Suka Minum Bubble Tea, Amankah Bagi Kesehatan?

Dipublish tanggal: Jun 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 20, 2019 Waktu baca: 3 menit
Suka Minum Bubble Tea, Amankah Bagi Kesehatan?

Dari sekian banyak jenis topping yang ada, bubble alias boba termasuk paling favorit bagi banyak orang. Kombinasi tekstur yang kenyal dan rasanya yang manis membuat banyak orang tertarik mencicipi segarnya teh kekinian sembari mengunyah butiran boba tersebut.

Namun, belakangan muncul berita bahwa seorang gadis asal Tiongkok dilarikan ke rumah sakit akibat mengonsumsi terlalu banyak bubble tea. Dari hasil pemeriksaan, dokter menemukan bahwa terdapat banyak butiran bubble tea yang menumpuk di perut dan ususnya. Hal inilah yang ternyata menjadi penyebab sakit perut, susah makan, dan susah buang air besar pada penderita.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Kabar ini tentu menimbulkan rasa was-was bagi para pecinta minuman manis. Memangnya, apa saja kandungan bubble tea dan benarkah bubble tea tidak sehat dikonsumsi? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu bubble tea?

Bubble tea adalah bola-bola manis yang terbuat dari tepung tapioka yang diekstrak dari akar singkong. Biasa disebut juga dengan boba tea, milk tea, atau teh susu mutiara.

Dilihat dari bentuknya, bubble tea memiliki tekstur kenyal, bulat, dan berwarna hitam. Rasanya pun cenderung manis sehingga kian menambah cita rasa minuman. 

Karena terbuat dari tepung tapioka yang merupakan sumber karbohidrat, mengunyah bola-bola tapioka dapat membantu mengganjal perut dan membuat Anda kenyang sementara. Namun, ini tetap saja tidak akan cukup membangkitkan energi untuk beraktivitas seharian.

Terlebih lagi, bola-bola tapioka tergolong miskin gizi karena tidak mengandung kalori, vitamin, maupun mineral sama sekali. Kandungan kalori maupun gula dalam bubble tea biasanya berasal dari ekstra susu atau topping yang Anda tambahkan ke dalam minuman tersebut.

Baca Selengkapnya: Minum Segelas Bubble Tea, Apa Saja Kandungannya?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Keseringan minum bubble tea tidak sehat untuk tubuh, benarkah?

Sekarang ini hampir semua jenis minuman menyediakan topping yang beraneka ragam, salah satunya bubble tea. Bagi Anda pecinta bola-bola tapioka, pastinya tidak akan melewatkan pemanis yang satu ini.

Meskipun rasanya manis dan menyegarkan, bubble tea ternyata tidak boleh dikonsumsi terlalu sering. Pasalnya, tekstur boba yang kenyal membuatnya sulit dicerna oleh tubuh. Terlebih, beberapa jenis boba dibuat dengan tambahan agen pengental sehingga makin sulit dicerna.

Bila dikonsumsi dalam jumlah banyak, sistem pencernaan Anda harus bekerja ekstra untuk melumatkan bola-bola tapioka tersebut. Hal ini lambat laun bisa mengganggu kesehatan pencernaan Anda.

Selain itu, minuman-minuman yang dijual di pasaran kerap kali mengandung pemanis tambahan. Bila diberikan topping boba dan ekstra susu di dalamnya, maka tentu saja jumlah gulanya akan semakin besar.

Setengah cangkir bola-bola tapioka mengandung 4 sendok makan (sdm) gula dan 2 sdm kental manis. Padahal, Kementerian Kesehatan RI membatasi asupan gula dalam sehari sebanyak 4 sdm. Setiap kali Anda mengonsumsi setengah cangkir bubble tea, artinya Anda sudah memasukkan 200 kalori ke dalam tubuh, seperti dilansir dari WebMD.

Kalau dikonsumsi kebanyakan, maka asupan gula dan kalori dalam tubuh tentu akan semakin melonjak. Hal ini jelas membuat bubble tea tidak sehat karena dapat memicu diabetes dan obesitas.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Baca Juga: Benarkah Bubble Tea Brown Sugar Bikin Tidak Sehat?

Cara membuat bubble tea yang sehat dan aman

Perlu dicatat bahwa tidak semua bubble tea berbahaya atau tidak sehat bagi tubuh. Pada dasarnya, Anda boleh-boleh saja mengonsumsi minuman dengan topping bubble alias boba di dalamnya.

Namun ingat, segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik. Tetap batasi jumlah konsumsi bubble tea demi menjaga kesehatan Anda dan keluarga.

Sehat atau tidaknya bubble tea juga tergantung dari cara Anda menyajikannya. Supaya rasanya tidak terlalu manis, atur sendiri tingkat kemanisan minuman Anda. Minta kurangi gulanya alias less sugar dan hindari menambahkan kental manis di dalamnya. Dengan begitu, asupan kalori dan gula yang masuk ke dalam tubuh dapat dikendalikan dengan baik.

Kalau ingin lebih sehat lagi, Anda juga bisa membuat bubble tea versi Anda sendiri, lho! Caranya, ganti kental manis dengan susu rendah lemak, susu skim, atau santan. Tambahkan satu sendok makan gula merah untuk menambah cita rasa minuman Anda.

Dengan cara tersebut, sajian minuman bubble tea buatan Anda cenderung lebih sehat karena mengandung setidaknya 150 kalori. Walaupun masih ada rasa manis dari bola-bola tapiokanya, Anda tak perlu khawatir karena secara keseluruhan minuman tersebut mengandung rendah lemak dan kalori. Jadi, minuman bubble tea versi Anda akan tetap terasa manis, lezat, dan pastinya sehat.

Baca Juga: Tabel Kalori Makanan dan Minuman Anda Sehari-hari

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Boba Nutrition Facts: Calories, Carbs, and Health Benefits. Verywell Fit. (https://www.verywellfit.com/is-boba-healthy-4157722)
What Is the Nutritional Value of Boba?. Healthline. (https://www.healthline.com/health/food-nutrition/nutritional-value-of-boba)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app