Fakta Medis Mengenai Stevia, Pemanis Nol Kalori yang Perlu Anda Tahu

Meski demikian, tetap saja konsumsi Stevia tetap harus dibatasi yaitu paling banyak 4 miligram per kilogram berat badan. Jadi, ketika Anda memiliki berat badan 50 kg, maka banyaknya konsumsi Stevia yang diperbolehkan yaitu 200 mg dalam sehari. Nah, berikut adalah sisi positif dari konsumsi Stevia yang akan Anda peroleh.
Dipublish tanggal: Jul 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 28, 2019 Waktu baca: 2 menit
Fakta Medis Mengenai Stevia, Pemanis Nol Kalori yang Perlu Anda Tahu

Gula merupakan pemanis alami yang sering ditambahkan pada makanan maupun minuman demi menghadirkan rasa yang dikehendaki. Namun, tidak sembarang orang bisa mengkonsumsinya dengan aman karena bisa mengganggu proses metabolisme tubuh. 

Misalnya saja pada penderita diabetes yang diharuskan untuk mengontrol kadar gula dalam darah sehingga harus meminimalisir konsumsi gula, baik pada makanan maupun minuman.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Seiring berkembangnya teknologi dan berjalannya waktu, kini hadir berbagai zat pemanis alternatif gula yang dapat dikonsumsi penderita diabetes tanpa rasa khawatir bakal mengganggu keseimbangan kadar gula dalam darah. 

Salah satunya stevia yang merupakan pemanis alami dan diperoleh dari tumbuhan bernama Stevia rebaudiana.

Tumbuhan Stevia rebaudiana ini berasal dari kawasan Amerika Serikat dan telah lama digunakan sebagai alternatif gula. Bahkan, dilihat dari segi kesehatan pun pemanis dari daun Stevia ini terbilang lebih sehat. 

Bagaimana bisa? Hal ini dikarenakan Stevia memberikan rasa manis yang lebih ketimbang gula pasir dan kandungan nol gula juga nol kalori. Sangat cocok bagi Anda penderita diabetes melitus maupun yang berniat menurunkan berat badan dengan mengontrol konsumsi gula.

Keuntungan konsumsi stevia

Tidak perlu khawatir, keamanan konsumsi Stevia ini rupanya telah diakui oleh FDA sejak tahun 2008. Bahkan, penggunaan Stevia ini telah merambah ke berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Meski demikian, tetap saja konsumsi Stevia tetap harus dibatasi yaitu paling banyak 4 miligram per kilogram berat badan. Jadi, ketika Anda memiliki berat badan 50 kg, maka banyaknya konsumsi Stevia yang diperbolehkan yaitu 200 mg dalam sehari. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Nah, berikut adalah sisi positif dari konsumsi Stevia yang akan Anda peroleh.

Nol kalori

Inilah keuntungan utama yang akan diperoleh bagi konsumen Stevia yaitu nol kalori. Ya, kebanyakan orang selalu berusaha mengontrol konsumsi kalori per harinya untuk menjaga kesehatan tubuh hingga bentuknya yang ideal. 

Maka dari itu, Stevia adalah solusi yang tepat. Berbeda dengan konsumsi gula pasir yang akan langsung membuat kalori Anda meroket.

Kadar gula darah stabil

Disamping nol kalori, Stevia juga tidak berpengaruh terhadap kadar gula darah Anda. Bahkan, menurut hasil penelitian, konsumsi Stevia justru mampu menurunkan kadar gula darah setelah 20 hingga 30 menit dikonsumsi. 

Disisi lain, Stevia juga efektif untuk meningkatkan sensitivitas tubuh pada insulin. Jadi, bagi penderita diabetes, konsumsi gula dari Stevia ini terbilang aman bahkan memberikan manfaat tersendiri.

Menurunkan tekanan darah

Tak hanya menurunkan kadar gula darah, rupanya konsumsi gula Stevia ini juga berpotensi menurunkan tekanan darah Anda. Jadi, sangat rekomendasi bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Tidak mengubah nilai gizi

Sebagai zat pemanis alami, tentunya Stevia tidak lantas mengubah nilai gizi pada makanan maupun minuman yang dicampurinya. Dengan demikian, kandungan vitamin dan mineral tetap terjaga.

Dampak konsumsi stevia

Selain memiliki keuntungan, ternyata konsumsi Stevia turut memberikan dampak negatif yang perlu diwaspadai. Apa sajakah itu?

Efek samping

Salah satu dampak konsumsi Stevia ini berupa efek samping ringan, terutama keluhan kembung, mual, dan begah. Mengapa hal ini dapat terjadi? Sebab, kandungan gula dalam Stevia ini nantinya akan dicerna dalam usus besar dan menghasilkan zat sisa berupa gas.

Interaksi obat

Khusus bagi penderita yang mengonsumsi obat penurun kadar gula darah maupun tekanan darah harus waspada ketika mengonsumsi Stevia dalam waktu bersamaan. Sebab, hal ini dapat menyebabkan efek simultan yang akhirnya membuat kadar gula darah dan tekanan darah terlalu rendah.

 

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mukhtar, Mazlina & Tiong, ChuaSay & Bukhari, SarahI & Abdullah, AmirHeberd & Ming, L C. (2016). Safety and efficacy of health supplement (Stevia rebaudiana). Archives of Pharmacy Practice. 7. 16. 10.4103/2045-080X.183032.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/303554965_Safety_and_efficacy_of_health_supplement_Stevia_rebaudiana)
Ranjan, Rahul & Jaiswal, J. & Jena, Jitendra. (2011). STEVIA AS A NATURAL SWEETENER. International Journal of Research in Pharmacy and Chemistry. 1. 1199-1202.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/259442084_STEVIA_AS_A_NATURAL_SWEETENER)
Amchra, Fatima & Faiz, Chaouki & Chaouqi, Soukaina & Khiraoui, Abdelkarim & Benhmimou, Abderrahmane & Guedira, Morocco & Guedira, Taoufiq. (2018). Effect of Stevia rebaudiana, sucrose and aspartame on human health: A comprehensive review. Journal of Medicinal Plants Studies. 102. 102-108.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/322992873_Effect_of_Stevia_rebaudiana_sucrose_and_aspartame_on_human_health_A_comprehensive_review)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app