Gigi Mati: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Apr 2, 2019 Update terakhir: Mei 18, 2020 Tinjau pada Agu 16, 2019 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Gigi terdiri dari 3 lapisan, yaitu enamel, dentin, dan pulpa gigi. Pada pulpa gigi, terdapat pembuluh darah dan jaringan saraf. Jika saraf di pulpa gigi mengalami kerusakan maka dapat menghentikan suplai darah ke gigi dan mengakibatkan infeksi dan kematian saraf gigi
  • Penyebab gigi mati juga ada banyak, salah satunya trauma atau cedera gigi serta kebersihan gigi yang tidak terawat dengan baik. Jika kondisi ini dibiarkan bisa menyebabkan pembusukan gigi dan sakit gigi
  • Gigi mati bisa terlihat dari perubahan warna gigi yang menghitam. Hal itu terjadi karena gigi sudah tidak menerima pasokan darah lagi. Gejala gigi mati lainnya adalah rasa nyeri pada gigi, bau mulut, dan gusi bengkak
  • Untuk mengobati gigi mati umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu perawatan saluran akar (root canal treatment) atau dengan pencabutan gigi. Pemeriksaan gig seperti X-ray juga mungkin dilakukan untuk mencari gigi yang telah membusuk

Gigi terdiri dari kombinasi jaringan keras dan lunak dan memiliki 3 lapisan yaitu enamel, dentin, dan pulpa. Pada pulpa gigi, terdapat pembuluh darah dan jaringan saraf. Ketika saraf di pulpa gigi mengalami kerusakan karena cedera atau pembusukan, hal ini dapat menyebabkan pemberhentian suplai darah ke gigi dan mengakibatkan infeksi serta menyebabkan saraf mati.

Mengenai Gigi Mati

Penyebab Gigi Mati

Trauma atau cedera pada gigi merupakan salah satu kemungkinan penyebab gigi mati. Misalnya saja akibat terjatuh, cedera olahraga, atau terpukul. Gigi dapat mati dengan cepat, dalam hitungan hari, atau lambat, setelah beberapa bulan atau tahunan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gigi juga bisa mati karena kebersihan gigi yang buruk. Hal itu dapat menyebabkan gigi berlubang, yang bila tidak dirawat secara perlahan dapat merusak gigi Anda. Gigi berlubang dimulai pada bagian enamel, yang merupakan lapisan pelindung luar gigi. Jika tidak diobati, secara perlahan dapat mengikis lapisan dan akhirnya mencapai area pulpa.

Hal ini menyebabkan terjadinya tekanan di dalam pulpa meningkat, kemudian akan memotong suplai darah dan akhirnya membunuh pulpa akibat tidak adanya suplai darah. Anda mungkin akan mengalami rasa sakit yang tak tertahankan setelah pembusukan gigi mencapai area pulpa.

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Gigi Berlubang

Gejala Gigi Mati

Gigi mati adalah gigi yang tidak lagi menerima pasokan darah segar. Bagi banyak orang, perubahan warna mungkin menjadi salah satu tanda pertama gigi mati. Anda juga mungkin mengalami rasa sakit pada gigi atau gusi.

Gigi yang sehat biasanya berwarna putih, meskipun warnanya dapat bervariasi tergantung pada diet dan kebersihan mulut Anda. Misalnya, jika Anda secara teratur mengonsumsi makanan yang bernoda, seperti kopi, teh, atau wine, warna gigi Anda mungkin terlihat pucat atau kuning muda. Namun, perubahan warna ini berubah secara  seragam.

Jika Anda mengalami perubahan warna pada gigi akibat infeksi, warnanya akan berbeda dibanding dengan gigi sehat lainnya. Gigi yang terinfeksi mungkin tampak kuning, coklat muda, abu-abu, atau bahkan hitam. Perubahan warna akan terus meningkat ketika gigi terus membusuk dan saraf mati.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Selain itu, nyeri adalah gejala lain gigi mati yang mungkin terjadi. Rasa sakit itu sering disebabkan oleh saraf yang terganggu atau bahkan infeksi. Tanda-tanda infeksi lain mungkin termasuk:

  • bau mulut
  • rasa tidak enak di mulut
  • bengkak di sekitar garis gusi

Pencegahan Gigi Mati

Mencegah gigi mati tidak selalu memungkinkan, tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko, di antaranya adalah:

  • Jaga kebersihan mulut. Sikat gigi Anda dua kali sehari, dan dental floss setidaknya sekali sehari.
  • Pemeriksaan gigi secara rutin. Dokter dapat mengidentifikasi tanda-tanda awal kerusakan gigi dan mengobatinya sebelum pembusukan mencapai pulpa.
  • Kenakan pelindung mulut. Jika Anda berpartisipasi dalam olahraga kontak, seperti hoki atau tinju, selalu kenakan pelindung mulut untuk melindungi gigi Anda dari trauma.
  • Pertahankan pola makan sehat. Hindari makan banyak makanan manis, yang dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.
  • Minumlah air putih, terutama setelah makan. Air dapat membantu membersihkan bakteri dari gigi.

Pengobatan Gigi Mati

Beritahukan dokter tentang gejala gigi mati yang Anda alami. Dokter dapat mengidentifikasi kerusakan gigi setelah melakukan pemeriksaan mulut. Pemeriksaan penunjang menggunakan X-ray juga akan dilakukan untuk mencari pembusukan pada gigi.

Penting untuk merawat gigi yang terinfeksi atau telah mati secepat mungkin. Jika tidak diobati, bakteri dari gigi mati dapat menyebar ke gigi sehat lainnya dan dapat mempengaruhi tulang rahang dan gusi Anda. Terdapat 2 cara untuk mengatasi kondisi ini yaitu dengan perawatan saluran akar (root canal) atau pencabutan gigi:

  • Root canal (perawatan saluran akar) - Prosedur ini akan menghilangkan jaringan saraf, jaringan pembuluh darah, dan area gigi yang membusuk. Setelah itu, dokter akan memeriksa infeksi dan menerapkan obat ke akar gigi sesuai kebutuhan. Pemasangan mahkota palsu (Crowns) juga dapat dilakukan sebagai tahapan akhir.
  • Pencabutan gigi - Jika gigi sudah rusak parah dan tidak dapat dipulihkan, dokter dapat merekomendasikan Anda untuk mencabut gigi mati sepenuhnya. Setelah pencabutan, Anda dapat mengganti gigi dengan implan gigi atau gigi palsu, serta pilihan lainnya.

Baca juga: Persiapkan Hal ini Sebelum Menjalani Perawatan Saluran Akar Gigi

Jika Anda mengalami rasa nyeri tak tertahankan, lakukan beberapa perawatan awal sebagai berikut:

  • Hindari minuman panas, karena dapat memperburuk rasa sakit.
  • Minum obat penahan rasa nyeri seperti ibuprofen.
  • Hindari makanan yang keras, karena dapat memperburuk saraf yang rusak.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Christine Frank, DDS, Death Tooth (https://www.medicalnewstoday.com/articles/319062.php), 20 March 2018.
Tooth decay: Overview. (2014, June 18) (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0072698/)
Mayo Clinic Staff. (2013, May 11). What conditions may be linked to oral health? Retrieved from (http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/dental/art-20047475?pg=2)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app