Kenali Patah Tulang Selangka Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 23, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.038.152 orang

Bahu Terlihat Turun Pasca Kecelakaan, Awas Fraktur Klavikula!

Tulang   merupakan alat   penopang   dan sebagai   pelindung   pada   tubuh. Tanpa tulang tubuh tidak akan tegak berdiri. Fungsi tulang yaitu memberikan sokongan yang kokoh terhadap tubuh, melindungi organ-organ dalam seperti jantung, paru-paru dan lainnya. Tulang juga menghasilkan sel darah merah, sel darah putih dan plasma. Selain itu tulang sebagai tempat penyimpanan kalsium, fosfat, dan garam magnesium.

Namun karena tulang bersifat relative rapuh, pada keadaan tertentu tulang dapat mengalami patah, sehingga menyebabkan gangguan fungsi tulang  terutama pada pergerakan. Patah tulang atau fraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang yang umumnya disebabkan oleh suatu penekanan yang berulang atau keadaan patologis dari tulang itu sendiri.

Klavikula merupakan tulang penghubung antara lengan atas dengan dada, sehingga klavikula memiliki peran penting dalam fungsi pada gelang bahu. Klavikula berbentuk seperti huruf S, tipis dan pada bagian tengahnya tidak terfiksasi oleh ligament. Pada artikel ini kami akan membahas tentang faktur kalvikula atau dalam Bahasa awam biasa disebut patah tulang selangka. Selamat membaca.

Apa sih patah tulang selangka/ fraktur klavikula itu?

Patah tulang selangka atau fraktur klavikula merupakan jenis patah tulang yang seringkali terjadi. Tulang selangka merupakan dua tulang tipis yang menghubungkan tulang dada dengan tulang bahu Anda. Tulang selangka ini umumnya dapat Anda lihat dan Anda raba pada bagian atas dada Anda.

Patah tulang selangka biasanya terjadi akibat kecelakaan yang menyebabkan anda terpukul atau terjatuh dan mengenai bahu atau Anda terjatuh dan menahannya dengan tangan anda sehingga tekanan ini mengenai tulang selangka anda. Patah tulang selangka sering terjadi akibat terjatuh dari sepeda.

Apa penyebab terjadinya patah tulang selangka/ fraktur klavikula?

Penyebab patah tulang selangka atau farktur klavikula biasanya disebabkan oleh trauma pada bahu akibat kecelakaan apakah itu karena jatuh atau kecelakaan saat berkendara, namun kadang patah tulang selangka ini dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor non traumatik. Berikut beberapa penyebab patah tulang selangka:

  • Patah tulang selangka akibat kecelakaan termasuk kecelakaan berkendara seperti motor, sepeda, jatuh dari ketinggian dan lain-lain.
  • Patah tulang selangka akibat proses patologik, misalnya pada pasien tumor atau keganasan, post radioterapi dan lain-lain.
  •  Patah tulang akibat tekanan pada bahu dalam jangka waktu yang lama, misalnya mengangkat bebdan terlalu berat yang bertumpu pada bahu.
  • Patah tulang pada bayi baru lahir akibat tekanan pada bahu saat proses melahirkan. Bayi yang masih baru lahir mempunyai kondisi tulang masih muda, hal ini yang membuat tulangnya sangat sensitif bila di pegang tanpa teknik tepat.
  • Patah tulang akibat cedera saat berolahraga. Hantaman langsung ketika berolahraga pada bagian bahu juga bisa menyebabkan patah tulang selangka.

Apa saja tanda dan gejala-gejala dari patah tulang selangka/ fraktur klavikula?

Berikut tanda dan gejala-gejala yang akan muncul pada penderita dengan patah tulang selangka atau fraktur klavikula:

  • Pembengkakan dan nyeri pada daerah cedera
  • Tumbuh benjolan pada tulang yang tercedera
  • Memar  pada kulit
  • Sulit untuk menggerakkan bahu
  • Pemerosotan bahu atau bahu tampak menurun
  • Mati rasa atau kesemutan jika luka mengenai saraf di lengan

Bagaimana cara mengobati seseorang dengan patah tulang selangka/ fraktur klavikula?

Terapi untuk fraktur klavikula bergantung pada tipe frakturnya. Penanganan awal untuk fraktur tertutup klavikula tanpa dislokasi adalah terapi konservatif (imobilisasi) menggunakan sling atau figure-of-eight bandage (penyangga lengan yang berbentuk segitiga untuk menahan lengan dan tulang kembali ke posisi normal). Dapat juga diberikan obat anti nyeri atau kompres es untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Sebesar 96.9% kasus fraktur klavikula yang diterapi secara konservatif dinyatakan berhasil menyatu kembali.

Apabila patah pada tulang selangka terjadi cukup parah maka dapat dilakukan prosedur operasi.  Tingkat keparahan yang terjadi, misalnya tulang patah dan merobek jaringan serta kulit luar atau tulang tidak bisa sejajar dengan baik atau tumpang tindih.Teknik yang paling sering digunakan untuk prosedur operasi patah tulang selangka adalah dengan memasang plat dan sekrup untuk penyambungan.

Jika Anda menginginkan pemulihan yang cepat, Anda bisa melakukan terapi pijat dan latihan gerak pada daerah terjadinya cedera. Hindari melakukan aktifitas berat yang dapat memperlambat pemulihan tulang selangka Anda. Konsultasikan ke dokter tulang jika Anda mengalami tanda dan gejala-gejala yang telah disebutkan diatas pasca terjadinya kecelakaan. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit