Hindari 4 Hal Ini Setelah Minum Pil Kb Agar Tidak Mual

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 24, 2019 Waktu baca: 2 menit
Hindari 4 Hal Ini Setelah Minum Pil Kb Agar Tidak Mual

Salah satu cara untuk melakukan pencegahan terhadap kehamilan yaitu dengan mengkonsumsi pil kb yang berisi hormon. Melalui alat kontrasepsi inilah yang dapat menunda kehamilan Anda asalkan Anda menggunakannya dengan cara yang benar. 

Pil kb menjadi alat kontrasepsi yang cukup efektif digunakan asalkan Anda menggunakannya sesuai dengan aturan yang disarankan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Efek samping yang sering kali dirasakan oleh wanita setelah mengkonsumsi pil kb yaitu perut merasakan mual seperti orang sedang hamil. Memang efek samping ini tidak dirasakan oleh semua wanita, namun hal ini perlu segera ditangani agar tidak mengganggu aktivitas harian yang biasanya Anda lakukan dalam sehari-hari.

Untuk menghindari rasa mual setelah mengkonsumsi pil kb, Anda bisa melakukan 4 hal berikut ini:

Setelah mengkonsumsi obat kb, maka jangan langsung berbaring

Setelah Anda minum pil kb, maka Anda tidak disarankan untuk langsung tidur atau berbaring. Hal ini karena pil kb akan bekerja dalam hormon Anda. Jika kesalahan ini Anda lakukan, maka efek samping berupa rasa mual pun dapat menyerang Anda. Pada biasanya rasa mual tersebut terjadi setelah Anda bangun tidur.

Rasa mual yang Anda rasakan setelah bangun tidur hampir seperti orang hamil atau nyidam, sedangkan Anda tidak dalam kondisi hamil. Namun hal ini terjadi karena kesalahan Anda dalam mengkonsumsi pil KB.

Pastikan Anda tidak memiliki keluhan pada lambung

Keluhan masalah kesehatan terhadap lambung dapat menyebabkan rasa mual yang berlebihan setelah Anda mengkonsumsi pil kb. Tidak hanya rasa mual saja yang diakibatkan dari pil kb, namun jika Anda memiliki penyakit asam lambung maupun dispepsia, maka akan menimbulkan muntah juga. 

 Untuk mengatasi rasa mual akibat penyakit lambung, Anda bisa mengkonsumsi banyak air putih, beristirahat, sering makan dalam porsi yang kecil dan mengkonsumsi obat lambung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Domperidone if 10mg tab 1

Pastikan bahwa perut sudah terisi sebelum minum pil kb

Sangat disarankan bagi Anda untuk mengonsumsi pil kb dalam kondisi perut isi. Perut tidak harus berisi asi, akan tetapi dapat juga Anda makan buah-buahan atau roti terlebih dahulu, yang terpenting jangan minum pil kb saat perut dalam kondisi kosong. 

Apabila Anda minum pil kb ketika perut kosong, maka jangan heran apabila Anda langsung merasakan mual setelah mengkonsumsi nya.

Rasa mual tersebut bersumber karena pil kb memiliki kandungan berupa hormon estrogen, sehingga saat perut Anda kosong akan lebih memperparah rasa mual tersebut. Anda bisa makan apa pun yang penting perut tidak dalam kondisi kosong.

Tidak mengkonsumsi banyak air putih

Mengkonsumsi air putih yang terlalu sedikit dapat menimbulkan rasa mual setelah mengkonsumsi pil kb. Untuk menghindari rasa mual dan dehidrasi, Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih sebanyak mungkin, terutama sebelum dan sudah mengkonsumsi pil kb. 

Semakin banyak Anda mengkonsumsi air putih, maka akan semakin terhindarkan dari rasa mual.

Bagi Anda yang baru pertama kalinya menggunakan pil kb dan sering kali mengalami mual, mungkin Anda melakukan ke 4 kesalahan seperti yang ada di atas. 

Untuk melakukan pencegahannya pun bisa dilakukan dengan cara yang cukuplah mudah, karena Anda bisa mengikuti anjuran-anjuran seperti yang ada di atas. Selain rasa mual, biasanya mengkonsumsi pil kb juga bisa menimbulkan efek seperti sakit kepala, keputihan dan nyeri pada payudara.

27 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hatcher RA, et al. Combined oral contraceptives (COCs). In: Contraceptive Technology. 20th edition. New York, N.Y.: Ardent Media Ltd.; 2011.
Martin KA. Risks and side effects associated with estrogen-progestin contraceptives. https://www.uptodate.com/contents/search.
Stewart M, et al. Choosing a combined oral contraceptive pill. Australian Prescriber. 2015;38:6.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app