Kenali ITP dari Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: Mar 22, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 342.304 orang

Idiopathic Thrombocytopenic Purpura, gejala dan pengobatannya

Saat melihat bercak kemerahan pada tubuh anak-anak, sebagai orang tua hendaknya Anda  segera waspada, karena bercak kemerahan yang timbul pada tubuh anak-anakgt;dapat merupakan tanda sebuah penyakit serius yang dapat mengancam nyawa. Sering kali bercak kemerahan pada seluruh tubuh anak-anak adalah tanda dari demam berdarah, tetapi bercak kemerahan pada anak tidak selalu disebabkan oleh demam berdarah, bercak kemerahan pada kulit anak-anak dapat disebabkan oleh suatu kelainangt;pendarahan yang dikenal dengan istilah Idiopathic Thrombocytopenic Purpura atau disingkat ITP. Untuk lebih jelasnya mari disimak artikel yang satu ini.

Apa itu Idiopathic Thrombocytopenic Purpura?

Idiopathic Thrombocytopenic Purpura atau ITP biasanya ditandai dengan munculnya memar dan perdarahan. yang terjadi akibat faktor trombosit yang berperan dalam pembekuan darah tidak bekerja dengan baik. Bagaimana trombosit tidak berfungsi sebagaimana mestinya masih tidak diketahui penyebabnya (idiopathic).

Trombosit diproduksi di sumsum tulang. Mereka berfungsi menghentikan pendarahan dengan membentuk gumpalan yang menutup luka atau sobekan kecil di dinding dan jaringan pembuluh darah. Jika darah Anda tidak memiliki trombosit yang cukup, maka proses penggumpalan akan berjalan lambat, sehingga pendarahan internal atau perdarahan pada atau di bawah kulit dapat terjadi.

Orang-orang dengan ITP sering memiliki banyak memar ungu yang disebut purpura. Purupura bisa munvul pada kulit atau selaput lendir di dalam mulut. Memar-memar ini juga dapat muncul sebagai titik-titik merah atau ungu berukuran kecil yang disebut petechiae. Petechiae ini sering disalah artikan dengan ruam kulit yang sering ditemukan pada penyakit demam berdarah.

ITP dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Tampaknya usia dan jenis kelamin mempengaruhi perkembangan ITP. Pada usia yang lebih muda, ITP mungkin lebih sering terjadi pada wanita. Sedangkan pada usia yang lebih tua, ITP mungkin lebih sering terjadi pada pria. Anak-anak biasanya menderita kondisi ini setelah terkena penyakit akibat infeksi virus. Beberapa virus tertentu, seperti cacar air, gondongan, dan campak, juga dilaporkan berhubungan dengan ITP.

Bagaimana seorang dokter dapat mendiagnosis seseorang mengidap ITP?

Kelainan pendarahan seperti ITP, demam berdarah dan leukemia memiliki gejala klinis yang hampir mirip. Ketiganya memiliki gejala akibat terjadinya pendarahan spontan seperti :

  • Luka memar tanpa adanya benturan atau dengan benturan yang lemah
  • petechiae sering ditemukan pada kaki bagian bawah
  • mimisan spontan
  • pendarahan dari gusi
  • darah dalam urin
  • darah pada kotoran
  • menstruasi yang berat secara abnormal
  • perdarahan berkepanjangan akibat luka
  • perdarahan yang banyak selama operasi

Selain dari gejala yang ditimbulkan, biasanya jika seseorang mengalami pendarahan spontan, maka seorang dokter akan melakukan pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan fungsi hati dan ginjal, pemeriksaan sel darah di bawah mikrosikop dan pemeriksaan sumsum tulang belakang.

Pada demam berdarah Anda dapat menemukan seseorang menderita demam sebelum bintik-bintik merah muncul, sedangkan pada leukemia Anda dapat mengecek bahwa terdapat kelainan pada sumsum tulang yang mengakibatkan trombosit dihancurkan pada sumsum tulang.

Seorang dokter mendiagnosis seseorang menderita ITP jika kadar trombosit dalam darah menurun dan dari pemeriksaan laboratorium lain tidak ditemukan adanya penyebab yang jelas mengapa pendarahan spontan seperti petechiae bisa terjadi.

Pengobatan apa yang dapat diberikan untuk mengobati ITP?

Pengobatan ITP tergantung dari gejala yang ditimbulkan, Sebagai contoh, anak-anak yang menderita ITP akut biasanya sembuh dalam waktu enam bulan atau kurang tanpa perawatan apa pun.

