ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Cuci Tangan Pakai Sabun vs Hand Sanitizer, Mana yang Lebih Baik?

Dipublish tanggal: Feb 7, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 18, 2020 Waktu baca: 4 menit
Cuci Tangan Pakai Sabun vs Hand Sanitizer, Mana yang Lebih Baik?

Tangan merupakan salah satu sumber penyakit dan paling mudah penularannya. Karena itulah, kita harus rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir untuk membilas bakteri pemicu penyakit yang menempel di tangan. Namun kalau tidak ada sabun, hand sanitizer bisa menjadi penyelamat utama. Lalu, manakah yang bisa membuat tangan lebih bersih dan steril, sabun dan air atau hand sanitizer?

Apa manfaat hand sanitizer?

Hand saniziter adalah gel pembersih tangan yang dapat membantu menghilangkan bakteri dan kuman penyebab di permukaan tangan. Benda yang satu ini tentunya lebih praktis dan bisa dibawa kemana-mana, bahkan menjadi penyelamat saat tidak ada sabun untuk mencuci tangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Hand saniziter memiliki banyak kandungan di dalamnya, salah satunya alkohol. Kebanyakan gel pembersih tangan mengandung etanol yang bekerja sebagai antiseptik untuk mencegah bakteri dan virus, terutama penyebab flu dan batuk. Ada juga kandungan air, pewangi, dan gliserin sebagai penyeimbang.

Dalam hal mencuci tangan, ada beberapa keunggulan hand sanitizer dibandingkan sabun, antara lain:

  • Lebih hemat waktu untuk membersihkan tangan.
  • Cepat mengurangi dan membunuh mikroorganisme yang menempel di tangan.
  • Praktis dan mudah dibawa kemana-mana.
  • Tidak menyebabkan resistensi mikroba.
  • Lebih ramah di kulit, bahkan beberapa di antaranya dapat membantu memperbaiki kondisi kulit.

Menurut studi yang dimuat dalam jurnal Pediatrics tahun 2018, cuci tangan pakai hand sanitizer dapat menurunkan risiko infeksi pernapasan pada balita. Anak yang menggunakan hand sanitizer juga cenderung lebih jarang sakit dan jarang diresepkan antibiotik saat mengalami infeksi pernapasan.

Cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, mana yang paling bersih?

Pada dasarnya, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir maupun hand sanitizer sama-sama bisa melindungi tangan dari bakteri maupun virus. Yang terpenting adalah soal tepat atau tidaknya cara Anda saat mencuci tangan, baik dengan sabun maupun gel pembersih tangan.

Berdasarkan rekomendasi dari CDC, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebaiknya dilakukan sesering mungkin. Cara ini dinilai lebih efektif mengurangi jumlah bakteri dan zat-zat penyebab penyakit yang menempel pada tangan.

Namun, jika tidak ada sabun, Anda dapat menggunakan hand sanitizer sebagai alternatif. Dari segi kebersihannya, sabun dan gel pembersih tangan sama-sama dapat melindungi tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Berikut ini hal-hal penting yang perlu Anda ketahui soal cuci tangan dengan hand sanitizer, antara lain:

1. Gel pembersih tangan tidak bisa menghilangkan semua kuman

Hand sanitizer yang mengandung alkohol memang bisa mengurangi jumlah mikroba di tangan dengan cepat. Akan tetapi, ternyata tidak semua kuman bisa dihilangkan dengan gel pembersih ini. Contohnya bakteri salmonella, E. coli, hingga MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus).

Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir dinilai lebih efektif untuk membilas sejumlah kuman, seperti Cryptosporidium penyebab infeksi usus halus, norovirus penyebab radang pencernaan, dan Clostridium defficile penyebab diare.

Baca Selengkapnya: Malas Cuci Tangan Dapat Sebabkan 7 Penyakit Ini

2. Hand sanitizer tidak efektif untuk tangan yang berminyak

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gel pembersih tangan dapat mencegah penularan penyakit dengan baik, salah satunya di rumah sakit. Namun, hal ini ternyata kurang efektif jika digunakan untuk membersihkan tangan yang tampak sangat kotor atau cenderung berminyak.

