Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST) - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 25, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 332.658 orang

Apa itu Gastrointestinal Stromal Tumor?

Tumor stroma gastrointestinal (GIST) adalah sarkoma jaringan lunak yang dapat ditemukan di hampir semua bagian di sistem pencernaan. Lokasi yang paling umum adalah perut dan usus kecil.

Mengenai Gastrointestinal Stromal Tumor

Tumor stroma gastrointestinal (GIST) adalah tumor langka pada saluran GI. Tumor  tersebut paling awal muncul di salah satu bagian pada sistem pencernaan yang disebut sel interstitial Cajal (ICCs). 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01


ICCs adalah sel-sel sistem saraf otonom, bagian dari sistem saraf yang mengatur proses tubuh seperti mencerna makanan. ICCs kadang-kadang disebut "alat pacu jantung" dari saluran pencernaan karena sel tersebut memberi sinyal otot-otot di saluran cerna untuk berkontraksi untuk memindahkan makanan dan cairan.

GIST dimulai pada sel-sel saraf khusus yang terletak di dinding sistem pencernaan Anda. Sel-sel ini adalah bagian dari sistem saraf otonom. Perubahan spesifik pada DNA dari salah satu sel ini, yang mengendalikan proses pencernaan seperti pergerakan makanan melalui usus sehingga menimbulkan GIST.
GIST yang tidak kronis biasanya tidak menimbulkan gejala, dan penyakit ini dapat tumbuh sangat lambat sehingga tidak memiliki efek serius.

Apa saja yang menyebabkan Gastrointestinal Stromal Tumor

Faktor risiko adalah segala sesuatu yang memengaruhi peluang seseorang terkena penyakit seperti kanker. Penyakit kanker memiliki Beberapa faktor risiko , seperti merokok, usia tua, riwayat keluarga, konsumsi makanan seari-hari, yang dapat diperburuk apabila dibiarkan begitu saja tanpa tindakan medis.

Pada GIST, kelainan genetik menjadi penyebab utama. Perubahan genetik pada salah satu dari beberapa gen terlibat dalam pembentukan GIST. Sekitar 80 persen kasus dikaitkan dengan mutasi pada gen KIT, dan sekitar 10 persen kasus dikaitkan dengan mutasi pada gen PDGFRA. 

Mutasi pada gen KIT dan PDGFRA dikaitkan dengan GIST familial dan sporadis. Yang dimana dalam jumlah kecil yang terkena memiliki mutasi pada gen lain.

GIST terkait gen dikenal dengan Sindrom GIST familial primer. Ini adalah kondisi langka yang diturunkan yang mengarah pada peningkatan risiko pengembangan GIST. Orang dengan kondisi ini cenderung mengembangkan GIST pada usia yang lebih muda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Apa saja gejala Gastrointestinal Stromal Tumor

GIST yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan geala dan hanya sering ditemukan pada pemeriksaan laparoskopi saluran pencernaan atau biopsi.

Pada GIST yang lebih besar Manifestasi klinis yang dapat muncul adalah sebagai berikut:

  1. Nyeri
  2. Rasa kenyang
  3. Sensai penuh di perut
  4. Massayang teraba di perut
  5. kelelahan
  6. Tanda peritonitis fokal atau meluas (disertai perforasi)

Tanda dan gejala obstruktif GIST dapat spesifik untuk lokasi, sebagai berikut:

  1. Disfagia dengan GIST esofagus
  2. Konstipasi dan perut buncit
  3. Ikterus obstruktif dengan GIST duodenum

Bagaimana cara mencegah Gastrointestinal Stromal Tumor

Tidak ada cara yang sepenuhnya dapat mencegah GIST dikarenakan ini terkait adanya gangguan genetik pada susunan serta mutasi gen didalam tubuh sseorang. 

Pencegahn hanya dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup terutama pad orang yang sering memiliki keluhan saluran pencernaan dan usia tua. Kebiasaan hidup yang buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol harus dihentikan karena menjadi salah satu faktor pemicu timbulnya GIST.

Bagaimana cara mengobati Gastrointestinal Stromal Tumor

GIST yang berukuran kecil hanya perlu di observasi secara berkala oleh dokter yang ahli. Tetapi untuk ukuran tumor yang lebih besar, dibutuhkan tindakan berupa pembedahan serta terapi obat anti tumor.

Satu-satunya pengobtan non bedah adalah dengan diberikan terapi berupa penghambat tirosin kinase (TKI) Imatinib Mesylate. Penggunaan imatinib dipilih pada kondisi antara lain:

  1. Pengobatan GISTS yang tidak dapat direseksi, metastasis, atau keduanya
  2. Perawatan pra operasi GIST yang dapat direseksi dengan margin negatif tetapi dengan risiko morbiditas yang signifikan
  3. Pengobatan tambahan setelah reseksi GIST lengkap, untuk mengurangi kekambuhan
  4. Penggunaan imatinib dapat dipandu dengan genotipe mutasi KIT dan PDGFRA.

Obat ini diberikan selama kurang lebih 1 bulan dengan dosis 800 mg per hari.  Obat lainnya sunitinib Malate dapat diberikan pada GIST yang resisten imatinib.

Pada GIST ukuran besar atau simptomatik harus diangkat melalui pembedahan kecuali jika terlalu besar atau melibatkan terlalu banyak organ dan jaringan untuk reseksi Reseksi perlu dihindari pada orang yang memiliki resiko perburuka kesehatan atau yang memiliki GIST metastasis. 

Reseksi GIST dapat menggunakan operasi invasif minimal, dengan memasukkan laparoskop dan instrumen bedah melalui sayatan kecil di perut.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit