Hiperkalemia - Gejala, Cara Menangani, dan Obat

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 144.267 orang

Definisi pada penyakit Hiperkalemia

Hiperkalemia adalah istilah medik untuk mendeskripsikan kondisi kadar kalium dalam darah yang lebih dari rentang normal. Kalium mempunyai kegunaan yang sangat penting bagi fungsi sel saraf dan otot tubuh, termasuk untuk proses kerja jantung.

 Kadar normal kalium adalah 3.6 – 5.2 mmol/L. Kadar kalium dalam darah melebihi 6.0 mmol/L dapat membahayakan tubuh dan membutuhkan penanganan medis segera.

Tipe-tipe penyakit Hiperkalemia

  • Hiperkalemia ringan, untuk kadar kalium antara 5.1 – 6.0 mmol/L
  • Hiperkalemia sedang, untuk kadar kalium antara 6.1 – 7.0 mmol/L
  • Hiperkalemia berat, untuk kadar kalium diatas 7.0 mmol/L

Penyebab terjadinya Hiperkalemia

Dalam kondisi normal, ginjal akan bekerja untuk menjaga agar kadar kalium dalam darah tetap normal dengan cara mengeluarkan kelebihan kalium keluar tubuh. Namun, pada kondisi adanya permasalahan kesehatan atau penggunaan obat-obatan tertentu dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah melebihi batas normal. Beberapa diantaranya yaitu:

  • Gagal ginjal.
  • Dehidrasi
  • Diabetes tipe 1
  • Penyakit Addison
  • Perdarahan internal
  • Penggunaan obat kemoterapi
  • Penggunaan obat hipertensi golongan penghambat enzim pengubah angiotensin dan golongan penghambat reseptor angiotensin
  • Penggunaan obat antiradang golongan non-steroid
  • Penggunaan suplemen kalium yang berlebihan
  • Konsumsi alkohol dan napza
  • Trauma karena luka bakar atau cedera

Gejala pada penyakit Hiperkalemia

Gejala hiperkalemia tergantung pada level kadar mineral dalam darah. Anda mungkin saja tidak mengalami gejala sama sekali. Kadar kalium yang tinggi dalam darah dapat mempengaruhi kerja jantung. Gejala yang muncul antara lain:

  • Ritme jantung yang tidak normal (Aritmia)
  • Detak jantung melemah
  • Rasa lemas dan kelelahan
  • Mati rasa atau kesemutan
  • Mual atau muntah
  • Gangguan pernapasan
  • Nyeri pada dada

Karena efek hiperkalemia dapat membahayakan, maka apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Komplikasi penyakit Hiperkalemia

Hiperkalemia adalah adalah penyebab umum perubahan ritme jantung atau aritmia jantung yang dapat membahayakan nyawa penderitanya. Aritmia jantung dapat menyebabkan kondisi kegawatdaruratan yang disebut dengan fibrilasi ventrikel. Pada kondisi ini, bagian ventrikel jantung berdetak cepat tapi tidak memompa darah. 

Apabila kondisi hiperkalemia tidak segera ditangani, jantung dapat berhenti berdetak dan menyebabkan kematian.

Diagnosis pada Hiperkalemia

Kondisi hiperkalemia dapat menjadi sulit untuk didiagnosis karena adanya gejala ringan yang nampak atau adanya banyak kondisi permasalahan kesehatan yang menimbulkan hiperkalemia. 

Biasanya dokter akan memeriksa dan mendengarkan denyut jantung, menanyakan riwayat penyakit dan pengobatan, serta asupan makanan/diet. Apabila Anda memiliki riwayat atau sedang mengkonsumsi obat-obatan, Anda juga harus menyebutkan seluruh obat yang diminum, termasuk suplemen dan herbal. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan laboratorium melalui penyambilan sampel darah dan urin. 

Apabila diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan EKG untuk memeriksa kondisi jantung lebih rinci.

Penanganan pada penyakit Hiperkalemia

Tujuan penanganan atau terapi hiperkalemia adalah untuk menormalkan kadar kalium dalam darah dan mengeluarkan kelebihan kadar kalium ke luar tubuh untuk menstabilkan kondisi jantung. Penanganan kondisi hiperkalemia disesuaikan dengan kondisi penyebabnya yaitu dilakukan dengan:

  • Hemodialisis, dilakukan apabila kondisi hiperkalemia disebabkan oleh gagal ginjal.
  • Pemberian obat misalnya kalsium glukonas, tablet diuretik, dan resin. Kalsium glukonas berguna untuk membantu meredakan efek kalium pada jantung dan diberikan hingga kadar kalium tubuh kembali normal. Tablet diuretik bekerja dengan cara meningkatkan kadar kalium yang dikeluarkan melalui urin. Sedangkan resin berfungsi untuk mengikat kalium dan mengeluarkannya melalui feses.
  • Pemberian injeksi glukosa dan insulin yang bertujuan untuk meningkatkan perpindahan kalium ke dalam sel.
  • Injeksi kalsium untuk menjaga jantung dan sel-sel otot dari efek hiperkalemia sementara
  • Pemberian natrium bikarbonat untuk mengatasi asidosis akibat hiperkalemia dan untuk meningkatkan pengembalian kalium ke dalam sel.

Pencegahan terjadinya Hiperkalemia

Untuk kasus hiperkalemia ringan, dokter akan menyarankan untuk melakukan penanganan dan pencegahan mandiri tanpa pemberian obat. Caranya adalah dengan:

  • Mengurangi asupan kalium melalui makanan. Hal ini bermaksud untuk mengurangi konsumsi makanan dan suplemen yang mengandung kalium. Beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan kalium tinggi, antara lain:
    • Pisang
    • Kacang-kacangan
    • Susu
    • Kentang
    • Apricot
    • Ikan kod
    • Daging sapi
  • Mengurangi konsumsi makanan dengan bahan tambahan pangan tinggi, misalnya makanan yang dipanggang atau minuman berenergi 
  •  Meminum lebih banyak air

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit