Masuk Angin, Tanda Serangan Jantung?

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 1 menit
Masuk Angin, Tanda Serangan Jantung?

Apakah masuk angin juga bisa merupakan tanda serangan jantung ? Istilah masuk angin digunakan saat seseorang mengeluhkan pusing, mual, muntah, dan badan pegal-pegal. Keluhan masuk angin sering disepelekan sehingga sering kali diabaikan atau hanya mengonsumsi obat yang berfungsi untuk mengurangi pegal-pegal atau melakukan kerokan. 

Padahal, masuk angin perlu diwaspadai sebagai tanda awal serangan jantung. Namun Anda juga tidak bisa selalu beranggapan bahwa keluhan masuk angin sudah pasti terkena serangan jantung. Lalu bagaimana membedakan masuk angin biasa dengan masuk angin karena serangan jantung?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Tentang istilah masuk angin

Dalam dunia kedokteran, tidak ada istilah masuk angin. Namun jika dijabarkan, masuk angin merupakan keluhan dengan gejala badan pegal atau terasa berat di bahu, dapat disertai mual dan atau muntah, serta berkeringat dingin. Masuk angin pun kadang disertai sendawa sehingga kerap dikaitkan penyakit maag atau gastritis.

Seseorang yang akan mengalami serangan jantung biasanya mengeluhkan keadaan seperti masuk angin (pusing, mual atau muntah, berkeringat dingin, hingga berdebar-debar) yang disertai keluhan khas nyeri dada spesifik maupun keluhan tidak khas (seperti rasa nyeri pada ulu hati maupun sesak nafas). 

Nyeri dada spesifik yang mengarah ke serangan jantung disertai gejala rasa tidak nyaman di dada (discomfort), terasa seperti tertekan (pressure), terasa terikat kuat di dada (tightness), terasa terbakar di dada (burning) atau terasa berat (heaviness). Kadang-kadang pasien menggambarkannya seperti sensasi tertindih gajah pada dadanya (elephant sitting on my chest). 

Nyeri dada angina ini tidak mengalami perubahan meski menarik nafas atau saat terjadi pergerakan dinding dada. Nyeri dada ini biasanya berlangsung kurang dari beberapa menit dan jarang lebih dari 5 – 10 menit. Namun ada beberapa kasus di mana nyeri dada spesifik terjadi lebih dari 10 menit. 

53 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
This Man's "Cold" Turned Out to Be a Massive Heart Attack. The Healthy. (https://www.thehealthy.com/heart-disease/massive-heart-attack/)
Heart Disease & the Common Cold: Complications, Prevention, and More. WebMD. (https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/heart-disease-colds)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app