Cytisine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Apr 16, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 2 menit

Cytisine adalah jenis alkaloid yang ditemukan secara alami pada beberapa genus tanaman, seperti Laburnum dan Cytisus dari famili Fabaceae. Cytisine telah lama digunakan sebagai salah satu alternatif terapi berhenti merokok

Cytisine bekerja sebagai stimulan pernapasan. Hal ini sedikit banyak dapat membantu para perokok untuk mulai berusaha berhenti merokok. Bahkan efek Cytisine dianggap lebih ampuh dan terjangkau daripada terapi pengganti nikotin, atau disebut juga Nicotine Replacement Therapy (NRT).

Mengenai Cytisine

Golongan

-

Kemasan

  • Tablet
  • Kapsul
  • Strip oral

Kandungan

-

Manfaat Cytisine

Cytisine dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif terapi berhenti merokok. Para ahli bahkan menyebutkan bahwa terapi ini lebih efektif dan terjangkau bila dibandingkan dengan terapi pengganti nikotin, tablet hisap, atau obat berhenti merokok lainnya.

Tubuh memiliki reseptor asetilkolin nikotinik yang menjadi pusat kecanduan nikotin dari rokok. Reseptor inilah yang merangsang hormon dopamin setiap kali zat nikotin masuk ke dalam tubuh, sehingga para perokok merasa kecanduan dan ketagihan.

Cytisine mampu mengurangi produksi hormon dopamin dalam tubuh. Secara bertahap, Cytisine akan melemahkan reseptor asetilkolin nikotinik sehingga dorongan untuk merokok akan berkurang.

Cytisine juga dapat menghilangkan sensasi nikmat dari rokok. Alhasil, usaha Anda berhenti merokok akan lebih mudah.

Baca Selengkapnya: Manfaat Berhenti Merokok Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Efek samping Cytisine

Belum ada informasi yang mengungkapkan keamanan Cytisine sebagai obat herbal. Kemungkinan ada sejumlah efek samping yang muncul akibat penggunaan Cytisine, yaitu:

Selalu ikuti saran dokter mengenai dosis Cytisine yang tepat untuk Anda. Menggunakan Cytisine melebihi dosis dapat menyebabkan gagal napas dan kematian.

Baca Juga: 13 Cara Berhenti Merokok yang Efektif

Dosis Cytisine

Dosis Cytisine berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari usia dan kondisi kesehatan pasien. Namun, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup mengenai dosis Cytisine yang aman.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, rejimen dosis Cytisine yang disarankan adalah sebagai berikut:

  • Tablet atau kapsul: 1,5 miligram (mg), diminum setiap 2 jam sekali (maksimal 6 dosis per hari).
  • Strip oral: 1 mg, diminum setiap 2 jam sekali (maksimal 6 dosis per hari).

Setelah 25 hari, dosis Cytisine diturunkan menjadi 2 dosis per hari. Tanyakan lebih lanjut ke dokter mengenai dosis Cytisine yang tepat untuk Anda.

Interaksi Cytisine

Belum ditemukan kemungkinan interaksi Cytisine dengan obat-obatan lainnya. Beri tahukan dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi untuk mencegah potensi interaksi obat.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan Cytisine adalah sebagai berikut:

  • Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak tidak dianjurkan untuk menggunakan Cytisine. Sebab, belum ada penelitian medis yang membuktikan keamanannya.
  • Cytisine tidak disarankan untuk penderita aterosklerosis dan hipertensi
  • Cytisine tidak bisa menggantikan obat-obatan medis apa pun dari dokter. Hindari menggunakan Cytisine tanpa pengawasan dokter.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Cytisine Uses, Benefits & Dosage. Drugs.com. (https://www.drugs.com/npp/cytisine.html)
An uncontrolled trial of cytisine (Tabex) for smoking cessation. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2563682/)
Cytisine - C11H14N2O. U.S. National Library of Medicine National Center for Biotechnology Information. (https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/10235)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app