Bekas Luka

Keloid

Dipublish tanggal: Jul 16, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Waktu baca: 3 menit
Keloid

Keloid merupakan jaringan yang mengalami kelebihan pertumbuhan dan terjadi pada daerah kulit yang terluka. Hal ini terjadi dimana trauma, bekas operasi, kulit melepuh, daerah kulit yang disuntik saat vaksin, jerawat, bekas tindik. 

Jarang terjadi jika keloid muncul pada daerah kulit yang tidak memiliki bekas luka yang terlihat. Keloid berbeda dari bekas luka lama pada komposisi dan ukurannya. Beberapa orang tentang terbentuk keloid pada kulitnya dan mungkin muncul pada beberapa tempat. 

Iklan dari HonestDocs
Beli DEXTAMINE Kaplet via HonestDocs

DEXTAMINE digunakan untuk mengurangi reaksi alergi yang serius dan menekan proses peradangan yang terjadi pada tubuh. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Dextamine tab 1

Keloid umumnya ditemukan pada keturunan campuran dari Amerika dan Afrika. Keloid paling sering terlihat pada pundak, punggung bagian atas dan dada, namun keloid dapat terjadi di manapun. 

Ketika keloid dihubungkan dengan luka kulit, jaringan bekas luka keloid lanjut untuk tumbuh selama waktu setelah luka aslinya tertutup atau sembuh. Keloid ini menjadi lebih besar dan lebih terlihat hingga mencapai ukuran akhirnya. 

Mereka biasanya terjadi antara usia 10 hingga 30 tahun dan mempengaruhi baik pria dan wanita meskipun biasanya sering terjadi pada wanita muda dengan telinga yang ditindik. Keloid mungkin terbentuk pada tulang dada pada seseorang yang pernah menjalani operasi jantung.

Gejala

Keloid biasanya muncul pada daerah yang sebelumnya terdapat luka namun mungkin lebih besar dari daerah luka. Keloid biasanya memiliki permukaan mengkilap, lembut saat dipegang dan kulit sekitar keloid mungkin berwarna merah muda, ungu atau coklat

Keloid bisa terasa lunak atau keras dan kasar disentuh serta seringnya terasa gatal, lunak atau terasa tidak nyaman. Keloid mungkin tidak enak dipandang mata. Keloid yang besar pada kulit yang melebihi otot dapat mengganggu fungsi otot.

Diagnosis

Dokter mendiagnosis keloid atas dasar penampakannya dan riwayat luka pada jaringan seperti jerawat, operasi dan tindik tubuh. Pada beberapa kasus tertentu, dokter mungkin mengangkat potongan kecil kulit untuk diperiksa menggunakan mikroskop. Hal ini disebut dengan biopsi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Dapatkan Obat Anestesi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 22

Durasi perkiraan

Keloid dapat berlanjut tumbuh secara perlahan selama beberapa minggu, bulan atau tahun. Mereka terkadang berhenti tumbuh namun tidak menghilang dengan sendirinya. Ketika muncul keloid pada kulit Anda maka sifatnya permanen jika tidak diangkat dan dirawat agar tidak kembali.

Pencegahan

Seseorang yang rentan mengalami keloid seharusnya menghindari operasi bedah kosmetika. Jika operasi memang dibutuhkan untuk orang yang rentan ini, dokter mungkin mengambil tindakan khusus untuk meminimalisir terbentuknya keloid pada daerah yang dibedah. 

Misalnya teknik yang digunakan untuk mengurangi kemungkinan terbentuknya keloid yaitu menutup luka bedah dengan kertas perekat hipoalerginik selama beberapa minggu setelah operasi, menutup luka dengan kertas kecil yang terbuat dari gel silikon setelah operasi, atau menggunakan suntikan kortikosteroid atau perawatan radiasi pada daerah luka operasi pada permulaan dari periode penyembuhan.

Perawatan

Tidak ada perawatan tunggal untuk menghilangkan keloid dan hampir semua perawatan tidak memberikan hasil yang cukup memuaskan. Dua atau lebih perawatan mungkin dikombinasikan. 

Jika Anda memutuskan untuk melakukan perawatan pada bekas luka keloid, Anda akan memiliki hasil terbaik jika Anda memulai perawatan segera setelah keloid muncul. Beberapa jenis perawatan tersebut yaitu:

  • Pengangkatan dengan operasi konvensional

Teknik yang tidak dapat diandalkan ini memerlukan perawatan yang sangat baik dan keloid yang muncul kembali setelah diangkat mungkin lebih besar ukurannya dibandingkan ukuran keloid semula. Keloid muncul kembali dialami oleh lebih dari 45 persen orang ketika keloid diangkat dengan bedah. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Dapatkan Obat Anestesi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 22

Keloid memiliki kemungkinan kecil muncul kembali jika operasi pengangkatan dikombinasikan dengan perawatan jenis lainnya.

  • Dressing

Luka yang masih basah dan ditutup dengan kertas yang dibuat dengan gel silikon sebagaimana ditunjukkan pada sebuah penelitian terkadang mengurangi ukuran keloid seiring dengan waktu. Perawatan ini aman dan tidak menyebabkan rasa sakit.

Suntikan dengan triamcinolone acetonide atau obat kortikosteroid lainnya biasanya diulangi pada jangka waktu empat hingga enam minggu. Perawatan ini seringnya mengurangi ukuran keloid dan iritasi, namun injeksi mungkin terasa tidak nyaman.

  • Kompres

Perawatan ini melibatkan penggunaan plester untuk memberikan tekanan terus menerus 24 jam sehari selama periode enam hingga 12 bulan. Kompres ini dapat menyebabkan keloid mengecil. 

Untuk keloid yang terbentuk pada daerah tindik telinga, klip yang disebut dengan Zimmer Splint biasanya mengurangi ukuran keloid setidaknya sebesar 50 persen setelah satu tahun dikompres. Zimmer Splint yang mirip dengan anting-anting kini tersedia.

  • Cryosurgery

Perawatan pembekuan dengan nitrogen cair ini berulang setiap 20 hingga 30 hari. Perawatan ini dapat menyebabkan efek samping mencerahkan warna kulit yang mana membatasi manfaat perawatan ini.

  • Terapi radiasi

Terapi ini cukup kontroversional karena radiasi meningkatkan resiko kanker. Radiasi mungkin mengurangi kemungkinan terbentuknya bekas luka jika dilakukan segera setelah operasi selama waktu luka bekas operasi mengalami penyembuhan.

  • Terapi laser

Terapi ini merupakan alternatif dari operasi konvensional untuk pengangkatan keloid. Tidak ada bukti bahwa keloid mungkin kembali muncul setelah terapi laser daripada setelah operasi biasa.

Keloid tidaklah berbahaya, masalah kosmetika yang tidak menjadi ganas. Ketika keloid berhenti tumbuh, ia biasanya tetap stabil selama daerah tersebut tidak terluka lagi.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Robles D, et al. (2007). Keloids: Pathophysiology and management. (http://escholarship.org/uc/item/2m43548r)
Keloids and hypertrophic scars. (n.d.). (http://www.aocd.org/?page=KeloidsAndHypertroph)
Juckett G, et al. (2009). Management of keloids and hypertrophic scars. (http://www.aafp.org/afp/2009/0801/p253.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app