Mengatasi Keloid Bekas Luka

Dipublish tanggal: Jul 16, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mengatasi Keloid Bekas Luka

Ketika kulit terluka, jaringan berserat yang disebut dengan jaringan luka akan terbentuk pada luka untuk memperbaiki dan melindungin luka. Pada beberapa kasus, jaringan luka tambahan bisa terbentuk, membentuk bentukan yang halus dan keras yang disebut dengan keloid.

Keloid bisa berukuran lebih besar daripada luka yang biasa. Keloid paling umum ditemukan pada dada, pundak, daun telinga dan pipi. Namun, keloid bisa mempengaruhi bagian tubuh manapun.

Meskipun keloid tidak berbahaya bagi kesehatan Anda, keloid bisa membuat kekhawatiran pada penampilan Anda.

Gejala Keloid

Keloid berasal dari jaringan luka yang tumbuh terlalu berlebihan. Keloid biasanya lebih lebar daripada luka itu sendiri. Keloid akan membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan agar bisa tumbih sempurna.

Gejala keloid antara lain:

  • Daerah tertentu pada kulit yang berwarna seperti daging, berwarna merah muda, atau kemerahan.
  • Daerah yang benjol pada kulit yang terlihat mencembung
  • Daerah yang terus tumbuh melebar melebihi jaringan luka dari waktu ke waktu
  • Daerah kulit yang gatal

Luka keloid bisa gatal, tetapi tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Anda mungkin mengalami rasa yang tidak nyaman, kulit yang tidak kencang, atau kemungkinan iritasi dari pakaian Anda atau gesekan-gesekan lainnya.

Keloid bisa terbentuk pada daerah yang lebar pada tubuh Anda, tetapi secara umum kejadian ini jarang. Ketika terjadi, jaringan luka yang keras dan kaku dapat menghambat pergerakan Anda.

Keloid biasanya menjadi masalah penampilan dibandingkan kesehatan. Anda mungkin khawatir jika keloid sangat lebar atau berada pada daerah yang terlihat seperti daun telinga atau pada wajah.

Penyebab Keloid

Kebanyakan cidera pada kulit dapat menyebabkan terbentuknya keloid. Hal ini antara lain:

Diperkirakan sekitar 10 persen orang mengalami luka keloid. Pria dan wanita memiliki kemungkinan yang sama untuk memiliki luka keloid. Orang yang memiliki warna kulit yang lebih gelap lebih mudah terkena keloid.

Faktor risiko lain yang berhubungan dengan pembentukan keloid antara lain:

  • Keturunan asia
  • Keturunan Latin
  • Hamil
  • Lebih muda dari usia 30 tahun

Keloid biasanya memiliki komponen genetik, yang berarti Anda lebih mungkin memiliki keloid jika salah satu atau kedua orang tua Anda memiliki keloid.

Berdasarkan satu studi, gen yang disebut AHNAK memainkan peran penting dalam menentukan siapa yang dapat tumbuh keloid dan siapa yang tidak. Penelti menemukan bahwa orang yang memiliki AHNAK akan lebih mungkin mengalami luka keloid dibandingkan dengan yang tidak memiliki gen tersebut.

Jika Anda tahu Anda memiliki faktor risiko mengalami keloid, Anda akan ingin menghindari tindik tubuh, operasi yang tidak penting, dan tato.

Pengobatan Keloid di Rumah

Keputusan untuk mengobati keloid akan sangat sulit. Luka keloid merupakan cara tubuh untuk memperbaiki dirinya. Setelah menghilangkan keloid, jaringan luka akan kembali terbentuk, dan akan tumbuh lebih lebar daripada sebelumnya.

Sebelum beranjak ke langkah medis, cobalan perawatan di rumah. Minyak pelembab, yang tersedia di banyak toko, dapat membantu membuat luka keloid lembut. Penggunaan minyak pelembab dapat mengurangi ukuran luka tanpa memperburuk luka. 

Keloid akan mengecil dan memipih sendiri dalam beberapa waktu, bahkan tanpa pengobatan.

Awalnya, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan yang lebih tidak invasif, seperti silicone pads, pemberian tekanan, atau suntikan, terurama jika luka keloid relatif baru terbentuk. 

Pengobatan ini memerlukan aplikasi yang sering dan hati-hati agar efektif, setidaknya memerlukan waktu tiga bulan untuk memberi efek.

Mencegah Keloid

Mengobati luka keloid bisa sulit dan tidak selalu efektif. Untuk alasan ini, merupakan hal yang penting untuk mencegah luka pada kulit yang dapat menyebabkan luka keloid. Gunakan pressure pad atau silicone gel pad setelah operasi untuk membantu mencegah keloid.

Paparan sinar matahari langsung dapat menyebabkan perubahan warna pada jaringan luka, membuat luka menjadi lebih gelap dibandingkan dengan kulit di sekitar luka Anda. Hal ini bisa membuat keloid lebih kentara. Tutupilah luka selalu ketika Anda sedang terpapar sinar matahari langsung. 

Gunakanlah tabir surya dan tanyakan pada dokter upaya lain untuk melindungi kulit Anda.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ogawa, Rei & Akaishi, Satoshi & Kuribayashi, Shigehiko & Miyashita, Tsuguhiro. (2016). Keloids and Hypertrophic Scars Can Now Be Cured Completely: Recent Progress in Our Understanding of the Pathogenesis of Keloids and Hypertrophic Scars and the Most Promising Current Therapeutic Strategy. Journal of Nippon Medical School. 83. 46-53. 10.1272/jnms.83.46.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/302997219_Keloids_and_Hypertrophic_Scars_Can_Now_Be_Cured_Completely_Recent_Progress_in_Our_Understanding_of_the_Pathogenesis_of_Keloids_and_Hypertrophic_Scars_and_the_Most_Promising_Current_Therapeutic_Strateg)
How to get rid of keloids: Home remedies, treatment, and tips. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/319900)
Novel Insights on Understanding of Keloid Scar: Article Review. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5197049/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app