Jangan Langsung Tidur, 6 Hal Ini Wajib Dilakukan Setelah Bercinta

Dipublish tanggal: Jul 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 4, 2019 Waktu baca: 3 menit
Jangan Langsung Tidur, 6 Hal Ini Wajib Dilakukan Setelah Bercinta

Kebanyakan pasangan memutuskan untuk segera tidur setelah berhubungan seksual. Wajar saja, sebab kegiatan seksual selalu membuat pasangan kelelahan dan ingin segera beristirahat. Namun selelah apa pun rasanya, sebaiknya jangan langsung tidur, ya! 

Ada beberapa ritual penting yang harus dilakukan agar Anda dan pasangan terhindar dari risiko penyakit setelah berhubungan seksual. Salah satunya adalah kemungkinan terjadinya infeksi kulit di area kelamin hingga ke saluran kencing.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Lakukan hal ini untuk cegah infeksi setelah berhubungan seks

Pertukaran bakteri menjadi hal yang mungkin saja terjadi ketika Anda berhubungan seksual. Hal itulah yang disinyalir menjadi alasan terbesar timbulnya berbagai risiko kesehatan di area reproduksi.

Agar terhindar dari risiko penyakit, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini tepat setelah berhubungan seksual dan sebelum Anda berdua kembali tidur, antara lain: 

1. Segera mencuci tangan

Menyentuh kelamin pasangan satu sama lain menjadi salah satu tahap pemanasan alias foreplay yang bisa memanaskan suasana di ranjang. Namun, pastikan tangan Anda benar-benar bersih dulu. 

Jika tangan tidak bersih, maka kontaminasi bakteri dari tangan bisa berpindah ke kelamin Anda maupun pasangan. Oleh karena itu, segeralah cuci tangan dengan air bersih untuk menghilangkan bakteri yang dikhawatirkan masih menempel di tangan.

2. Segera buang air kecil

Beberapa pakar kesehatan menyebutkan bahwa aktivitas bercinta dapat mengantarkan sejumlah bakteri merugikan ke area saluran kencing. Agar ini tidak terjadi, Anda dan pasangan harus segera buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual.

Hal tersebut menjadi antisipasi terbaik supaya penyebaran bakteri tidak semakin meluas.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

3. Segera basuh alat kelamin

Hal penting selanjutnya adalah segera membasuh area kelamin dengan air. Para praktisi kesehatan menyebutkan bahwa sabun berbahan lembut dan air hangat menjadi perpaduan sempurna untuk membersihkan area genital.

Pastikan Anda membasuh area kelamin dengan arah yang benar, yaitu dari depan ke belakang atau menuju area anus. Hal ini sangat penting bagi wanita agar jangan sampai salah arah saat membasuh alat kelaminnya.

Pasalnya, membasuh alat kelamin dari depan ke belakang merupakan tindakan antisipasi perpindahan bakteri dari anus ke vagina. Setelah itu, segera keringkan area genital agar tidak lembap dan memicu pertumbuhan bakteri.

Baca Juga: Panduan Membersihkan Daerah Kewanitaan yang Benar Setelah Berhubungan Intim

4. Hindari menggunakan pembersih kewanitaan

Penggunaan pembersih kewanitaan sebaiknya harus berdasarkan resep dokter, supaya tidak menyalahi penggunaan dan batas normal yang ditentukan. Pemakaian produk pembersih yang tidak tepat dapat mengganggu konsentrasi bakteri baik yang menjaga kadar pH di area vagina. Bukannya bikin sehat, hal ini justru membuat vagina berisiko iritasi dan hingga memicu keputihan yang abnormal.

5. Gunakan pakaian dalam yang tepat

Anda harus benar-benar memperhatikan jenis bahan atau kain yang digunakan pada pakaian dalam. Pilih celana dalam berbahan katun yang lebih mampu menyerap keringat dan menjaga perputaran udara supaya tidak lembab.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Gunakan pakaian dalam yang pas, tidak ketat, dan tidak terlalu longgar. Area genital yang terlanjur lembab dan panas akan menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri jahat untuk merusak kelembaban area tersebut.

Baca Selengkapnya: Bagaimana Tips Memilih Celana Dalam dan Bra yang Sehat?

6. Segera minum air

Minum air yang cukup dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan dan mendorong Anda untuk segera kencing. Semakin sering Anda buang air kecil setelah berhubungan seksual, maka akan semakin banyak kemungkinan bakteri jahat yang keluar bersama urine. Dengan demikian, risiko infeksi menjadi lebih rendah.

Perhatikan penggunaan alat kontrasepsi

Bagi Anda yang ingin menunda atau tidak ingin punya anak lagi, maka penggunaan alat kontrasepsi menjadi hal yang penting setelah rutin berhubungan seksual. Selalu diskusikan bersama pasangan dan dokter spesialis soal pemilihan alat KB yang cocok dengan kebutuhan dan kondisi Anda. 

Pastikan alat KB yang anda pilih terasa nyaman, baik bagi diri sendiri dan pasangan. Dengan begitu, hubungan Anda bersama pasangan akan semakin harmonis dari waktu ke waktu.

Sebelum kembali tidur, jangan lewatkan 6 aktivitas di atas setelah berhubungan seksual. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan alat reproduksi dari penyebaran kuman atau bakteri penyebab penyakit genital. Jangan lupa ingatkan pasangan Anda juga, ya!

Baca Selengkapnya: 10 Jenis Alat Kontrasepsi Paling Populer di Indonesia

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Yeast infection after sex: Causes, risk factors, and prevention. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/326110)
Sex: How does it impact brain activity?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/321428)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app