racun untuk tubuh anak jika makanan sudah terkontaminasi dengan zat racun atau sudah tidak layak konsumsi. Mengkonsumsi makanan seperti ini menyebabkan anak muntah dan demam

Sebaiknya selalu persiapan bekal terbaik untuk anak agar meminimalisir peluang terjadinya keracunan pada anak.

Stres atau terlalu cemas

Stres atau cemas merupakan faktor psikologis yang menyebabkan terjadinya muntah pada anak. Beberapa contoh penyebab stres pada anak adalah ketakutan saat hari pertama sekolah. 

Pada saat ini peran ibu cukup krusial karena ibu merupakan orang terdekat dengan anak. Ibu dapat meringankan stres atau kecemasan yang terjadi pada anaknya.

Penanganan Utama Anak Muntah     

Setiap penyebab muntah pada anak memiliki cara penanganan berbeda. Segeralah bertindak ketika anak tiba-tiba muntah. Hal ini dimaksud agar anak tidak mengalami dehidrasi dan lemas. 

Berikut adalah beberapa yang dapat Anda lakukan sebagai langkah pertama menangani anak muntah:

  1. Memberikan lebih banyak cairan agar anak tidak mengalami dehidrasi. Perbanyak minum air putih untuk mengganti cairan yang keluar melalui muntah.
  2. Memberikan oralit sesuai dengan jumlah yang diresepkan oleh dokter. Jika anak masih muntah-muntah setelah pemberian oralit, sebaiknya hentikan pemberian oralit. Pemberian oralit berfungsi untuk mengganti elektrolit dalam tubuh karena mengandung gula dan garam. Selain oralit kamu dapat menggantinya dengan air madu, sup kaldu, sirup, teh atau jahe hangat. Berikan cairan setiap 15 menit sekali.
  3. Jika hingga 6 jam si kecil masih muntah-muntah, sebaiknya segera memeriksakannya ke dokter.

Perhatian

Selain mengalami muntah-muntah lebih dari 6 jam, beberapa kondisi lain perlu kamu waspadai jika terjadi pada si kecil. Beberapa kondisi tersebut adalah:

  • Terdapat darah pada muntah anak. Jika darah semakin banyak dan mulai berwarna kehitaman sebaiknya segera bawa anak ke IGD.
  • Merasa nyeri pada perut sebelah kanan dapat mengarah pada gejala usus buntu atau mungkin hepatitis. Pada usus buntu rasa nyeri akan terasa pada perut bagian kanan bawah. Sementara pada Hepatitis nyeri terdapat pada perut bagian kanan atas dan juga terdapat tanda-tanda warna kuning pada tubuh.

Muntah-muntah pada anak merupakan hal yang perlu diwaspadai. Namun sebaiknya kamu tetap tenang dalam menyikapi muntah pada anak. Lakukan langkah-langkah antisipasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. 

Jika muntah-muntah pada anak mulai berhenti, hindari memberikan anak makanan yang berlemak atau berminyak agar rasa mual tidak bertambah. Jika anak sudah mulai ingin makan, kamu dapat memberikan makanan seperti nasi, roti, sereal, sayuran, buah-buahan. 

Karbohidrat berfungsi untuk menambah energi sementara sayur-mayur dan buah-buahan terutama yang memiliki rasa asam membantu mengurangi rasa ingin muntah.


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Why Your Child Vomits — and When to See a Doctor. Health Essentials from Cleveland Clinic. (Accessed via: https://health.clevelandclinic.org/why-your-child-vomits-and-when-to-see-a-doctor/)
Baby Vomiting No Fever: Why This Happens and What to Do. Healthline. (Accessed via: https://www.healthline.com/health/baby/baby-vomiting-no-fever)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app