Ceftizoxime: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 912.923 orang

Ceftizoxime adalah obat yang termasuk golongan antibiotik, yang lebih tepatnya masuk kedalam antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yang efektif untuk mengatasi infeksi bakteri gram (-) seperti E. Coli, H. Influenzae, K. Pneumoniae, Proteus M, namun tidak begitu efektif untuk mengatasi infeksi bakteri gram (+).  

Untuk mengetahui bakteri gram (-)/(+) yang sedang menginfeksi diri anda, maka diperlukan kultur kuman yang memerlukan waktu 5-7hari.

Manfaat yang didapatkan dari obat Ceftizoxime

Ceftizoxime biasa digunakan sebagai antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran kemih sampai infeksi menular seksual yang berbasis infeksi bakteri. Contoh penyakit-penyakit yang dapat ditangani oleh Ceftizoxime antara lain seperti gonore, ISK, sistisis, epiglottitis, dan infeksi berbasis bakteri lainnya. 

Ceftizoxime termasuk dalam kategori obat yang harus dibeli melalui resep dokter, sehingga kita pun sebagai konsumen harus bijak dalam menggunakan obat ini. Ceftizoxime bekerja dengan cara menginhibisi transpeptidase dari sintesis peptidoglikan pada dinding sel bakteri sehingga bakteri menjadi lemah dan dapat dieradikasi. 

Obat ini bisa digunakan oleh anak anak, dewasa serta lanjut usia.

Dosis dari obat Ceftizoxime

Berbagai sediaan Ceftizoxime sendiri adalah sediaan serbuk injeksi yang digunakan untuk mengurangi keluhan keluhan yang disebabkan infeksi bakteri.

Gonore

  • Dewasa: 1gr IM single dose

Infeksi Saluran Kemih yang tidak memiliki komplikasi lain

  • Dewasa: 0.5 g setiap 12 jam IM atau IV lambat 3 – 5 menit.

Infeksi bakteri lainnya

  • Dewasa: 1-2g 8 -12 jam sekali secara IM atau IV lambat 3 – 5 menit, dapat ditingkatkan sampai 2-4g IV setiap 8 jam pada infeksi berat. Maksimal 2g setiap 4 jam.
  • Anak: ≥6bulan 50mg/kg setiap 6-8jam sekali.

Penyesuaian dosis harus dilakukan untuk penderita gangguan ginjal berat dimana kadar Creatinine Clearance CrCl <30 mL/min. Dosis bisa dikurangi sampai 50% untuk penderita dengan keadaan gangguan ginjal berat seperti ini.

Penggunaan obat ini sangat berdasarkan keluhan infeksi yang ditimbulkan sehingga penggunaan obat ini harus menggunakan resep dari dokter, konsultasikan lebih lanjut kepada dokter yang telah memeriksa anda secara langsung sehingga mengetahui kondisi medis anda. 

Saran kami, bila memang memiliki keluhan keluhan medis seperti diatas ataupun hal lainnya, segera periksakan diri anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Dikarenakan bentuk sediaannya yang merupakan sediaan injeksi maka penggunaan obat ini sebaiknya / harus dilakukan oleh seorang tenaga medis ahli dan tidak bisa dilakukan oleh penderita sendiri.

Efek samping dari obat Ceftizoxime

Efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Ceftizoxime adalah alergi seperti gatal, kesulitan bernafas, pembengkakan wajah, lidah dan tenggorokan atau bahkan sampai pingsan. Segera cari bantuan medis bila anda mengalami keluhan seperti ini.

  • Gangguan sistem pencernaan seperti mual, muntah, dan diare.
  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Demam
  • Kenaikan enzim hati (AST, ALT dan alkaline fosfatase)
  • Gangguan hematologic
  • Mati rasa
  • Efek samping yang dapat bersifat fatal antara lain syok anafilaksis dan kolitis pseudomembran.

Tentunya tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut diatas, bila anda merasa khawatir dalam penggunaan obat ini ataupun mengalami salah satu keluhan yang telah disebutkan diatas, konsultasikan keadaan medis anda kepada tenaga medis atau dokter terdekat.

Ibu hamil dan menyusui

Perlu diketahui bahwa penggunaan Ceftizoxime untuk ibu hamil dan menyusui termasuk dalam kagetori B, yaitu studi pada binatang tidak menunjukan ada kecacatan janin namun belum ada studi terkontrol pada manusia.

Saran kami hubungi dan konsultasikan kembali kepada dokter anda bila anda ingin mengkonsumsi Ceftizoxime dalam keadaan hamil atau menyusui.

Peringatan penggunaan obat Ceftizoxime

Dalam menggunakan Ceftizoxime, ada beberapa hal yang perlu di waspadai, seperti:

  • Golongan antibiotik adalah golongan obat yang harus dihabiskan dalam 1 kali regimen pengobatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi terhadap suatu antibiotik. Ikuti saran dan aturan pakai dari dokter yang memberikan suatu antibiotik untuk menghindari suatu resistensi obat. Resistensi adalah keadaan dimana kuman tidak lagi dapat dilawan (Tidak mempan) oleh suatu pemberian antibiotik.
  • Tidak dianjurkan untuk anak berusia dibawah 6 bulan karena tingkat keamanannya masih belum diketahui.
  • Tidak dianjurkan untuk penderita dengan hipersensitifitas terhadap obat golongan penisilin, dan turunan sefalosporin.
  • Berhati-hati dalam pemberian untuk penderita gangguan fungsi ginjal berat.
  • Simpan obat pada suhu ruangan agar obat tidak rusak. Hindari penyimpanan didalam kulkas.
  • Beritahu kepada dokter bila sedang mengonsumsi obat-obatan lain ataupun herba

Overdosis

Belum ada laporan yang lengkap mengenai kejadian overdosis pada pemakaian Ceftizoxime karena merupakan obat yang memerlukan resep dokter serta pemantauan secara berkala sehingga jarang terjadi kelebihan dosis serta pemakaian yang tidak benar. 

Tanda dan gejala overdosis bisa beraupa mual muntah dan diare berat sampai kejang. Jika dicurigai terdapat tanda dan gejala overdosis Ceftizoxime, segera cari bantuan medis karena harus ditangani baik secara simptomatik dan terapi suportif agar keluhan tidak memburuk.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit