Olahraga dan Kebugaran

Kaki Rata Alami Rasa Nyeri saat Berlari? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Jul 11, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Waktu baca: 2 menit
Kaki Rata Alami Rasa Nyeri saat Berlari? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lari merupakan olahraga yang menggerakan seluruh otot kaki. Orang yang terbiasa melakukan olahraga lari biasanya memiliki otot dan tulang kaki yang kuat. Hal ini berbeda dengan orang yang memiliki kaki rata atau datar. 

Orang yang memiliki kaki rata justru sering mengalami rasa nyeri setelah berlari. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Simak penjelasan berikut:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kaki rata

Sekitar 20-30% dari populasi manusia memiliki kaki rata atau datar. Kaki normal memiliki lengkungan di bagian dalam kaki yang sedikit terangkat ke tanah. Orang yang memiliki kaki rata atau datar tidak memiliki lengkungan tersebut. 

Kalaupun punya, lengkungan kaki yang dimiliki sangat rendah dan hampir menyentuh tanah. Orang yang mempunyai kaki rata biasanya mudah mengalami nyeri tumit, nyeri lutut, nyeri pergelangan kaki, hingga nyeri pada punggung bagian bawah.

Ada 2 jenis kaki rata, yaitu fleksibel flat feet dan rigid flat feet. Orang yang memiliki fleksibel flat feet dapat dilihat dari lengkungan kaki saat diangkat. Kaki akan tampak tanpa beban serta permukaan kaki akan terlihat rata saat tertimpa beban di atas punggung kaki. 

Sedangkan rigid flat feet merupakan kaki rata yang disebabkan oleh struktur tulang, bukan karena otot yang fleksibel.

Rasa nyeri pada kaki rata

Rasa sakit yang terjadi bukan disebabkan karena bentuk kaki, melainkan karena overpronasi. Pronasi merupakan gerakan normal kaki, dimana setiap akhir langkah akan menyerap benturan saat menyentuh tanah. Overpronasi terjadi ketika pergelangan kaki berputar ke dalam terlalu jauh dan ditandai dengan kedua kaki menunjuk ke luar saat berdiri. 

Overpronasi menyebabkan sendi pergelangan kaki memanjang, sehingga tulang kaki bagian bawah dan bagian atas berputar ke dalam. Hal ini menyebabkan stres, sehingga muncul rasa nyeri pada pergelangan kaki, sendi lutut, otot kaki bagian bawah dan pinggul.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Cara merawat kaki rata

Kaki rata biasanya disebabkan karena faktor genetik dan tidak bisa disembuhkan. Kaki rata tidak membahayakan, sehingga tidak membutuhkan perawatan khusus. Pengobatan pada pasien kaki rata dilakukan jika mengalami nyeri dan overpronasi. Biasakan melakukan peregangan kaki, agar pergerakan kaki tidak semakin berputar ke dalam. 

Selain itu, penderita kaki rata juga disarankan untuk tidak mengangkat beban terlalu berat, sehingga meringankan kerja punggung, lutut, dan telapak kaki.

Selain itu, menggunakan sepatu berukuran pas juga dapat meringankan gejala nyeri akibat kaki rata. Mengenakan sol sepatu tambahan bagi penderita kaki rata akibat tendinitis tibialis posterior juga dapat dilakukan untuk meringankan peradangan yang terjadi. 

Orang dengan kaki rata yang merasa nyeri juga disarankan untuk beristirahat dan tidak melakukan aktivitas berat, sampai rasa nyeri hilang.

Hal yang diperhatikan saat memilih sepatu untuk si kaki rata

Pilihlah sepatu yang dapat mengurangi terjadinya overpronasi. Sepatu yang menggunakan midsole dapat dipilih karena mendukung kestabilan dan kontrol gerak, sehingga dapat mencegah pronasi berlebihan. 

Selain itu, Anda juga harus memilih sepatu yang melengkung di bagian kaki, bukan melengkung di bagian dalam; pastikan bagian belakang sepatu kaku dan tidak bisa dibengkokkan; serta carilah sepatu dengan sol yang ukurannya lebar, sehingga memberikan ruang pada telapak kaki.

Orang yang memiliki kaki rata biasanya mudah mengalami rasa nyeri saat berlari. Hal ini terjadi karena pronasi yang berlebihan. Untuk mencegah overpronasi saat berlari, sebaiknya pilihlah ukuran sepatu yang pas dan memiliki sol yang cukup lebar sehingga memberikan ruang pada telapak kaki. 

Jika rasa nyeri tidak juga hilang, sebaiknya istirahat dan hindari melakukan aktivitas yang berat.

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Before Running, See Your Podiatrist & Wear Proper Footwear. American Academy of Podiatric Sports Medicine (AAPSM). (Accessed via: http://www.aapsm.org/running.html)
Flat feet. NHS (National Health Service). (Accessed via: https://www.nhs.uk/conditions/flat-feet/)
Flat Feet: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment. Verywell Health. (Accessed via: https://www.verywellhealth.com/flat-feet-causes-and-associated-medical-problems-1337682)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app