Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Gigi Mati - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 16, 2019 Tinjau pada OCT 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.376.667 orang

Gigi terdiri dari kombinasi jaringan keras dan lunak dan memiliki 3 lapisan yaitu enamel, dentin dan pulpa. Pada pulpa gigi, terdapat pembuluh darah dan jaringan saraf. Ketika saraf di pulpa gigi mengalami kerusakan karena cedera atau pembusukan, hal ini dapat menyebabkan pemberhentian suplai darah ke gigi dan mengakibatkan infeksi serta menyebabkan saraf mati.

Baca terus artikel berikut untuk mengetahui cara mengidentifikasi gigi mati dan apa yang harus dilakukan jika Anda melihat tanda-tanda bahwa gigi Anda terinfeksi.

Apakah Penyebab Gigi Mati?

Penyebab Gigi Mati

Trauma atau cedera pada gigi merupakan salah satu kemungkinan penyebab gigi mati. Misalnya saja akibat terjatuh, cedera olahraga, atau terpukul. Gigi dapat mati dengan cepat, dalam hitungan hari, atau lambat, setelah beberapa bulan atau tahunan.

Gigi juga bisa mati karena kebersihan gigi yang buruk. Hal itu dapat menyebabkan gigi berlubang, yang bila tidak dirawat secara perlahan dapat merusak gigi Anda. 

Gigi berlubang dimulai pada bagian enamel, yang merupakan lapisan pelindung luar gigi. Jika tidak diobati, secara perlahan dapat mengikis lapisan dan akhirnya mencapai area pulpa.

Hal ini menyebabkan terjadinya tekanan di dalam pulpa meningkat, kemudian akan memotong suplai darah dan akhirnya membunuh pulpa akibat tidak adanya suplai darah. Anda mungkin akan mengalami rasa sakit yang tak tertahankan setelah pembusukan gigi mencapai area pulpa.

Gejala Gigi Mati

Gigi mati adalah gigi yang tidak lagi menerima pasokan darah segar. Bagi banyak orang, perubahan warna mungkin menjadi salah satu tanda pertama gigi mati. Anda juga mungkin mengalami rasa sakit pada gigi atau gusi.

Gigi yang sehat biasanya berwarna putih, meskipun warnanya dapat bervariasi tergantung pada diet dan kebersihan mulut Anda. Misalnya, jika Anda secara teratur mengonsumsi makanan yang bernoda, seperti kopi, teh, atau wine, warna gigi Anda mungkin terlihat pucat atau kuning muda. Namun, perubahan warna ini berubah secara  seragam.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat v2

Jika Anda mengalami perubahan warna pada gigi akibat infeksi, warnanya akan berbeda dibanding dengan gigi sehat lainnya. Gigi yang terinfeksi mungkin tampak kuning, coklat muda, abu-abu, atau bahkan hitam. Perubahan warna akan terus meningkat ketika gigi terus membusuk dan saraf mati.

Nyeri adalah gejala lain yang mungkin terjadi. Rasa sakit sering disebabkan oleh saraf yang terganggu atau bahkan infeksi. Tanda-tanda infeksi lain mungkin termasuk:

  • bau mulut
  • rasa tidak enak di mulut
  • bengkak di sekitar garis gusi

Pencegahan Gigi Mati

Mencegah gigi mati tidak selalu memungkinkan, tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko, diantaranya adalah:

  • Jaga kebersihan mulut. Sikat gigi Anda dua kali sehari, dan dental floss setidaknya sekali sehari.
  • Pemeriksaan gigi secara rutin. Dokter dapat mengidentifikasi tanda-tanda awal kerusakan gigi dan mengobatinya sebelum pembusukan mencapai pulpa.
  • Kenakan pelindung mulut. Jika Anda berpartisipasi dalam olahraga kontak, seperti hoki atau tinju, selalu kenakan pelindung mulut untuk melindungi gigi Anda dari trauma.
  • Pertahankan pola makan sehat. Hindari makan banyak makanan manis, yang dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.
  • Minumlah air putih, terutama setelah makan. Air dapat membantu membersihkan bakteri dari gigi.

Pengobatan Gigi Mati

Beritahukan dokter tentang gejala-gejala yang Anda alami. Dokter dapat mengidentifikasi kerusakan gigi setelah melakukan pemeriksaan mulut. Pemeriksaan penunjang menggunakan X-ray juga akan dilakukan untuk mencari pembusukan pada gigi.

Penting untuk merawat gigi yang terinfeksi atau telah mati secepat mungkin. Jika tidak diobati, bakteri dari gigi mati dapat menyebar ke gigi sehat lainnya dan dapat mempengaruhi tulang rahang dan gusi Anda. Terdapat 2 cara untuk mengatasi kondisi ini yaitu dengan perawatan saluran akar (root canal) atau pencabutan gigi:

  • Root canal (perawatan saluran akar) - Prosedur ini akan menghilangkan jaringan saraf, jaringan pembuluh darah, dan area gigi yang membusuk. Setelah itu, dokter akan memeriksa infeksi dan menerapkan obat ke akar gigi sesuai kebutuhan. Pemasangan mahkota palsu juga dapat dilakukan sebagai tahapan akhir.
  • Pencabutan gigi - Jika gigi sudah rusak parah dan tidak dapat dipulihkan, dokter dapat merekomendasikan Anda untuk mencabut gigi mati sepenuhnya. Setelah pencabutan, Anda dapat mengganti gigi dengan implan, gigi palsu, atau pilihan lainnya.

Jika Anda mengalami rasa nyeri tak tertahankan, lakukan beberapa perawatan awal sebagai berikut:

  • Hindari minuman panas, karena dapat meningkatkan peradangan, yang dapat memperburuk rasa sakit.
  • Minum obat penahan rasa nyeri seperti ibuprofen.
  • Hindari makanan yang keras, karena dapat memperburuk saraf yang rusak.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit