5 Kunci Penting Mencegah Kram Usus (Sindrom Iritasi Usus)

Dipublish tanggal: Nov 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
5 Kunci Penting Mencegah Kram Usus (Sindrom Iritasi Usus)

Wanita dewasa yang berusia di bawah 40 tahun rentan terkena sindrom iritasi usus (IBS). Sindrom iritasi usus, atau dikenal juga kram usus, adalah penyakit yang menyerang pencernaan. Kram usus bisa muncul tanpa gejala apapun, misalnya saja saat sedang memakan makanan tertentu dan terlalu stres. Lantas, mungkinkah kita mencegah kram usus agar tidak terkena dan bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini.

Gejala sindrom iritasi usus atau kram usus

Gejala sindrom iritasi usus yang paling utama adalah kram yang terjadi akibat kontraksi langsung pada usus besar dan usus halus. Karena itulah, sindrom iritasi usus juga sering dikenal dengan kram usus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Selain itu, tanda dan gejala kram usus lainnya berupa:

Para ahli masih belum mengetahui secara pasti penyebab sindrom iritasi usus alias kram usus ini. Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa kondisi ini disebabkan karena usus yang menjadi semakin sensitif dan gangguan pencernaan lain. 

Gerakan usus bisa berubah menjadi sangat lambat hingga penderitanya merasa sembelit, atau berubah menjadi terlalu cepat hingga penderitanya mengalami diare. Faktor lain yang bisa memicu munculnya kram usus ini adalah tidak toleran terhadap makanan tertentu, terlalu stres, merasa cemas, hingga depresi berlebihan. 

Beragam cara mencegah kram usus

Walaupun penyebab kram usus ini masih belum diketahui, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kram usus, yakni:

1. Berusaha mengontrol diri agar tidak terlalu stres 

Stres sudah jelas tidak baik untuk tubuh. Tanpa disadari, stres berlebihan dapat memicu kram usus. Oleh karena itulah, Anda harus berusaha mengendaikan diri agar tidak stres kalau tidak ingin terkena kram usus.

Buatlah diri untuk selalu berpikir positif. Anda bisa melakukan hal-hal yang Anda sukai, seperti pergi berlibur, jalan-jalan ke taman sejenak, menonton film favorit, olahraga, atau hobi Anda lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

2. Melakukan olahraga secara rutin 

Ada banyak sekali jenis olahraga yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kram usus, mulai dari yang ringan seperti berjalan santai, jogging, hingga melakukan fitnes. Lakukan saja olahraga yang bisa membuat Anda merasa senang dan tidak terbebani dalam melakukannya.

Dengan rutin berolahraga, organ dalam akan terasa lebih sehat. Selain itu, Anda juga bisa mengurangi berat badan dengan cara rutin berolahraga. 

3. Konsumsi makanan berserat

Makanan yang berserat tinggi bisa membantu usus agar tidak bekerja terlalu keras. Beberapa makanan berserat yang dapat mencegah kram usus adalah sayur bayam, jagung, dan beberapa jenis yoghurt.

Dengan mengonsumsinya secara rutin, Anda akan mendapatkan banyak sekali manfaat, salah satunya mencegah kram usus.

Baca Selengkapnya: 25 Jenis Makanan Berserat Tinggi yang Menyehatkan

4. Hindari makanan pemicu kram usus

Ada beberapa makanan yang bisa menimbulkan kram usus, seperti susu dan keju. Apabila Anda sudah memiliki gejala kram usus, maka segera hindari makanan-makanan tersebut agar tidak memperparah kondisi gejala kram usus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca Selengkapnya: 10 Makanan Penyebab Radang Usus Buntu

Beralihlah ke makanan lain yang lebih sehat dan aman untuk usus Anda, seperti tempe, tahu, dan sayuran hijau. Perbanyaklah konsumsi sayuran karena mengandung banyak mineral yang baik untuk tubuh. 

5. Tidak merokok

Tidak hanya perokok aktif, Anda juga harus menghindari paparan asap rokok. Perokok aktif dan juga perokok pasif sama-sama memiliki kesempatan untuk terkena penyakit kram usus.

Pasalnya, paparan asap rokok saja dapat membuat peredaran darah jadi terhambat. Apalagi bila Anda merokok, maka zat racun dari rokok akan semakin menghambat pasokan darah di seluruh tubuh. Maka itu, segeralah berhenti dan jauhi merokok untuk mencegah kram usus. 

Penyakit kram usus ini bisa kambuh dan tidak, tergantung seberapa padat aktivitas Anda sehari-hari. Keluhan kram usus ada dua tipe, yakni yang berat dan ringan.

Apabila sudah dalam kondisi yang berat, biasanya dokter akan membuatkan Anda resep obat yang berfungsi untuk mengurangi kram pada usus. Anda juga akan disarankan untuk melakukan terapi perilaku kognitif guna meringankan gejalanya.

Jangan tunda lagi untuk periksa ke dokter apabila gejala kram usus terasa semakin parah. Jangan lupa seimbangkan juga dengan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah kram usus kambuh lagi.

Baca Juga: 11 Cara Membersihkan Usus Menggunakan Bahan Alami

23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Brown A. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. June 15, 2017.
Feldman M, et al. Complementary and alternative medicine. In: Sleisenger and Fordtran's Gastrointestinal and Liver Disease: Pathophysiology, Diagnosis, Management. 10th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2016. https://www.clinicalkey.com.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app