Benzalkonium Chloride: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 9, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Apr 16, 2019 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Benzalkonium Chloride adalah obat yang digunakan untuk menangani gejala-gejala infeksi bakteri pada kulit atau mata.
  • Obat ini tersedia dalam bentuk obat tetes mata, larutan pembersih mata, gel rongga mulut, spray rongga mulut, obat kumur.
  • Dosis penggunaan Benzalkonium Chloride sebenarnya bergantung pada sediannya masing-masing. 
  • Biasanya dalam preparat tetes mata, sediaan akan berdosis 0,0002-0,2%, sebagai sampo sebesar 0,2-0,5%, sebagai cream sebesar 0,13%.  
  • Untuk dewasa, preparat tetes mata sebesar 0,1% bisa diberikan dua kali sehari dalam jarak 6-8 jam, sedangkan untuk anak berusia 3-18 tahun dapat diberikan masing-masing satu tetes dua kali sehari dalam jarak 6-8 jam.

Apakah obat Benzalkonium Chloride?

Benzalkonium Chloride adalah obat yang mengandung zat kimia berupa zat amonium. Benzalkonium Chloride adalah obat yang digunakan untuk menangani gejala-gejala infeksi bakteri pada kulit atau mata. Benzalkonium Chloride biasanya terdapat pada preparat antiseptik, seperti sabun atau sampo, serta obat tetes mata.

Mengenai Benzalkonium Chloride

Golongan:

Obat bebas

Kemasan:

Obat tetes mata, larutan pembersih mata, gel rongga mulut, spray rongga mulut, obat kumur.

Kandungan:

Antiseptik dan disinfektan

Manfaat obat Benzalkonium Chloride

Benzalkonium Chloride biasa digunakan sebagai agen antiseptik dan disinfektan dan termasuk dalam kategori obat bebas yang bisa dibeli tanpa melalui resep dokter. Meski demikian, sebagai konsumen, kita harus bijak menggunakan obat ini. Benzalkonium Chloride bekerja dengan cara menghambat, serta membunuh pertumbuhan suatu mikroorganisme yang ingin menginvasi tubuh, seperti bakteri atau virus penyebab infeksi lainnya.

Obat ini bisa digunakan baik oleh anak, dewasa, dan lanjut usia. Keluhan-keluhan, seperti mata merah, luka sobek yang terinfeksi, luka lecet, maupun penyakit kulit kepala bisa dibersihkan dengan Benzalkonium Chloride.

Efek samping obat Benzalkonium Chloride

Walaupun dijual secara bebas tanpa harus menggunakan resep dari dokter, sebaiknya tetap konsultasikan keadaan medis Anda kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan Benzalkonium Chloride. Efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Benzalkonium Chloride sendiri adalah sebagai berikut:

Alergi seperti gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, lidah dan tenggorokan, pingsan. Segera cari bantuan medis bila Anda mengalami keluhan seperti ini.
Kerusakan saluran air mata atau kornea
Iritasi mata/ mata merah
Efek samping lain meliputi infeksi, pembengkakan, kemerahan, gatal, mata kering, pandangan kabur, sakit kepala, rasa pahit pada mulut.

Tentunya tidak semua orang akan mengalami efek samping di atas. Bila Anda merasa khawatir dalam penggunaan obat ini atau mengalami salah satu keluhan di atas, segera berkonsultasi kepada tenaga medis atau dokter terdekat.

Penggunaan untuk ibu hamil dan menyusui

Perlu diketahui bahwa penggunaan Benzalkonium Chloride untuk ibu hamil dan menyusui termasuk dalam kagetori N, yaitu belum dikategorikan, yang berarti belum terbukti ada atau tidaknya efek terhadap kehamilan atau proses menyusui. Saran kami adalah hubungi dan berkonsultasi kepada dokter bila Anda ingin mengonsumsi Benzalkonium Chloride dalam keadaan hamil atau menyusui.

Dosis obat Benzalkonium Chloride 

Berbagai sediaan Benzalkonium Chloride terdiri dari sampo, creamlotion, ataupun preparat cair yang digunakan untuk masing-masing keluhan. Benzalkonium Chloride juga bisa digunakan sebagai alat pencuci peralatan kedokteran, seperti peralatan bedah serta operasi. Dosis penggunaan Benzalkonium Chloride sebenarnya bergantung pada sediannya masing-masing. 

Biasanya dalam preparat tetes mata, sediaan akan berdosis 0,0002-0,2%, sebagai sampo sebesar 0,2-0,5%, sebagai cream sebesar 0,13%. Untuk dewasa, preparat tetes mata sebesar 0,1% bisa diberikan dua kali sehari dalam jarak 6-8 jam, sedangkan untuk anak berusia 3-18 tahun dapat diberikan masing-masing satu tetes dua kali sehari dalam jarak 6-8 jam.

Interaksi Benzalkonium Chloride

Penggunaan obat tetes mata yang mengandung Benzalkonium Chloride bersama dengan obat bius bentuk tetes mata dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan.

Perhatian

Dalam menggunakan Benzalkonium Chloride, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, seperti:

Tidak boleh digunakan bersamaan sabun atau preparat lain yang mengadung surfaktan anionik, sitrat, iodida, permanganat, salisilat, zink oksida, serta sulfat.
Tidak boleh digunakan pada gips.
Hindari mencuci lensa kontak menggunakan Benzalkonium Chloride karena bisa terjadi reaksi pada lensa kontaka yang berbahaya bagi kesehatan mata.
Awasi penggunaan Benzalkonium Chloride pada anak secara berlebihan.
Berhati-hati pada penderita gangguan gula yang menggunakan Benzalkonium Chloride
Jika muncul reaksi alergi terhadap Benzalkonium Chloride seperti yang sudah dijelaskan, segera cari bantuan medis.

Penggunaan Overdosis

Pada praktiknya, sangat jarang ditemukan seseorang yang mengalami gejala overdosis Benzalkonium Chloride karena ambangnya yang tinggi. Namun, bukan berarti kita bisa menggunakan obat ini dalam dosis yang tinggi atau tidak mengikuti aturan pakai. Gejala overdosis bisa berupa pingsan, kesulitan bernapas, pusing, detak jantung yang melambat. Segera cari bantuan medis bila Anda atau teman Anda mengalami keluhan seperti ini.


21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
A. Oyejide, S. Matsumoto, J. Chang, K. Tarlo, M. Holland, S.M. Whitcup, B. Short; Comparative Ocular Histopathological Effects of Eye Drops Containing Purite(R) (Oxychloro Complex) or Benzalkonium Chloride Preservatives in Rabbits . Invest. Ophthalmol. Vis. Sci. 2003;44(13):1365. doi: https://doi.org/. Investigative Ophthalmology & Visual Science (IOVS). (https://iovs.arvojournals.org/article.aspx?articleid=2413193)
Preservatives in Topical Ophthalmic Medications. Medscape. (https://www.medscape.com/viewarticle/588636_4)
Walsh K, Jones L. The use of preservatives in dry eye drops. Clin Ophthalmol. 2019;13:1409-1425 https://doi.org/10.2147/OPTH.S211611. Dove Medical Press. (https://www.dovepress.com/the-use-of-preservatives-in-dry-eye-drops-peer-reviewed-fulltext-article-OPTH)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app