Polusi Udara Ancam Kesehatan Lansia, Ini 4 Bahayanya

Dipublish tanggal: Jul 8, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 25, 2019 Waktu baca: 3 menit
Polusi Udara Ancam Kesehatan Lansia, Ini 4 Bahayanya

Lansia termasuk kelompok rentan dan paling berisiko terkena bahaya polusi udara. Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan seseorang kian menurun sehingga rentan terkena penyakit. Termasuk juga yang disebabkan oleh polusi udara. Lalu, seberapa bahayakah polusi udara pada lansia? Berikut penjelasannya.

Dampak polusi udara pada lansia

Baik atau buruknya kualitas udara dipengaruhi oleh setidaknya 6 polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan ozon (O3). Dari keenam polutan tersebut, ozon dan particulate matter (PM) merupakan polutan yang paling berpengaruh bagi kesehatan lansia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Berikut ini berbagai dampak polusi udara pada lansia, yakni:

1. Serangan asma

Meskipun dalam jumlah sedikit, masuknya partikel ozon ke dalam tubuh dapat memicu serangan asma pada lansia. Asma adalah gangguan pada sistem pernapasan yang membuat penderitanya sulit bernapas.

Tidak hanya ditandai dengan sesak napas, gejala asma membuat lansia merasa nyeri di bagian dada, napas bunyi (mengi), hingga batuk yang tak kunjung reda. Guna mengurangi paparan polusi, lansia disarankan untuk selalu memakai masker tiap kali ke luar rumah. 

Baca Selengkapnya: Polusi Jakarta Memburuk, Harus Pakai Masker Anti Polusi yang Mana?

2. Bronkitis kronis

Semakin bertambahnya usia, fungsi organ-organ tubuh mengalami penurunan. Termasuk juga bagi paru-paru, kondisinya tentu tak lagi sekuat dulu sehingga rentan terserang penyakit.

Nah, hal ini dapat diperparah dengan paparan polusi udara dari luar. Apalagi jika memang sebelumnya lansia sudah mengalami masalah pernapasan, maka partikel berbahaya dari polusi bisa memperparah keadaan. Lansia kemungkinan akan menderita penyakit paru-paru kornis, salah satunya bronkitis.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

3. Aritmia jantung

Tak hanya menyerang paru-paru, dampak polusi udara juga bisa membahayakan kesehatan jantung. Dari sekian banyak jenis polutan yang ada, hal ini paling banyak dipengaruhi oleh paparan partikel PM2.5.

Walaupun sudah pakai masker, partikel PM2.5 tetap bisa menembus masker yang biasa Anda pakai karena ukurannya sangat kecil, yaitu sekitar 3% dari diameter rambut manusia. Terlebih lagi, partikel PM2.5 terbukti 3 kali lebih berbahaya daripada PM10 sehingga sangat mudah menginfeksi tubuh manusia.

Dalam jangka pendek, partikel PM2.5 dapat memicu iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Itulah sebabnya Anda jadi batuk-batuk, bersin, pilek, hingga sesak napas setelah terkena polusi.

Semakin lama dibiarkan, partikel PM2.5 ini dapat menumpuk di paru-paru dan diteruskan ke organ lainnya. Bila sudah mencapai jantung, partikel PM2.5 dapat memicu artimia jantung pada lansia.

Aritmia jantung adalah kondisi saat jantung berdetak tidak normal, bisa jadi terlalu cepat atau terlalu lambat. Normalnya, jantung akan berdetak secara teratur sekitar 60-100 kali per menti. Apabila di atas 100 kali per menit, disebut dengan takikardia, sedangkan bila di bawah 60 kali per menit disebut bradikardia.

Baca Juga: Polusi Udara Jakarta Makin Parah, Berapa Angka AQI dan PM2.5 yang Aman?

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

4. Kematian dini

Paparan polusi udara jangka panjang ternyata dapat memangkas harapan hidup seseorang. Menurut para ahli, dampak polusi udara bisa memicu kematian dini, terutama bagi penderita penyakit jantung, penyakit paru-paru, hingga kelompok rentan seperti lansia.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah studi dalam jurnal The New England Journal of Medicine tahun 2017 silam. Para ahli menemukan bahwa setiap kenaikan 10% µg/m3 partikel PM2.5 di udara dapat meningkatkan risiko kematian hingga 13.6%.

Didukung oleh data WHO pada tahun 2016, paparan polusi udara menyebabkan 6,5 juta kematian dini. Hampir 94% kasus kematian terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, khususnya di daerah perkotaan.

Jika kita mampu mengurangi partikel PM2.5 setidaknya 1% µg/m3 saja di seluruh dunia, maka langkah kecil ini menyelamatkan hidup 12.000 lansia di atas 65 tahun. Dengan demikian, para lansia dapat menghirup udara bersih lebih banyak dan kesehatannya pun terjamin.

Baca Selengkapnya: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mengatasi Pencemaran Udara

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bentayeb, Malek & Simoni, Marzia & Norback, Dan & Baldacci, Sandra & Maio, Sara & Viegi, Giovanni. (2013). Indoor air pollution and respiratory health in elderly. Journal of Environmental Science and Health. 48. 10.1080/10934529.2013.826052. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/262860978_Indoor_air_pollution_and_respiratory_health_in_elderly)
Elderly exposure to indoor air pollutants. ScienceDirect. (https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1352231013009114)
Air Pollution Can Be Deadly for Seniors. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=209175)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Hipertensi Dan Bagaimana Cara Mengontrolnya
Hipertensi Dan Bagaimana Cara Mengontrolnya

Perubahan terhadap gaya hidup menjadi lebih sehat menjadi faktor penting untuk mendapatkan kontrol tekanan darah yang normal dan stabil. Meski begitu, tekanan darah tetap stabil juga dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana di bawah ini:

Mengenal Sindrom Geriatri Serta Penanganannya pada Lanjut Usia
Mengenal Sindrom Geriatri Serta Penanganannya pada Lanjut Usia

Penanganan terhadap lansia yang mengalami sindrom geriatri harus disesuaikan dengan penyebab masalahnya. Berikut adalah penanganan berdasar kondisi lansia:

Buka di app