Pentingnya Antioksidan Bagi Tubuh

Dipublish tanggal: Jul 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Pentingnya Antioksidan Bagi Tubuh

Apakah Anda pernah mendengar tentang radikal bebas? Ya, radikal bebas merupakan suatu senyawa yang sangat reaktif karena memiliki elektron bebas. Radikal bebas juga merupakan hasil samping dari proses pengolahan makanan menjadi energi. 

Radikal bebas dapat terdapat pada makanan, udara, dan reaksi tubuh terhadap cahaya matahari. Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki mekanisme pertahanan khusus untuk menangkal efek buruk radikal bebas, yaitu antioksidan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Ada 2 jenis antioksidan yaitu endogen dan eksogen. Antioksidan endogen dihasilkan dari dalam tubuh, sedangkan antioksidan eksogen diperoleh dari luar tubuh, yaitu dari makanan. 

Meskipun dapat menghasilkan antioksidan sendiri, tubuh cenderung lebih bergantung pada antioksidan yang berasal dari makanan atau dari luar. Cara kerja antioksidan adalah dengan memberikan elektron pada molekul radikal bebas sehingga kereaktifan radikal bebas dapat dinetralkan. 

Cara kerja antioksidan dalam tubuh

Cara kerja antioksidan berkaitan dengan cara kerja radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul yang memiliki elektron bebas, dimana seharusnya elektron berpasangan. Elektron bebas ini membuat radikal bebas menjadi bersifat sangat reaktif sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel di sekitarnya. 

Elektron bebas pada molekul radikal bebas ini dapat mendonorkan atau menerima elektron dari molekul sel tubuh yang sehat. Molekul sel tubuh yang sehat kemudian akan bersifat sama seperti radikal bebas sehingga menimbulkan banyak radikal bebas lainnya. 

Apabila radikal bebas mendonorkan elektronnya pada sel DNA tubuh, maka akan terjadi mutasi genetik yang semakin lama dapat memicu tumbuhnya sel kanker. Radikal umunya menyerang sel asam nukleat, sel lemak, dan protein.

Fungsi dari antioksidan ini adalah mendonorkan elektron kepada radikal bebas, sehingga mencegah elektron bebas pada radikal bebas menarik elektron dari sel tubuh yang sehat. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Yang istimewa dari antioksidan adalah setelah memberikan elektron, antioksidan tidak akan berubah menjadi radikal bebas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kerja antioksidan adalah menetralkan radikal bebas dengan cara mendonorkan elektron. 

Apa saja sumber antioksidan?

Contoh antioksidan adalah vitamin C, vitamin E, dan karotenoid seperti beta karoten, lutein, serta lycopene yang banyak terdapat di sayur dan buah. Vitamin E dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan penyebab kanker, penyakit jantung, hingga penyakit mata

Vitamin E bekerja bersama vitamin C untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif. Sumber vitamin E antara lain : minyak yang berasal dari tumbuhan, produk whole grain, biji-bijian, serta kacang-kacangan.

Selain vitamin E, vitamin C juga merupakan salah satu antioksidan. Kerja vitamin C adalah dengan membantu melindungi tubuh dari infeksi, mencegah kerusakan sel, serta membantu produksi kolagen yang berfungsi untuk melekatkan tulang pada otot. 

Sumber vitamin C antara lain : buah jeruk, mangga, stroberi, pepaya, dan sayuran seperti brokoli, tomat, dan kentang.

Antioksidan juga dapat berasal dari kelompok karotenoid seperti beta karoten, lutein, dan lycopene yang bersumber dari wortel, tomat, dan sayuran hijau seperti brokoli serta kale.  

Antioksidan dan pencegahan penyakit

Seperti pada penjelasan sebelumnya, antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas dianggap dapat memicu penyakit kanker, jantung, Alzheimer, hingga berkurangnya kemampuan untuk melihat. Antioksidan yang menetralkan radikal bebas dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas. 

Namun, antioksidan lebih bermanfaat bila dikonsumsi secara alami dan bukan dalam bentuk suplemen. Hal ini sudah dibuktikan dari berbagai penelitian yang mengungkapkan bahwa konsumsi suplemen antioksidan tidak terlalu memberikan pengaruh terhadap pencegahan penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas. 

Namun, dengan konsumsi buah dan sayur yang mengandung antioksidan dapat memberikan hasil positif untuk melawan dampak buruk radikal bebas.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What Are the 20 Best Food Sources of Antioxidants?. Verywell Fit. (https://www.verywellfit.com/best-food-sources-of-antioxidants-88392)
Antioxidants. Harvard T.H. Chan School of Public Health. (https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/antioxidants/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app