Baca Juga: Tips Agar Tidak Ketularan Sakit Habis Jengkuk ke Rumah Sakit

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Melansir dari CDC, manfaat hand sanitizer tidak akan maksimal untuk membersihkan tangan yang habis digunakan untuk mengolah makanan, olahraga, atau berkebun. Anda lebih dianjurkan untuk cuci tangan pakai sabun setelah melakukan aktivitas tersebut.

3. Hand sanitizer tidak dapat menghalau zat kimia berbahaya, seperti pestisida dan logam berat

Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, gel pembersih tangan diketahui tidak dapat menghilangkan banyak jenis bahan kimia berbahaya. Maka itu, jika Anda menyentuh atau terkena bahan kimia, segera cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. 

4. Hand sanitizer lebih praktis dan bisa digunakan dalam kondisi darurat

Dibandingkan sabun cuci tangan, hand sanitizer lebih mudah dan praktis dibawa kemana-mana. Terutama bagi Anda yang sering bepergian ke luar kota atau saat mudik, Anda mungkin pernah kesulitan menemukan sabun untuk mencuci tangan sehingga lebih memilih menggunakan hand sanitizer.

Dalam kondisi darurat yang seperti itu, gel pembersih tangan menjadi alternatif paling tepat. Nah, Anda bisa menyimpan hand sanitizer di dalam tas dan menggunakannya kapan pun diperlukan.

Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir memang lebih efektif melindungi tubuh dari risiko penularan. Akan tetapi, menggunakan hand sanitizer juga bermanfaat daripada tidak cuci tangan sama sekali.

Maka itu, sesuaikan lagi dengan kebutuhan dan kondisi Anda. Utamanya, gunakan sabun dan air mengalir kemudian cuci tangan Anda hingga benar-benar bersih. Kalau tidak ada, gunakanlah gel pembersih tangan dalam kondisi kepepet atau tidak ada tempat cuci tangan maupun sabun. 

Cara pakai hand sanitizer yang benar

Bawalah hand sanitizer ke mana pun Anda pergi untuk berjaga-jaga. Ukurannya yang kecil tidak akan memakan banyak tempat dan Anda pun bisa langsung menggunakannya jika tidak ada sabun untuk mencuci tangan.

Pilih gel pembersih tangan dengan kandungan 60-95% alkohol agar lebih efektif mencegah penularan penyakit lewat tangan. Hand sanitizer mungkin tidak mampu menghalau beberapa jenis kuman, tapi setidaknya hal ini dapat membantu mengurangi pertumbuhan kuman yang menempel di tangan Anda.

Agar memberikan perlindungan maksimal, begini cara pakai hand sanitizer yang benar:

  1. Baca informasi pada label mengenai seberapa banyak gel yang harus digunakan, lalu tuang di salah satu telapak tangan.
  2. Gosokkan kedua telapak tangan Anda hingga merata.
  3. Gosokkan ke seluruh permukaan kedua tangan, mulai dari telapak tangan, punggung tangan, sel-sela jari, hingga bawah kuku. Gosok terus sampai gelnya terasa kering, kurang lebih sekitar 20 detik.

Baca Juga: Bagaimana Cara Cuci Tangan yang Benar?

Jangan langsung bilas atau membersihkan hand sanitizer dari tangan sebelum gelnya mengering. Hal ini bisa membuat manfaat hand sanitizer jadi sia-sia dan kandungan di dalamnya tidak bekerja dengan optimal dalam membersihkan kuman di tangan.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Pediatrics. Effectiveness of a Hand Hygiene Program at Child Care Centers: A Cluster Randomized Trial. (http://pediatrics.aappublications.org/content/early/2018/10/04/peds.2018-1245). 1 November 2018.
Minessota Department of Health. How It Works: Cleaning Hands with Waterless Hand Sanitizer. (https://www.health.state.mn.us/people/handhygiene/clean/howrub.html).
Academy of Nutrition and Dietetics. Which is Best: Hand Sanitizer or Soap and Water? (https://www.eatright.org/homefoodsafety/four-steps/wash/which-is-best-hand-sanitizer-or-soap-and-water). 4 Desember 2019.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app