Jantung Berdebar - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 7, 2019 Update terakhir: Nov 5, 2020 Waktu baca: 3 menit

Apa penyebab jantung sering berdebar?

Jantung adalah alat pompa darah tubuh kita dan berdetak setiap detiknya tanpa kita sadari. Normalnya pada orang dewasa, jantung berdetak 60-100 kali per menit dengan irama yang teratur. Namun kita suka merasakan jantung kita berdebar – debar tanpa sebab yang jelas. Jantung berdebar atau dalam bahasa kedokteran sering disebut palpitasi, merupakan keadaan dimana jantung berdetak lebih kuat, cepat, dan terkadang tidak beraturan. Sensasi tersebutgt;dapat dirasakan di areagt;tenggorokan dan leher.

Penyebab palpitasi sangat beragam bisa karena gaya hidup, masalah psikologis, olahraga yang berlebihan, obat ataupun penyakit tertentu. Dalam beberapa kasus, palpitasi tidak berbahaya, tetapi jika bersamaan dengan sesak di dada atau pusing bisa berakibat fatal jika tidak tindaklanjuti. Kondisi tersebut dapat menjadi pertanda ada masalah di jantung kita. Maka dari itu, penting untuk mengenali penyebab dan gejala jantung berdebar.

Penyebab Jantung Berdebar

Gaya hidup

  • Terlalu banyak mengkonsumsi kafein atau alkohol, makan terlalu banyak, makan pedas, makanan yang memiliki kadar lemak, karbohidrat atau MSG yang tinggi.
  • Lonjakan hormon adrenalin, seperti saat kita merasa cemas, terlalu senang, stress, takut ataupun gugup. Serangan panik juga dapat diikuti dengan mual, gemetar, dan berkeringat.
  • Merokok dan pengguna narkoba.

Penggunaan obat

  •  Efek samping dari obat asma seperti inhaler, obat untuk mengobati tiroid, obat batuk pilek yang mengandung pseudoephedrine dan sejenisnya, dekongestan, obat anti-aritmia, obat diet, obat antidepressant, antibiotik, antijamur, antihistamin, ataupun obat tekanan darah tinggi.

Kondisi kesehatan

Menstruasi, kehamilan, menopause

  • Palpitasi juga bisa disebabkan karena perubahan hormone pada saat menstruasi, kehamilan atau menopause. Tetapi biasanya itu hanyalah bersifat sementara.

Gejala yang timbul 

Jantung berdebar juga dapat diikuti dengan beberapa gejala lainnya seperti tubuh lemas, sesak napas, keringat berlebih, pusing hebat, pingsan, dada sakit seperti ditekan, nyeri dibagian lengan, leher, rahang, atau punggung, dan denyut jantung tidak membaik setelah beristirahat. Jika terjadi gejala gejala seperti di atas, harap hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut karena bisa jadi merupakan kondisi yang lebih serius.

Diagnosis Jantung Berdebar

Jika anda pergi menemui dokter, hal – hal yang akan dokter lakukan adalah pemeriksaan fisik, menanyakan aktivitas fisik pasien, tingkat stress, obat yang sering digunakan, dan kondisi pasien. Dokter juga bisa saja merujuk anda ke dokter spesialis jantung, dan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah, tes urine, elektrokardiografi (EKG), USG jantung atau echokardiografi, foto rontgen dada, angiografi coroner, monitor aktivitas listrik jantung selama 24 jam dengan alat khusus (Holter monitor). Pemeriksaan kelenjar tiroid juga terkadang masuk kedalam pemeriksaan lanjutan karena diduga dapat memicu terjadinya palpitasi.

Komplikasi pada Jantung Berdebar

Komplikasi sangat jarang ditemukan dengan palpitasi, tetapi dalam beberapa kasus dapat ditemukan komplikasinya seperti stroke, henti jantung, atau gagal jantung.

Pengobatan yang harus dilakukan

Jantung berdebar yang bersifat sementara pada umumnya tidak perlu pengobatan khusus, hanya memerlukan istirahat yang cukup. Tetapi, jika sering terjadi dan diikuti dengan gejala lainnya seperti pusing, nyeri dada, atau pingsan, dan tanpa pemicu yang jelas, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter. Beberapa cara untuk mengurangi jantung berdebar:

  • Menghindari faktor pemicu (stress, kafein, minuman berenergi, narkoba).
  • Meredakan kecemasan dengan cara metode relaksasi seperti yoga, meditasi oleh pernapasan atau aromaterapi.
  • Hentikan konsumsi yang dapat menyebabkan palpitasi seperti merokok, makanan karbohidrat tinggi, tinggi lemak, MSG.
  • Pola makan sehat juga bisa menghindari anda dari masalah ini.
  • Turunkan berat badan jika anda merasa perlu, dan jaga berat badan ideal anda.
  • Konsultasikan obat – obatan yang anda sedang konsumsi dan lihat efek sampingnya. Jangan berhenti mengkonsumsi obat yang sedang diresepkan dokter secara tiba – tiba. Anda perlu menanyakan dahulu kepada dokter anda.

Sangat penting untuk mencatat jika palpitasi sering terjadi, catat kapan biasa terjadi palpitasi, dan cobalah lihat pola hidup anda atau obat yang sedang anda konsumsi, jika tidak juga membaik, segera hubungi dokter. Semoga bermanfaat.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Pietrangelo, A. Healthline (2017). What Causes Palpitations? (https://www.healthline.com/symptom/palpitations)
Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Heart Palpitation. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app