Kenapa Bisa Cacingan dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Dipublish tanggal: Sep 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Cacingan bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sekalipun. Salah satu faktor penyebab cacingan yaitu kurangnya kebersihan lingkungan sehingga menyebabkan infeksi cacing semakin mudah. 

Beberapa gejala yang ditimbulkan apabila Anda terkena cacingan antara lain: mual, muntah, penurunan berat badan, diare, dan tidak nafsu makan. Penyakit cacingan harus diobati secara tepat, karena apabila tidak, bisa menyebabkan penyakit serius lain seperti anemia. Apabila cacing sampai ke organ tubuh lain, contohnya hati dan otak, maka akan menimbulkan gangguan serius. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Apa Penyebab Cacingan?

Penyebab cacingan bermacam-macam, tergantung jenis cacing yang menginfeksi tubuh Anda. Berikut beberapa jenis cacing penyebab cacingan. 

Cacing Gelang

Cacing gelang memiliki ukuran cukup besar, yaitu antara 10-35 cm. Media perantara cacing gelang bisa masuk ke dalam tubuh adalah melalui tanah dengan telur cacing di dalamnya. 

Apabila telur cacing masuk ke dalam tubuh Anda, maka cacing akan menetas di usus. Tidak berhenti hanya sampai di sana, cacing bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui saluran getah bening atau pembuluh darah dan nantinya bisa sampai ke organ tubuh lain seperti empedu maupun paru-paru. 

Dokter biasanya akan memberikan obat cacing untuk penderita cacingan maupun untuk anggota keluarga penderita. Tujuannya adalah untuk mencegah infeksi cacingan terulang kembali. Pada sebagian orang, obat cacingan bisa menimbulkan efek samping ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan saat pengobatan.

Cacing Pita

Cacing pita biasa disebut juga cestoda. Cacing ini disebut cacing pita karena memiliki bentuk pipih seperti pita dan memiliki ruas pada tubuhnya. Panjang cacing pita antara 4,5 sampai mencapai 9 meter. Cacing pita bisa masuk ke dalam tubuh Anda apabila Anda bersentuhan langsung dengan tanah atau tinja dengan telur cacing pita di dalamnya. 

Kemudian telur cacing pita dapat termakan dan masuk ke dalam tubuh Anda. Cacing pita juga dapat terdapat di makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing pita. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Salah satu contohnya adalah ketika memasak daging sapi, babi, atau ikan dan kurang matang, maka apabila daging mengandung cacing, cacing dapat masuk dan menginfeksi tubuh Anda. 

Cacing Kremi

Cacing kremi adalah salah satu jenis cacing penyebab cacingan dengan warna tubuh putih halus dan memiliki panjang antara 5-13 milimeter. Cacing kremi menyebabkan anak-anak usia sekolah mengalami cacingan. Penyebab umum infeksi cacing kremi yaitu ketika Anda tidak sengaja menelan telur cacing kremi. 

Telur cacing kremi yang mudah menyebar mula-mula masuk ke usus dan berkembang menjadi cacing dewasa setelah beberapa minggu. Infeksi cacing kremi juga mudah menular. 

Apabila telur cacing mencapai anus, maka akan menyebabkan rasa gatal. Apabila Anda menggaruknya, maka telur cacing tersebut akan pindah ke tangan Anda dan bisa menular ke orang lain apabila Anda menyentuh orang lain setelah menggaruk anus yang gatal akibat cacingan.

Cacing Tambang

Cacing tambang merupakan cacing dalam usus halus manusia maupun hewan, seperti anjing dan kucing. Penyebab infeksi cacing tambang yaitu bersentuhan langsung dengan tanah dengan telur cacing tamabng di dalamnya. Cacing tambah bisa tumbuh hingga panjang tubuhnya sekitar 5-13 mm. 

Ketika Anda tidak menggunakan alas kaki saat berjalan, berhati-hatilah karena cacing tambang dapat masuk menembus kulit Anda, masuk ke sistem peredaran darah, dan sampai ke organ tubuh Anda seperti tenggorokan maupun paru-paru. Apabila cacing tidak sengaja tertelan, maka cacing akan menuju usus. 

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Cefspan 100mg cap 1

Pada umumnya, penyakit cacingan banyak terjadi di daerah tropis, lembap, dan sanitasi buruk, seperti Indonesia. Maka, Anda harus lebih memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan Anda. 

Umumnya, dokter akan memberikan obat cacing seperti albendazole, mebendazole, dan praziquantel. Selain itu, dokter juga akan memberikan suplemen zat besi bila Anda mengalami anemia. 

Terkadang, perlu dilakukan operasi bila Anda terkena infeksi cacing berukuran besar dan menyumbat saluran tubuh Anda seperti usus buntu maupun saluran empedu. 

Cara Mencegah Cacingan

Seperti pada penjelasan sebelumnya, cara untuk mencegah cacingan pada umumnya adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, ada beberapa cara lainnya untuk mencegah cacingan, antara lain : 

  • Selalu berjalan menggunakan alas kaki dan tidak menyentuh tanah atau pasir bila tidak menggunakan sarung tangan 
  • Tidak menggaruk bagian anus ketika gatal
  • Selalu memotong kuku agar telur cacing tidak masuk ke kuku
  • Tidak menggigit kuku
  • Selalu mencuci tangan secara teratur, terutama setelah buang air, mengganti popok bayi, sebelum makan, dan sebelum memasak
  • Mengganti sprei dan pakaian dalam setiap hari selama terinfeksi
  • Mencuci pakaian tidur, pakaian dalam, handuk, dan sprei dengan air panas supaya telur cacing hilang 
  • Mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi.
  • Menyimpan daging mentah maupun ikan dengan tepat
  • Memasak daging dan ikan hingga benar-benar matang 
  • Apabila Anda sudah mengalami penyakit cacingan (infeksi cacing), maka Anda dapat membasuh anus Anda setiap pagi hari supaya telur cacing dapat berkurang jumlahnya
  • Segera berkonsultasi dengan dokter terdekat apabila Anda atau anggota keluarga Anda mengalami gejala cacingan 

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app