Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kebiasaan Sehat

Hal-Hal yang Perlu Diketahui Tentang Tes Pap Smear

Update terakhir: NOV 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 570.105 orang

Tes pap smear atau juga disebut tes pap merupakan pemeriksaan dokter yang digunakan untuk menguji kanker serviks pada wanita. Tes ini juga menunjukkan perubahan pada sel dinding rahim Anda yang dapat berubah menjadi kanker di kemudian hari.

Prosedur

Tes ini dilakukan di ruangan dokter atau klinik dan membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 20 menit. Anda akan berbaring di atas kursi dan kaki Anda ditempatkan pada sanggurdi. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Anda akan diminta untuk membuka kaki Anda dan dokter akan memasukkan perangkat yang terbuat dari logam atau plastik yang bernama spekulum ke dalam vagina Anda. 

Dokter akan menggunakan spekulum untuk memperlebar dinding vagina. Hal ini dapat membantu dokter untuk memeriksa dinding rahim Anda. Dokter Anda akan menggunakan alat penyeka untuk mengambil sel dari dinding rahim Anda. 

Kemudian dokter akan menempatkan sel tersebut pada tabung kecil berisi cairan dan mengirimnya ke laboratorium untuk diteliti. Tes pap ini tidak menyebabkan rasa sakit namun Anda akan merasa sedikit rasa tercubit atau tertekan.

Hasil Tes Pap

Dokter Anda akan mendapatkan hasil tes dalam beberapa hari. Hasil tes dapat berupa positif atau negatif. Hasil negatif sebenarnya sesuatu yang bagus. 

Hal tersebut berarti dokter Anda tidak menemukan adanya sel yang terlihat aneh pada dinding rahim Anda. Anda tidak perlu melakukan tes pap lanjutan hingga jadwal tes pap selanjutnya.

Namun jika hasil tes positif bukan berarti Anda memiliki kanker serviks. Anda mungkin memiliki sedikit peradangan atau mungkin Anda memiliki sedikit perubahan sel minor yang dokter sebut displasia. Beberapa yang sering terjadi yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  1. Sel skuamosa atipikal dengan signifikansi yang belum ditentukan. Sel tipis dan rata yang disebut sel skuamosa tumbuh pada permukaan dinding rahim yang sehat. Kelainan ini terjadi ketika sel tersebut tidak sejenis. Dokter akan melakukan tes dengan cairan khusus untuk memeriksa adanya HPV. Jika tidak ada, Anda tidak perlu khawatir.
  2. lesi skuamosa intraepitelial. Kelainan ini bisa jadi merupakan pre-kanker. Dokter menyebutnya low grade atau high grade. Low grade menunjukkan kelainan tidak akan berubah menjadi kanker selama beberapa tahun. High grade menunjukkan sel akan berubah menjadi kanker segera.
  3. sel glandular atipikal. Sel ini menghasilkan mukus. Sel.ini tumbuh di pintu serviks dan di dalam uterus.
  4. sel kanker skuamosa atau sel adenokarsinoma. Kelainan ini menunjukkan sel yang sangat abnormal dan dokter dapat memastikan bahwa ini adalah kanker.

Hal ini dapat sembuh dengan sendirinya sehingga dokter akan menggunakan pendekatan tunggu dan lihat. Dokter mungkin juga akan menyarankan melakukan tes pap lanjutan beberapa bulan kemudian. Jika sel abnormal tidak juga menghilang, Dokter Anda mungkin akan melakukan tes lainnya lagi. 

Tes ini termasuk prosedur yang disebut colposcopy. Selama colposcopy dokter akan memasukkan spekulum ke dalam vagina sama seperti saat tes pap. Pada saat ini dokter akan melihat dinding rahim menggunakan coloposcope. 

Alat tersebut memiliki lensa dan lampu yang membantu dokter untuk memeriksa dinding rahim Anda. Dokter Anda akan menyeka dinding rahim Anda dengan cuka atau beberapa larutan cair lain. 

Hal ini akan menyorot daerah yang dicurigai sebagai kanker. Dokter Anda dapat melihatnya melalui lensa pada coloposcope.

Jika dokter menemukan daerah yang nampak abnormal, ia akan mengambil sampel. Hal ini disebut dengan biopsi. Dokter akan mengirim sampel ini ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. 

Dokter mungkin akan menyeka dinding rahim Anda dengan cairan kimia untuk menghentikan pendarahan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Frekuensi Tes Pap

Dokter merekomendasikan Anda melakukan tes pap pada usia 21 tahun. Anda sebaiknya melakukan tes setiap 3 tahun mulai dari usia 21 tahun hingga 65 tahun. Anda dapat memilih untuk mengkombinasikan tes pap dengan tes HPV mulai usia 30 tahun. 

Jika Anda melakukanhal tersebut maka periode tes menjadi setiap 5 tahun sekali. HPV merupakan infeksi menular seksual yang paling sering terjadi dan berkaitan dengan kanker serviks.

Jika Anda cukup perhatian dengan kesehatan Anda, Dokter akan merekomendasikan untuk melakukan tes pap lebih sering. Hal ini juga termasuk:

  1. Kanker servik atau tes pap yang menunjukkan sel pre-kanker
  2. Infeksi HIV
  3. Melemahnya sistem imun akibat transplantasi organ, kemoterapi atau penggunaan kortikosteroid kronis
  4. Pernah terpapar diethylstilbestrol (DES) sebelum lahir

Tanyakan langsung pada dokter jika Anda memiliki hal-hal yang ingin Anda ketahui.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit