Diphenhydramine: Obat Untuk Mengobati Reaksi Alergi

Update terakhir: Feb 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 467.157 orang

Penggunaan Obat Anti Histamin Golongan Pertama (Diphenhydramine)

Reaksi alergi bisa sangat mengganggu. Bagi kebanyakan orang mungkin reaksi alergi bisa terjadi karena paparan debu,udara dingin dan makan makanan yang membuat mereka alergi. Reaksi alergi bervariasi dari yang ringan seperti hidung tersumbat pada pagi hari, reaksi gatal yang sangat luar biasa bahkan bisa menyebabkan pembengkakan pada saluran napas sehingga bisa menyebabkan kematian.

Biasanya jika seseorang mengalami reaksi alergi yang berat seperti gatal-gatal yang tidak tertahankan, dokter akan memberikan obat injeksi agar gatal dapat menghilang dengan cepat. Pernahkah Anda bertanya-tanya dalam benak Anda? Obat apa yang dokter berikan? Bagaimana cara kerjanya? Berapa dosisnya dan apa efek samping yang bisa ditimbulkan? Untuk lebih jelasnya, mari disimak artikel yang satu ini!

Penggunaan Obat “Anti-Gatal”

Sebenarnya obat yang dokter berikan bukanlah obat “anti-gatal” semata. Dokter memberikan obat yang disebut dengan obat golongan anti-histamin. Apa itu anti-histamin? Seseorang mengalami alergi karena tubuh seseorang mendeteksi alergen seperti debu, udara dingin dan makanan adalah zat yang dapat membahayakan tubuh, oleh karena itu sistem pertahanan tubuh mengeluarkan zat yang dapat menghancurkan benda-benda asing yang dinilai dapat merusak atau mengganggu tubuh (alergen). 

Bersamaan dengan sistem pertahanan tubuh yang bekerja, histamin diproduksi oleh tubuh dan menyebabkan berbagai reaksi yang dikenal dengan reaksi alergi, dengan kata lain, gatal-gatal dan hidung tersumbat Anda disebabkan oleh produksi histamin dalam tubuh Anda, oleh karena itu obat “anti-histamin” bisa mengurangi rasa gatal karena obat ini mencegah produski histamin sehingga reaksi alergi tidak muncul.

Obat antihistamin dibagi menjadi 2 golongan, yaitu generasi pertama dan generasi ke kedua. Generasi pertama adalah obat yang paling sering digunakan sebagai obat injeksi sedangkan obat golongan kedua lebih sering digunakan dalam bentuk pil. Obat antihistamin golongan pertama yang paling populer adalah Diphenhydramine.

Apa Itu Diphenhydramine dan Apa Saja Kegunaannya?

  • Diphenhydramine adalah obat antihistamin generasi pertama. Diphenhydramine mulai disetujui oleh badan pengawas dan pengolahan makanan di Amerika pada tahun 1946. Seperti obat antihistamin yang lain, Diphenhydramine bekerja untuk mengurangi reaksi-reaksi alergi seperti :
  • gatal-gatal,
  • bersin,
  • hidung tersumbat,
  • bibir bengkak, dan lain.

Yang membedakan antara Diphenhydramine dengan obat antihistamine golongan kedua adalah bahwa Diphenhydramine selain merupakan obat golongan antihistamin, obat ini juga merupakan obat anticholinergic yang dapat menyebabkan efek sedasi.

Berapa Dosis dan Bagaimana Cara Penggunaan Diphenhydramine?

Walaupun sering digunakan dalam bentuk injeksi, tetapi Diphenhydramine juga tersedia dalam beberapa kemasan lain,seperti:

  • Kapsul: 25 dan 50 mg. Tablet: 12,5, 25, dan 50 mg.
  • Tablet: 12,5 mg.
  • Strip: 12,5 dan 25 mg.
  • Elixir, larutan oral, cairan: 12,5 mg per sendok teh (5 mL).
  • Strip: 25 mg. 
  • Injeksi: 50 mg per ml.

Dosis penggunaan Diphenhydramine bervariasi tergantung pada formulasi, dan memiliki efek maksimal sekitar satu jam setelah digunakan. Informasi di bawah ini merupakan instruksi pengganti konsultasi dokter, selalu konsultasikan dengan dokter tentang kondisi Anda seluruhnya agar Anda mendapat pengobatan yang optimal

Ketika Diphenhydramine digunakan untuk mengobati insomnia, Diphenhydramine diminum sebelum tidur. Insomnia diobati dengan dosis 50 mg yang diminum 30 menit sebelum tidur. Seseorang berusia di atas 60 tahun sangat sensitif terhadap efek penenang dan antikolinergik dari Diphenhydramine, sehingga pengurangan dosis diperlukan.

Regimen Diphenhydramine untuk mengobati reaksi alergi pada orang dewasa adalah 25-50 mg setiap 4-6 jam tidak melebihi 300 mg setiap hari.

Peringatan Dalam Penggunaan Diphenhydramine

Anda dapat membeli Diphenhydramine tanpa resep dokter, tetapi ada beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakannya:

  • Diphenhydramine dapat menyebabkan kantuk, Diphenhydramine juga dijual sebagai obat bantuan tidur. Tetapi Anda tidak boleh menggunakan Diphenhydramine pada anak-anak karena dapat memiliki efek yang berlawanan pada anak dan bekerja seperti stimulan.
  • Jika Anda menggabungkan Diphenhydramine dengan antihistamin lainnya, termasuk antihistamin yang Anda gosokkan pada kulit Anda, efek samping mengantuk bisa menjadi lebih buruk.
  • Minum alkohol dan mengonsumsi Diphenhydramine bersama-sama juga dapat meningkatkan rasa kantuk.
  • Jika Anda berusia lebih dari 65 tahun, tanyakan dokter Anda tentang alternatif lain yang lebih aman dari Diphenhydramine.

Penggunaan Diphenyhydramine Pada Ibu Hamil dan Menyusui

Penggunaan Diphenhydramine belum dievaluasi secara memadai pada wanita hamil. Diphenhydramine harus digunakan hanya jika manfaatnya melebihi potensi tetapi tidak diketahui risikonya.

Diphenhydramine dapat masuk dalam ASI jika ibu yang sedang menyusui mengkonsumsi obat ini. Karena mengakibatkan risiko stimulasi dan kejang pada bayi, terutama papda bayi yang baru lahir dan bayi prematur, antihistamin tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui.

Hindari penggunaan Diphenhydramine pada anak usia di bawah 6 tahun kecuali dengan resep dokter Alternatif obat alergi yang tidak memberikan efek penenangan seperti loratadine, cetirizine, fexofenadine dapat dibeli di pasaran tanpa resep dokter dan lebih aman untuk anak-anak.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit