Dapatkah Bayi Mengalami Alergi ASI?

Dipublish tanggal: Sep 30, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit

Nutrisi bayi dari ASI

Sebagai makanan pertama bayi Anda, Anda mungkin mengharapkan bahan-bahan ASI Anda mencakup nutrisi dasar esensial, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta air untuk membuatnya tetap terhidrasi. Namun ASI bukanlah makanan biasa - ia memiliki nilai lebih dari sekedar gizi saja.

Lebih dari 1.000 protein yang membantu bayi Anda tumbuh dan berkembang, mengaktifkan sistem kekebalan tubuhnya, dan mengembangkan serta melindungi neuron di otaknya.

Semua protein ASI itu terbuat dari asam amino. Ada lebih dari 20 senyawa ini dalam ASI Anda. Beberapa dari mereka yang disebut nukleotida meningkat pada malam hari.

ASI sebagai sumber enzim dan faktor pertumbuhan

Lebih dari 200 gula kompleks yang disebut oligosaccharides  yang bertindak sebagai prebiotik untuk memelihara usus dan mencegah infeksi memasuki aliran darahnya dan menurunkan risiko peradangan otak.

Lebih dari 40 enzim. yang mempercepat reaksi kimia dalam tubuh. Enzim di ASI Anda memiliki pekerjaan seperti membantu pencernaan dan sistem kekebalan bayi Anda, serta membantunya menyerap zat besi.

Faktor pertumbuhan yang mendukung perkembangan yang sehat. mempengaruhi banyak bagian tubuh bayi, seperti usus, pembuluh darah, sistem saraf, dan kelenjar-kelenjarnya, yang mengeluarkan hormon.

ASI sebagai sumber antibodi

Antibodi di ASI  juga dikenal sebagai imunoglobulin. Terdapat lima bentuk dasar antibodi dan semuanya dapat ditemukan dalam ASI Anda.

Antibodi melindungi bayi Anda dari penyakit dan infeksi dengan cara menetralkan bakteri dan virus.

Benarkah ASI menjadi sumber alergi?

ASI biasanya tidak menyebabkan reaksi alergi pada bayi yang menyusui, tetapi ibu terkadang khawatir bahwa bayi mereka mungkin alergi terhadap sesuatu yang dikonsumsi dan masuk ke dalam AS.

Faktanya, hanya dua atau tiga dari setiap 100 bayi yang mendapat ASI eksklusif menunjukkan reaksi alergi, dan ini paling sering terjadi pada susu sapi dalam makanan ibu mereka. 

Nutrisi dalam ASI berasal langsung dari apa yang beredar dalam darah ibu, yang berarti bahwa nutrisi apa pun yang Ibuserap dari makanan yang Anda makan diteruskan ke bayi. 

Walaupun benar-benar alergi atau bereaksi terhadap sesuatu dalam ASI jarang terjadi pada bayi, sebagian kecil ibu memang melihat adanya perbedaan dalam gejala atau perilaku bayi mereka setelah makan makanan tertentu.

Apa saja gejala yang menandakan adanya alergi pada bayi?

Dalam kasus ini, bayi dapat menunjukkan tanda-tanda gangguan perut, ketidaknyamanan perut, atau ruam kulit seperti eksim atau gatal-gatal, atau dapat bereaksi dengan muntah, diare parah (sering dengan darah di tinja), atau kesulitan bernafas yang berlangsung hingga beberapa jam setelah menyusui.

Asupan apa saja yang dapat sebabkan alergi?

Alergen makanan yang paling umum adalah susu sapi, kedelai, jagung, dan telur. Faktanya, dalam sebuah penelitian terhadap sekitar 100 bayi yang diduga alergi makanan, produk susu menyebabkan 65% kasus. Kacang tanah, kacang pohon, gandum, dan cokelat juga sering menjadi penyebab alergi.

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika Anda melihat salah satu dari gejala-gejala ini, diet eliminasi dapat membantu mendiagnosis dan mengobati alergi makanan yang potensial. Ini berarti menghilangkan alergen potensial dari diet Anda satu per satu selama 2-4 minggu masing-masing saat Anda terus menyusui dan menonton untuk melihat apakah gejala bayi Anda mereda. 

Ya, Anda dapat terus menyusui, meskipun gejalanya, jika bayi Anda terus bertambah dan bertambah gemuk.

Jika Anda menentukan makanan yang berpengaruh sebagai alergi, hindarilah setidaknya selama 6 bulan, atau sampai bayi Anda berusia 9-12 bulan. Pada saat itu, Anda mungkin dapat memperkenalkan kembali makanan ke diet Anda.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Martín-Muñoz, Maria & Martín-Muñoz, M & Pineda, Fernando & Parrado, G & Guillén, D & Rivero, D & Belver, & Quirce, Santiago. (2016). Food allergy in breastfeeding babies. Hidden allergens in human milk. Eur Ann Allergy Clin Immunol. 48. 123-128. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/305641012_Food_allergy_in_breastfeeding_babies_Hidden_allergens_in_human_milk)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app