Drotrecogin Alfa: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Feb 20, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Tinjau pada Jun 12, 2019 Waktu baca: 3 menit

Sepsis merupakan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang disebabkan oleh respons tubuh terhadap infeksi. 

Tubuh biasanya melepaskan bahan kimia ke dalam aliran darah untuk melawan infeksi. Sepsis terjadi ketika respons tubuh terhadap bahan kimia ini tidak seimbang, memicu perubahan yang dapat merusak banyak sistem organ.

Sepsis disebabkan oleh infeksi dan dapat terjadi pada siapa saja. Jika sepsis berlanjut menjadi syok septik yang menyebabkan tekanan darah turun drastis, hal ini dapat berujung pada kematian. 

Pada partikel ini akan membahas salah satu pengobatan yang dapat digunakan untuk mengatasi sepsis berat yaitu dengan menggunakan obat Drotrecogin Alfa. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kegunaan, dosis dan efek samping obat Dotrecogin Alfa. Selamat membaca.

Mengenai Drotrecogin Alfa

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Suntikan

Kandungan:

Protein C

Kegunaan obat Drotrecogin Alfa

Obat Drotrecogin alfa adalah protein manusia teraktivasi C yang disintesis oleh teknologi DNA rekombinan. Obat ini biasa digunakan untuk pengurangan angka kematian pada pasien dengan sepsis berat.

Dosis obat Drotrecogin Alfa

Obat Drotrecogin Alfa merupakan obat yang tersedia dengan sediaan injeksi. Obat ini hanya diberikan berdasarkan resep dari dokter. Berikut dosis obat Drotrecogin Alfa yang biasa diberikan:

Dosis Intravena untuk Sepsis berat.

  • Dewasa: 24 mcg / kg / jam untuk durasi total infus 96 jam.

Gunakan ukuran berat badan untuk pemberian dosis. Apabila infus terputus, mulai ulang infus pada 24 mcg / kg / jam. Hentikan infus segera jika terjadi perdarahan yang penting secara klinis.

Simpan dan letakkan obat ini pada suhu 2-8 ° C. Lindungi dari paparah sinar matahari secara langsung.  Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. 

Efek samping obat Drotrecogin Alfa

Seiring dengan efek obat yang digunakan, setiap obat-obatan dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan, yang kadang-kadang menimbulkan efek yang serius. Namun, setiap orang umumnya dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda terhadap dosis obat yang sama. 

Seperti halnya dalam penggunaan obat Drotrecogin Alfa yang juga memiliki beberapa efek samping, sebagai berikut:

  • Memar
  • Pendarahan saluran cerna
  • Pendarahan kulit / jaringan lunak
  • Reaksi imun
  • Perdarahan retroperitoneal
  • Perdarahan genitourinarius
  • Perdarahan intrakranial
  • Perdarahan intratoraks

Jika setelah mengkonsumsi obat Drotrecogin Alfa terdapat tanda dan gejala seperti yang telah disebutkan diatas atau terdapat tanda dan gejala lain yang menetap dan memburuk, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Kontraindikasi obat Drotrecogin Alfa

Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya kontraindikasi pada penggunaan obat Drotrecogin Alfa:

  • Pendarahan internal aktif.
  • Pasien dengan neoplasma intrakranial, lesi massa atau herniasi serebral.
  • Pasien dengan peningkatan risiko perdarahan termasuk operasi besar.
  • Baru-baru ini (dalam 2 bulan) trauma kepala parah, pembedahan intrakranial atau intraspinal
  • Stroke hemoragik dalam 3 bulan
  • Riwayat aneurisma intraserebral atau lesi massa sistem saraf pusat
  • Adanya kateter epidural,
  • Perdarahan saluran cerna
  • Trauma dengan peningkatan risiko perdarahan yang mengancam jiwa.
  • Hipersensitif

Interaksi Obat

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut:

  • antikoagulan (misalnya warfarin)
  • glikoprotein IIb / IIIa inhibitor (misalnya, abciximab)
  • heparin
  • platelet inhibitor (misalnya, clopidogrel)
  • salisilat (misalnya aspirin)
  • aktivator plasminogen jaringan (misalnya, reteplase)

Perhatian dan peringatan obat Drotrecogin Alfa

Berikut beberapa kondisi yang beresiko dapat meningkatkan terjadinya komplikasi perdarahan akibat penggunaan obat Drotrecogin Alfa. Penilaian risiko atau manfaat yang tepat harus dilakukan sebelum memulai terapi obat ini:

  • Seseorang yang dalam pengobatan Heparin Terapi (> 15 unit / kg / jam)
  • Jumlah trombosit <30.000 / mm3, walaupun jumlah trombosit meningkat dengan tranfusi.
  • Pendarahan gastrointestinal baru-baru ini (dalam waktu 6 minggu)
  • Pemberian terapi trombolitik baru-baru ini (dalam 3 hari)
  • Pemberian antikoagulan oral dalam 7 hari
  • Pemberian obat aspirin atau penghambat trombosit lainnya baru-baru ini (dalam 7 hari)
  • Stroke iskemik baru-baru ini (dalam 3 bulan)
  • Malformasi atau aneurisma AV intrakranial yang diketahui atau diduga
  • Penyakit hati kronis yang parah
  • Infeksi HIV terkait dengan jumlah CD4 yang terakhir diketahui <50 / mm3

Sebelum menggunakan obat ini sebaiknya beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi baik itu vitamin, herbal, obat dari resep dokter atau tanpa resep dokter. Karena beberapa obat dapat menimbulkan efek samping jika dikombinasikan dengan obat Drotrecogin Alfa. 

Hindari juga penggunaan obat untuk penderita yang memiliki riwayat alergi terhadap obat Drotrecogin Alfa atau riwayat alergi obat-obatan lainnya.

Hati-hati penggunaan obat ini untuk ibu hamil dan menyusui. Sebaiknya konsultasikan kembali mengenai keamanan dan resiko penggunaan obat ini pada kondisi tersebut. Jika setelah menggunakan obat ini tidak terdapat perbaikan atau terjadi perburukan terhadap kondisi kesehatan Anda. 

Segera konsultasikan kembali ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Semoga bermanfaat.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What is the role of drotrecogin alfa (activated protein C) in the treatment of multiple organ dysfunction syndrome (MODS) in sepsis?. Medscape. (https://www.medscape.com/answers/169640-99208/what-is-the-role-of-drotrecogin-alfa-activated-protein-c-in-the-treatment-of-multiple-organ-dysfunction-syndrome-mods-in-sepsis)
Ranieri, Marco & Taylor, Boyd & Barie, Philip & Dhainaut, Jean-François & Douglas, Ivor & Finfer, Simon & Gårdlund, Bengt & Marshall, John & Rhodes, Andrew & Artigas, Antonio & Payen, Didier & Tenhunen, Jyrki & Al-Khalidi, Hussein & Thompson, Vivian & Janes, Jonathan & Macias, William & Vangerow, Burkhard & Williams, Mark. (2012). Drotrecogin Alfa (Activated) in Adults with Septic Shock. The New England journal of medicine. 366. 2055-64. 10.1056/NEJMoa1202290.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/225055579_Drotrecogin_Alfa_Activated_in_Adults_with_Septic_Shock)
Xigris (Drotrecogin alfa): Uses, Dosage, Side Effects, Interactions, Warning. RxList. (https://www.rxlist.com/xigris-drug.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app