HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI
Makanan dan Diet Sehat

5 Dampak Buruk Konsumsi Soda Bagi Kesehatan Tubuh

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Waktu baca: 2 menit
5 Dampak Buruk Konsumsi Soda Bagi Kesehatan Tubuh

Suka minuman bersoda? Kebiasaan ini sebaiknya mulai dikurangi, karena bisa membahayakan kesehatan Anda. Penelitian kesehatan terkini menyatakan mengonsumsi minuman bersoda meningkatkan risiko Anda menderita stroke dan serangan jantung, hingga sebesar 48%. Minuman bersoda juga bisa menjadi penyebab terjadinya obesitas, kerusakan ginjal dan berbagai jenis kanker. Serta, meningkatkan tekanan darah

Berikut alasan Mengapa Anda Sebaiknya Menjauhi Minuman Bersoda. 

1. Berisiko obesitas 

Bagi yang tidak ingin obesitas, mulai sekarang jauhilah soda. Minuman bersoda terasa manis lantaran telah diberikan tambahan gula buatan. Nah, gula tambahann  ini terbukti tidak memiliki manfaat bagi kesehatan, meskipun tidak menyebabkan peningkatan pada nafsu makan. Meski demikian, penumpukan kalori kosong berisiko terjadinya obesitas. Apalagi sekarang ini, gaya hidup manusia modern  begitu dekat dengan minuman bersoda, berawal dari mengonsumsi hanya sesekali, lama kelamaan menjadi rutin dan tidak dapat ditinggalkan. Hal ini terjadi terutama pada kategori usia yang lebih muda alias anak-anak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

2. Selalu merasa lapar

Akibat lebih jauh dari seringnya mengonsumsi minuman bersoda adalah rasa manis buatan yang ada dalam soda, membuat Anda jadi mudah lapar dan ingin dipuaskan dengan mengonsumsi kalori lagi melebihi batas normal. Inilah yang mengakibatkan obesitas. Pasalnya, tubuh manusia tidak sanggup mengenali kalori yang diperoleh dari minuman bersoda, sehingga akhirnya kalori yang dituntut oleh tubuh tetap diperoleh dari tambahan asupan makanan lain, sehingga kalori di dalam tubuh pun menumpuk. 

3. Gula darah meningkat

Bahaya lain dari minuman bersoda terletak pada kondisi organ dalam tubuh dan reaksi yang ditimbulkannya. Setelah tubuh menerima soda, pankreas mulai bekerja dan secara cepat memproduksi insulin sebagai respons terhadap gula. Hormon insulin yang memang dibutuhkan oleh tubuh ini, bertugas untuk memindahkan gula dari makanan dan minuman ke dalam aliran darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh agar gula menjadi asupan energi. Hanya dalam waktu 20 menit saja setelah konsumsi soda, level gula darah akan meningkat dan liver akan merespons insulin dengan mengubah gula menjadi simpanan lemak.

4. Meningkatkan tekanan darah

Di dalam minuman bersoda juga terdapat kafein yang ketika dikonsumsi dapat langsung meningkatkan tekanan darah, dan menyebabkan melebarnya pupil mata. Lalu, tubuh pun memproduksi dopamine, yang menstimulasi pusat kesenangan yang ada di otak.

5. Mengalami sugar crash

Dengan berjalannya waktu, efek soda tidak berhenti sampai di sana. Efek lanjutannya, tubuh  akan mulai mengalami sugar crash, atau mendadak membutuhkan lebih banyak gula. Sehingga ada  kecenderungan untuk mengonsumsi gelas kedua soda, atau mengonsumsi camilan dengan kalori kosong, untuk mengompensasi kebutuhan mendadak ini.

Yuk sayangi tubuh Anda dengan menghindari soda.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
13 Ways That Sugary Soda Is Bad for Your Health. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/13-ways-sugary-soda-is-bad-for-you)
Health risks of Coca-Cola: What it does to the body. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/297600.php)
Once Again Soda Tied to Higher Risk of Early Death. WebMD. (https://www.webmd.com/diet/news/20190903/once-again-soda-tied-to-higher-risk-of-early-death)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app