Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Ejakulasi Retrograde - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.535.343 orang

Ejakulasi adalah proses pengeluaran air mani dari uretra (saluran di dalam penis) ketika seorang pria mengalami orgasme. Dalam keadaan normal, ejakulasi mendorong semen ke arah depan melalui uretra dan keluar dari ujung penis.

Air mani dan urin memiliki saluran yang sama, namun sumber yang berbeda. Air mani berasal dari testis sedangkan urin berasal dari kandung kemih. Saat seorang pria ejakulasi, sfingter kecil (otot melingkar) pada kandung kemih akan menutup sehingga air mani tidak masuk ke dalam kandung kemih

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Ejakulasi retrograde adalah suatu kondisi ketika terjadi masalah pada otot sfingter kandung kemih yang menyebabkan air mani bergerak mundur sehingga masuk ke dalam kandung kemih. Ketika ejakulasi retrograde terjadi, air mani yang keluar dari penis akan menjadi lebih sedikit.

Apa penyebab terjadinya Ejakulasi Retrograde?

Ejakulasi retrograde mungkin disebabkan oleh:

Ejakulasi retrograde tidak mengganggu kemampuan pria untuk ereksi atau mencapai orgasme, tetapi dapat menyebabkan infertilitas karena sperma tidak dapat mencapai rahim wanita. Ejakulasi retrograde bertanggung jawab atas sekitar 1% dari semua kasus infertilitas pria di Amerika Serikat.

Gejala Ejakulasi Retrograde

Biasanya, pria dewasa yang sehat berejakulasi setengah hingga satu sendok teh air mani selama orgasme, tetapi jumlahnya sangat bervariasi. Pada pria dengan ejakulasi retrograde, jumlah semen berkurang secara drastis atau mengalami |”klimaks kering” (orgasme tanpa mengeluarkan air mani).

Apakah Ejakulasi Retrograde dapat dicegah?

Ejakulasi retrograde paling sering disebabkan akibat operasi prostat. Namun seiring berkembangnya teknologi di bidang kedokteran, operasi untuk pembesaran prostat dapat ditangani dengan prosedur yang lebih baru dan memiliki resiko yang lebih rendah menyebabkan kerusakan otot-otot sfingter sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya ejakulasi retrograde. 

Teknik operasi yang dapat dilakukan meliputi ablasi jarum transurethral dari prostat (TUNA) dan termoterapi microwave transurethral (TUMT). Meskipun prosedur ini menyebabkan lebih sedikit kasus ejakulasi retrograde, prosedur ini mungkin tidak sesuai untuk semua pasien.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Bagaimana penanganan Ejakulasi Retrograde?

Diagnosa Ejakulasi Retrograde

Dalam kebanyakan kasus, diagnosis akan ditegakan oleh dokter perawatan primer atau ahli urologi, seorang dokter yang berspesialisasi dalam gangguan reproduksi pria dan masalah saluran kemih. 

Dokter akan bertanya mengenai riwayat medis Anda, operasi sebelumnya, riwayat seksual dan riwayat penggunaan obat-obatan saat ini. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. 

Untuk menegakan diagnosa, dokter akan melakukan pemeriksaan urinalisis. Namun sebelum memberikan sampel urin, Anda akan diminta untuk melakukan ejakulasi. Jika pada pemeriksaan urin ditemukan banyak sperma, maka kemungkinan Anda menderita ejakulasi retrograde.

Pengobatan Ejakulasi Retrograde

Ejakulasi retrograde tidak memerlukan perawatan khusus. Karena ejakulasi retrograde tidak mengganggu aktivitas seksual Anda, dan kondisi ini tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan Anda. Tetapi tentu saja bagi sebagian orang kondisi ini memerlukan pengobatan.

Ketika ejakulasi retrograde disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, maka pengobatannya dapat dilakukan dengan berhenti minum obat yang bersangkutan. Namun, jangan berhenti minum obat yang diresepkan sampai Anda berkonsultasi dengan dokter.

Sebelum memberikan resep obat baru, dokter Anda akan mempertimbangkan kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk kondisi lain yang mungkin Anda miliki. Beberapa obat dapat membantu menjaga kekuatan otot leher kandung kemih untuk tetap berkontraksi saat ejakulasi. Beberapa di antaranya adalah:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Jika Anda mengalami kerusakan saraf atau otot yang parah akibat pembedahan, obat-obatan pada umumnya tidak efektif untuk mengatasi gejala Anda.

Jika Anda berencana untuk memiliki keturunan dan pengobatan dengan obat-obatan di atas tidak membantu, Anda dapat melakukan fertilisasi in vitro atau yang dikenal dengan bayi tabung

Dokter akan melakukan serangkaian prosedur untuk mengambil sperma untuk dimasukan ke dalam proses inseminasi buatan atau fertilisasi in vitro


8 Referensi
HonestDocs has strict sourcing guidelines and relies on peer-reviewed studies, academic research institutions, and medical associations. We avoid using tertiary references. You can learn more about how we ensure our content is accurate and current by reading our editorial policy.
  • Jefferys A, et al. The management of retrograde ejaculation: A systematic review and update. Fertility and Sterility. 2012;97:306.
  • Samplaski MK, et al. Adverse effects of common medications on male fertility. Nature Reviews Urology. 2015;12:401.
  • Wein AJ, et al., eds. Disorders of male orgasm and ejaculation. In: Campbell-Walsh Urology. 11th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2016. http://www.clinicalkey.com.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit