Isothipendyl: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 16, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Mei 16, 2019 Waktu baca: 3 menit

Ketika Anda memiliki reaksi alergi, tubuh Anda akan melepaskan zat yang disebut histamin. Histamin menyebabkan gejala alergi seperti gatal-gatal, pembengkakan pada area wajah, tangan, kaki dan area lain di sekitar tubuh ketika histamin berikatan dengan reseptor pada sel-sel tertentu dalam tubuh Anda. Tentu saja untuk menangkal efek histamin, dalam dunia medis menggunakan obat-obatan yang dikenal dengan obat antihistamin yang bekerja dengan cara mengurangi efek histamin pada reseptor sel tertentu. 

Antihistamin dapat membantu mengobati gejala seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Ada beberapa jenis obat antihistamin yang dapat Anda gunakan. Obat Antihistamin bisa didapatkan di apotek terdekat tanpa resep dokter (over-the-counter/OTC), tetapi ada baiknya jika Anda memeriksakan diri Anda ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan ingin menggunakan obat ini. 

Antihistamin generasi pertama

Antihistamin oral OTC generasi pertama, termasuk diphenhydramine dan chlorpheniramine, adalah kelompok obat antihistamin yang tertua. Selain sebagai menghilangkan gejala-gejala di atas, antihistamin generasi pertama juga dapat digunakan sebagai obat penenang, yang berarti mereka cenderung membuat Anda mengantuk setelah Anda menggunakannya. Mereka juga tidak bertahan lama dalam sistem Anda, jadi mereka Membutuhkan dosis yang lebih sering daripada generasi yang lebih baru. Merek generasi pertama termasuk Benadryl dan Chlor-Trimeton, Isothipendyl dan lain-lain.

Mengenai Isothipendyl

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Sirup, tablet, krim, gel

Kandungan:

Obat antihistamin

Kegunaan Isothipendyl

Isothipendyl adalah obat antihistamin H1 generasi pertama dan antikolinergik yang digunakan sebagai antipruritic (menghilangkan gatal-gatal). Saat ini obat ini jarang digunakan sebagai obat alergi pilihan pertama karena efek samping antikolinergik yang menyebabkan mengantuk tetapi dalam kasus-kasus tertentu, obat ini dapat berguna sebagai aplikasi topikal dalam menghilangkan gigitan serangga dan gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga tersebut (pruritus).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Isothipendyl, turunan azaphenothiazine, secara kompetitif berikatan dengan reseptor histamin (H1), menghasilkan penghambatan efek farmakologis histamin, juga memiliki efek sedatif, antikolinergik, dan antiserotoninergik.

Dosis dan sediaan obat Isothipendyl

Dosis penggunaan obat adalah sebagai berikut:

  • Pemberian oral (diminum) untuk mengatasi kondisi alergi
    • Dewasa: 12-24 mg / hari dalam dosis terbagi, Dosis maksimum: 36 mg / hari
    • Anak: 4-6 mg / hari dalam dosis terbagi
  • Topikal (obat luar) untuk megatasi gangguan kulit pruritus (gatal-gatal)
    • Dewasa: Oleskan lapisan tipis pada area yang terkena sekali sehari atau sesuai kebutuhan

Penting untuk menggunakan obat ini persis seperti yang diresepkan oleh dokter Anda. Jika Anda melewatkan satu dosis, sesegera mungkin gunakan obat yang terlewat dan lanjutkan dengan jadwal rutin Anda.

Jika hampir waktunya untuk dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan Jangan mengambil atau menggunakan dosis ganda untuk mengganti dosis yang terlewat. Jika Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan setelah melewatkan dosis, hubungi dokter atau apoteker Anda untuk minta petunjuk lebih lanjut.

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan obat Isothipendyl?

Seperti penggunaan obat-obatan lainnya, Isothipendyl memiliki berbagai macam efek samping di antaranya retensi urin (kesulitan buang air kecil), tekanan darah rendah, mulut kering, konstipasi, diskinesia orofasial (kesulitan menggerakan mulut), somnolen (tampak mengantuk setiap saat), vertigo, hipotonia otot (otot yang lemah), gangguan pada mata untuk fokus.

Sedangkan pada penggunaan secara topikal penggunaan isothipendyl dapat menyebabkan efek samping seperti Erupsi kulit, fotosensitifitas, ruam. Efek samping lain mungkin dapat ditimbulkan oleh penggunaan obat ini. Jika Anda memiliki masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh penggunaan obat ini, segera laporkan keluhan Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang adekuat. 

Apakah Isothipendyl aman digunakan bersamaan dengan obat lain?

Belum ada penelitian lebih lanjut yang membuktikan bahwa obat ini dapat berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan obat lain. Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan bersama dengan alkohol. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Apakah Isothipendyl aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bibas, N., Sartor, V., Bulai Livideanu, C., Bagheri, H., Nougué, J., & Giordano-Labadie, F. et al. (2012). Contact Photoallergy to Isothipendyl Chlorhydrate. Dermatology, 224(4), 289-291. https://doi.org/10.1159/000338024. Karger Publishers. (https://www.karger.com/Article/Abstract/338024)
Isothipendyl: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution. MIMS.com. (https://www.mims.com/philippines/drug/info/isothipendyl?mtype=generic)
Moreau, A., Dompmartin, A., Dubreuil, A. and Leroy, D. (1995), Phototoxic and photoprotective effects of topical isothipendyl. Photodermatology, Photoimmunology & Photomedicine, 11: 50-54. doi:10.1111/j.1600-0781.1995.tb00139.x. Wiley Online Library. (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1600-0781.1995.tb00139.x)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app