Sedangkan pada orang dewasa dengan kasus ITP yang tidak begitu parah mungkin juga tidak memerlukan pengobatan. Namun, dokter akan tetap memantau jumlah trombosit dan sel darah merah Anda untuk memastikan Anda tidak memerlukan perawatan di masa depan. Jumlah trombosit yang terlalu rendah membuat Anda berisiko mengalami perdarahan spontan di otak dan organ lain. Jumlah sel darah merah yang rendah juga bisa menjadi tanda perdarahan internal.

Jika pendarahan yang Anda alami cukup parah dan tidak sembuh dalam jangka waktu yang lama, Anda mungkin membutuhkan terapi dengan obat-obatan. Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati ITP meliputi:

  • Kortikosteroid

Dokter Anda mungkin meresepkan kortikosteroid, seperti prednisone (Rayos), yang dapat meningkatkan jumlah trombosit Anda dengan mengurangi aktivitas sistem kekebalan Anda

  • Imunoglobulin intravena (IVIg)

Jika pendarahan Anda telah mencapai tingkat kritis atau Anda akan menjalani operasi dan perlu meningkatkan jumlah trombosit Anda dengan cepat, Anda mungkin diberikan imunoglobulin intravena (IVIg)

  • Imunoglobulin anti-D 

Terapi ini diberikan untuk orang yang memiliki golongan darah dengan Rh-positif. Seperti terapi IVIg, itu dapat dengan cepat meningkatkan jumlah trombosit, dan mungkin bekerja lebih cepat daripada IVIg. Namun perlu diingat terapi ini menimbulkan efek samping yang lebih serius. Oleh karena itu jika ingin memilih pengobatan ini, Anda harus berkonsultasi dengan dokter

  • Rituximab (Rituxan) 

Rituximab adalah terapi antibodi yang menyerang sel-sel kekebalan yang bertanggung jawab untuk memproduksi protein yang menyerang trombosit. Namun penggunaan obat ini juga memiliki efek samping yang berbahaya, apalagi jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang

  • Agonis reseptor trombopoietin

Agonis reseptor trombopoietin, termasuk romiplostim (Nplate) dan eltrombopag (Promacta), membantu mencegah memar dan pendarahan dengan membantu sumsum tulang Anda menghasilkan lebih banyak trombosit. Kedua obat ini telah disetujui oleh Administrasi Makanan dan Obat di AS (FDA) untuk pengobatan jumlah trombosit yang rendah karena ITP kronis

Jika obat-obatan di atas tidak memperbaiki gejala Anda, dokter Anda mungkin memilih untuk meresepkan obat lain, seperti:

Imunosupresan general

Imunosupresan general menghambat aktivitas keseluruhan sistem kekebalan. Mereka tidak menargetkan komponen spesifik sistem kekebalan yang terkait dengan ITP.Obat-obatan golongan ini termasuk:

  • cyclophosphamide (Cytoxan)
  • azathioprine (Imuran, Azasan)
  • mycophenolate (CellCept)

Namun, mereka memiliki efek samping yang signifikan. Sering kali itu hanya digunakan pada kasus-kasus berat yang belum ditanggapi dengan perawatan lain.

Antibiotik

Helicobacter pylori, yang merupakan bakteri yang menyebabkan kebanyakan tukak lambung, berhubungan dengan terjadinya ITP pada beberapa orang. Terapi antibiotik untuk membunuh H. pylori telah terbukti membantu meningkatkan jumlah trombosit pada individu tertentu.

Operasi

Jika Anda menderita ITP parah dan terapi menggunakan obat-obatan tidak memperbaiki gejala atau jumlah trombosit, dokter mungkin menyarankan pembedahan untuk mengangkat limpa. Ini disebut splenektomi. Limpa Anda terletak di perut kiri atas Anda. Splenektomi biasanya tidak dilakukan pada anak-anak. Splenektomi juga meningkatkan risiko infeksi bakteri tertentu di masa depan.

Sebagian besar orang dengan ITP, tidak memiliki kondisi yang serius atau mengancam jiwa. ITP akut yang sering terjadi pada anak-anak biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu enam bulan atau kurang tanpa pengobatan. ITP kronis dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Orang bisa hidup selama beberapa dekade dengan penyakit ini, bahkan pada orang dengan kasus yang parah. Banyak orang dengan ITP mampu mengatasi kondisi mereka tanpa menimbulkan komplikasi kesehatan jangka panjang atau masa hidup yang berkurang.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit