Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki Yang Ternyata Hanya Mitos

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki Yang Ternyata Hanya Mitos

Bagi Anda yang sedang hamil muda, tentu ada rasa penasaran ingin cepat-cepat mengetahui jenis kelamin sang buah hati. Saking ingin tahunya beberapa mempercayai ciri-ciri hamil anak laki-laki ataupun perempuan yang ternyata hanya mitos belaka. Duh! jangan sampai Anda tertipu olehnya.

Sebenarnya jenis kelamin bayi dalam kandungan bisa diketahui dengan mudah melalui pemeriksaan USG, namun sayangnya ibu hamil harus menunggu setidaknya sampai usia kehamilan 4 bulan untuk mengetahui apakah hamil anak laki-laki atau perempuan. Bagi ibu hamil yang tidak sabar menunggu waktu tersebut, maka mau gak mau akan percaya dengan ciri-ciri hamil anak laki-laki yang banyak beredar di masyarakat.

Sebenarnya, tidak perlu terburu-buru, toh mau hamil anak laki-laki atau perempuan semua adalah pemberian sang khalik yang harus kita terima dengan lapang dada, bukankah begitu? Namun, apabila Anda begitu mengidam-idamkan memiliki anak laki-laki, maka jangan asal percaya dengan ciri-ciri yang merupakan mitos seperti di bawah ini.

Mitos dan Fakta Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-laki

Bentuk dan Letak Kandungan

Banyak mitos yang mengatakan bahwa jika seorang wanita hamil anak laki-laki, maka perut akan terlihat lebih landai atau rendah. Sebaliknya apabila perut lonjong dan tinggi, maka berarti hamil anak perempuan. Hal ini tidak sesuai fakta, karena tinggi rendahnya rahim ditentukan oleh usia kehamilan dan posisi janin dalam rahim, tidak ditentukan oleh jenis kelamin janin. Dan tentu saja menjadi hal yang tidak ilmiah, menentukan jenis kelamin anak dalam kandungan berdasarkan tampilan perut ibu hamil.

Frekuensi Denyut Jantung Janin

Konon katanya janin laki-laki memiliki denyut jantung lebih tinggi daripada janin perempuan. Namun sebaliknya ada juga yang mengatakan jika denyut jantung janin di bawah 140 kali permenit berarti hamil anak laki-laki, sedangkan di atasnya berarti hamil anak perempuan. Terlepas dari kontradiksi yang ada, keduanya jelas-jelas tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Hal yang benar bahwa denyut jantung janin akan berfluktuasi sesuai pergerakan dan usia janin. Baca lebih lanjut: Denyut Jantung Janin Normal.

Bulu Kaki Ibu

Perhatikanlah bulu kaki ibu hamil, apabila ada pertumbuhan bulu kaki yang cepat maka berarti janin yang dikandung adalah laki-laki. Anggapan ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Faktanya, janin tidak membuat hormon yang cukup hingga bisa berdampak pada pertumbuhan rambut dan bulu pada tubuh sang ibu.

Warna Air Seni Ibu

Jika seorang ibu hamil berkemih dan melihat bahwa air seni berwarna terang berarti hamil anak laki-laki, sebaliknya apabila air seni atau urine yang keluar berwarna lebih gelap atau kuning pekat berarti ibu mengandung bayi perempuan. Faktanya, warna air seni dipengaruhi oleh kecukupan mengonsumsi air minum dan pengaruh dari makanan yang dikonsumsi, jika ibu hamil banyak minum maka air seni sudah tentu akan berwarna jernih. Warna urinn sama sekali tidak dipengaruhi oleh janin dalam kandungan.

Keparahan Morning Shickness

Apabila seorang ibu hamil mengalami morning sickness alias mual dan muntah (ngidam) yang berlangsung sepanjang hari, maka janin yang dikandung adalah perempuan. Sebaliknya, apabila morning sickness terjadi tidak sepanjang hari dan berlangsung lebih ringan maka janin yang dikandung adalah laki-laki. Faktanya, hormon hCG sebagai salah satu pemicu morning sickness memang cenderung lebih tinggi jika ibu hamil anak perempuan. Namun, pada ibu hamil anak laki-laki juga bisa mengalami morning sickness bahkan beberapa ibu mengatakan itu adalah morning sickness terburuk dibandingkan kehamilan-kehamilan lainnya. Baca: Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Muda

Ngidam Sesuatu

Ibu hamil yang ngidam jenis makanan tertentu bisa menunjukkan jenis kelamin janin yang dikandung. Apabila ibu hamil ngidam makanan asin atau asam berarti mengandung anak laki-laki. Sedangkan apabila ibu hamil ngidam makanan manis berarti mengandung janin perempuan. Faktanya, Ibu hamil bisa ngidam jenis makanan apapun dan tidak ada bukti bahwa mengidamkan jenis makanan tertentu bisa dipengaruhi oleh jenis kelamin janin.

# Kalender Tiongkok

Mengandung anak laki-laki ataupun perempuan dapat diprediksi dengan kalender Tiongkok. Kalender ini akan digunakan untuk menghitung usia ketika ibu mengandung serta bulan terjadinya pembuahan. Padahal kalender Tiongkok bukanlah alat yang dapat memprediksi jenis kelamin janin secara akurat.

Wajah Kusam dan Berjerawat

Apabila ibu hamil mengandung anak perempuan, maka wajahnya akan terlihat bersih dan cantik tanpa jerawat. Sedangkan ibu yang sedang  hamil anak laki-laki akan memiliki wajah yang berjerawat, padahal sebelum hamil tidak jerawatan. Pernyataan ini tidak ada dasar ilmiahnya, jerawat memang akan lebih banyak muncul saat hamil, tapi hal ini berlaku ketika hamil anak laki-laki ataupun perempuan.

Telapak Kaki Dingin

Banyak yang menganggap bahwa telapak kaki dingin selama kehamilan menandakan bahwa anak yang dikandung adalah laki-laki. Ini adalah anggapan yang salah, kaki dingin ada banyak penyebabnya, dan sama sekali tidak terkait dengan jenis kelamin si jabang bayi.

Selain ciri-ciri di atas, masih banyak lagi mitos mengenai tanda-tanda hamil anak laki-laki, oleh sebab itu jangan mudah percaya. Cara yang paling akurat adalah dengan pemeriksaan USG atau pemeriksaan darah.

Tips Cara 'Membuat' Anak Laki-laki

Sementara itu, ada beberapa hal yang mempermudah pasangan suami istri untuk mendapatkan momongan laki-laki, sebagai berikut:

  • Rajin berhubungan. Dengan rajin berhubungan, sperma akan semakin sering dikeluarkan. Dengan demikian, maka kualitas sperma akan meningkat dan dimungkinkan untuk terjadi pembuahan oleh sperma Y yang nantinya akan menjadi anak laki-laki. Apalagi hal itu dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu sekitar ovulasi dan pilihlah waktu pagi hari untuk 'membuat' anak, karena inilah waktu subur bagi pria.
  • Berhubungan saat Ovulasi. Masa ovulasi adalah masa subur wanita, dimana sel telur telah dikeluarkan sehingga apabila sel jantan datang maka pembuahan akan lebih cepat terjadi. Mengingat sperma Y memiliki ketahanan hidup yang lebih rendah dibanding sperma X, maka berhubungan di waktu masa subur akan memungkinkan sperma Y membuahi sel telur. Hal ini akan sangat diperlukan jika ingin hamil anak laki-laki.
  • Capai Orgasme. Ketika wanita telah mencapai orgasme, maka pH jalan lahir menjadi lebih tinggi, apabila sperma diejakulasikan setelah wanita mengalami orgasme, maka hal ini akan lebih memudahkan sel sperma Y untuk bertemu dengan sel telur dan terjadi pembuahan. Jika orgasme sang istri belum tercapai, namun sudah terjadi ejakulasi maka hal ini akan sulit tercapai.
  • Kenakan celana boxer. Ini berkaitan dengan kesuburan pria, pembentukan sperma yang baik harus didukung oleh suhu lingkungan yang baik pula. Penggunaan celana dalam boxer bertujuan agar testis memiliki suhu optimal guna membentuk sel-sel sperma sehat calon anak laki-laki. Hindari celana dalam ketat dan celana katat karena hal ini akan menurunkan kualitas sel benih pria.
  • Pola makan yang sehat. Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang berencana hamil dan mengonsumsi makanan tinggi kalori, yakni sekitar 2400 kalori per hari, maka akan lebih cenderung hamil anak laki-laki. Hal ini dapat dijelaskan berdasarkan teori bahwa kekurangan nutrisi mencegah seorang wanita mengandung anak laki-laki. Disamping juga menyulitkan janin laki-laki untuk bertahan dalam kandungan. Namun, demikian, ibu hamil harus selalu mengonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil sebelum dan selama kehamilan.

Tak perlu terburu-buru untuk mengetahui ciri-ciri hamil anak laki-laki. Berhubung semuanya tidak bisa dijadikan patokan, maka gunakanlah pemeriksaan yang pasti, yaitu USG. Untuk dapat mengetahui jenis kelamin anak yang dikandung, maka perlu ditunggu sampai usia kehamilan minimal mencapai usia 16 minggu.


42 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mayo Clinic Staff. (2018). Fetal ultrasound: Why it’s done. (http://www.mayoclinic.org/tests-procedures/fetal-ultrasound/basics/why-its-done/prc-20014506)
Mayo Clinic Staff. (2017). Fetal development: The 1st trimester. (http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/prenatal-care/art-20045302)
Downing C, et al. (2005). Gender-related differences in fetal heart rate in the first trimester [Abstract]. DOI: (http://www.karger.com/Article/Abstract/89065)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app