Penyakit Kaki Gajah, Penyebab dan Cara Menanganinya

Cara terbaik untuk mencegah kaki gajah adalah dengan memberantas nyamuk yang menjadi perantaranya. Nyamuk biasanya muncul pada pagi dan sore hari. Memberantas nyamuk bisa dilakuka dengan cara membersihkan lingkungan sekitar agar nyamuk tidak lagi bersarang, tidur menggunakan kelambu, mengenakan pakaian panjang untuk kegiatan di luar ruangan dan menyebarkan produk anti-nyamuk pada kulit.
Dipublish tanggal: Sep 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Lymphatic filariasis atau dikenal dengan penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing filariodid, dibawa oleh nyamuk masuk ke dalam saluran getah bening dan dapat menyebabkan infeksi dengan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. 

Akibatnya bagian bagian tertentu dari tubuh akan mengalami pembengkakan terutama pada lengan, kaki ataupun alat kelamin bagian luar. Pada kasus yang terjadi pada wanita payudara dapat juga mengalami pembengkakan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Penyakit kaki gajah atau lymphatic filariasis termasuk dalam penyakit kronis yang mengakibatkan efek jangka panjang. Penderita akan merasakan sakit dan bengkak pada beberapa bagian tubuh untuk waktu yang lama, dalam kebanyakan kasus akan membuat kemampuan seksual menjadi hilang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa terdapat lebih dari 800 juta orang dari 52 negara berisiko tinggi tertular penyakit ini. Bahkan pada tahun 2000, terdapat lebih dari 130 juta orang telah terinfeksi penyakit ini dan 40 juta di antaranya mengalami cacat permanen. 

Di Indonesia sendiri, pada tahun 2015 penyakit kaki gajah tercatat sebanyak 13.000 kasus dan jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Nusa Tenggara Timur adalah provinsi di Indonesia dengan jumlah cacat terbesar yang diakibatkan oleh penyakit kaki gajah kronis.

Penyebaran penyakit kaki gajah

Nyamuk dapat berkembang biak dengan pesat di negara negara tropis termasuk Indonesia, inilah mengapa lebih dari 100 juta orang berisiko tinggi tertular penyakit ini.

Penularan terjadi saat orang yang sudah terinfeksi cacing filaria digigit nyamuk. Selanjutnya cacing tersebut akan berpindah ke nyamuk dan akan dibawa oleh nyamuk. 

Saat nyamuk yang sudah terinfeksi cacing filaria ini menggigit orang lain, maka larva cacing filaria dapat masuk dan akhirnya tinggal di dalam saluran getah bening.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Di tempat ini larva cacing filaria akan terus bertumbuh dan berkembang biak hingga dewasa. Saat dewasa, cacing filaria dapat bertahan hidup sampai 7 tahun berada dalam saluran getah bening dan menyebarkan hingga ke seluruh tubuh manusia. 

Siklus ini akan terus berulang saat ada nyamuk yang menggigigit dan membuat cacing filaria kembali berpindah ke tubuh orang lain.

Gejala penyakit kaki gajah

Pada saat seseorang mulai terinfeksi cacing filaria, biasanya tidak menimbulkan gejala pada awalnya sehingga tidak dapat segera diperiksa. Namun ada beberapa fase yang dilewati hingga penyakit kaki gajah masuk ke dalam fase kronis.

Fase tanpa gejala

Pada masa awal cacing filaria menginfeksi, biasanya tidak akan muncul gejala yang berarti. Namun, selama berada pada fase ini, terjadi kerusakan pada limfa dan saluran getah bening yang berakibat pada kerusakan sistem kekebalan tubuh.

Fase akut

Pada fase ini ditandai dengan terjadinya peradangan pada kulit, limfa dan juga kelenjar getah bening. Selanjutnya kelenjar getah bening kronis akan membengkak dan juga kaki gajah. Keadaan ini adalah dampak dari sistem kekebalan tubuh yang merespon adanya parasit di dalam tubuh. Gejala pada fase akut ini biasanya akan disertai juga demam tinggi, pembuluh getah bening mengalami pembengkakan dan mulai terjadi pembengkakan pada kaki dan testis.

Fase kronis

Saat sudah memasuki fase kronis, limfa akan mengalami pembengkakan jaringan yang akan diikuti dengan penebalan pada kulit kaki dan juga testis. Pada wanita organ intim dan payudara akan mengalami pembengkakan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Pencegahan dan pengobatan kaki gajah

Cara terbaik untuk mencegah kaki gajah adalah dengan memberantas nyamuk yang menjadi perantaranya. Nyamuk biasanya muncul pada pagi dan sore hari. 

Memberantas nyamuk bisa dilakuka dengan cara membersihkan lingkungan sekitar agar nyamuk tidak lagi bersarang, tidur menggunakan kelambu, mengenakan pakaian panjang untuk kegiatan di luar ruangan dan menyebarkan produk anti-nyamuk pada kulit.

Obat cacing yang diminum teratur setiap 6 bulan sekali secara efektif dapat membasmi larva cacing filaria sekaligus menghentikan cacing ini berkembang biak. 

Namun apabila sudah terkena penyakit kaki gajah, maka dokter akan memberikan obat antiparasit, seperti ivermectin atau albendazole yang digunakan bersama diethylcarbamazine citrate. 

Kombinasi obat ini cukup efektif untuk membunuh mikrofilaria yang berada di dalam darah, sekaligus juga melakukan pencegahan terhadap menyebarnya penyakit kaki gajah. 

Sedangkan untuk membunuh cacing filaria yang sudah dewasa, dokter akan memberikan doxycycline yang terbukti cukup efektif untuk menghentikan endemi penyakit kaki gajah dalam satu wilayah tertentu.

Dalam kasus tertentu seperti testis atau bagian mata yang mengalami pembengkakan akibat infeksi cacing filaria, akan dilakukan prosedur pembedahan.

Penyakit kaki gajah dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia dan jenis kelamin, sudah seharusnya kita semua melakukan tindakan pencegahan sejak dini supaya penyakit kaki gajah dapat terhenti penyebarannya.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What is lymphatic filariasis. World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/lymphatic_filariasis/disease/en/)
CDC - Lymphatic Filariasis. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/parasites/lymphaticfilariasis/index.html)
Lymphatic filariasis. Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD). (https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/3321/lymphatic-filariasis)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app