Benarkah Gandum Utuh (Whole Wheat) Menyehatkan?

Dipublish tanggal: Jul 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 16, 2019 Waktu baca: 2 menit
Benarkah Gandum Utuh (Whole Wheat) Menyehatkan?

Seiring berjalannya waktu, masyarakat semakin sadar bahwa mengkonsumsi gandum utuh atau whole wheat saja mengandung nilai gizi yang lebih tinggi serta serta yang lebih banyak dibandingkan mengkonsumsi gandum putih seperti nasi.

Meskipun banyak informasi yang menyarankan untuk mengkonsumsi gandum utuh, tetapi ada beberapa penelitian yang justru menyatakan bahwa gandum utuh ternyata tidak selamanya bisa menjadi pilihan terbaik. Berikut akan diberikan alasan terkait pernyataan tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Gandum Utuh Dapat Memicu Masalah Pencernaan Bagi Sebagian Orang

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Jare Diamond sebagai ahli biologi evolusi dari University of California, Los Angeles menyatakan bahwa gandum utuh tidak selalu baik dikonsumsi untuk setiap orang. 

Bila seseorang terlalu banyak mengkonsumsi gandum putih seperti tepung terigu dan nasi putih maka dapat memicu produksi insulin, penyakit jantung dan penumpukan lemak namun berbeda dengan gandum utuh.

Sebab ternyata gandum utuh meungkinkan adanya peradangan, gangguan sistem pencernaan, dan gangguan kekebalan tubuh terutama pada orang-orang alergi terhadap gluten atau memiliki penyakit celiac. Beberapa masalah kesehatan tersebut muncul akibat adanya senyawa gluten.

Apakah Gluten Itu ?

Sebagian orang awam mungkin belum mengetahui apa itu gluten. Gluten adalah protein yang terdapat di dalam gandum maupun produk gandum. Gluten tersebut bisa menyebabkan terjadinya peradangan bagi anda yang memiliki penyakit celiac. 

Bagi penderita celiac, gluten akan memicu gangguan penyerapan yang bisa berdampak pada terjadinya kekurangan vitamin maupun mineral.

Selain itu gluten juga bisa menyebabkan meningkatnya rasa lelah, depresi, nyeri sendi, migrain, masalah belajar, serta kelelahan kronis bagi orang yang sensitif terhadap gluten. Sebagian dari anda mungkin pernah merasa bingung kenapa setelah anda banyak makan produk gandum tetapi tiba-tiba sekarang menjadi bermasalah? 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Penyebabnya adalah karena anda sudah banyak mengkonsumsi gluten. Selain itu belum banyak masyarakat yang tahu bahwa ada banyak gandum yang dimodifikasi secara genetik supaya mengandung gluten lebih banyak saat musim panen.

Untuk itulah sebaiknya jangan mudah tergoda bila membaca label kemasan yang bertuliskan bebas gluten pada produk di pasaran. Terlebih kini banyak jenis makanan cepat saji yang diklaim bebas gluten..

Apakah Nasi Putih Memang Tidak Bagus Bagi Kesehatan ?

Bagi masyarakat Asia sepertinya memang tidak bisa lepas dari nasi sebagai makanan pokok. Rasanya masih belum kenyang jika belum makan nasi putih sebagai sumber karbohidrat

Sebetulnya semua beras bentuk alami memang bebas gluten. Termasuk jenis beras putih, beras merah hingga wild rice. Selain itu beras ketan juga bebas gluten meskipun dari segi namanya tidak menunjukkan hal yang demikian.

Untuk jenis beras putih mempunyai nilai gizi yang rendah karena hampir kehilangan mineralnya ketika mengalami proses pemurnian. Hal ini menunjukkan bahwa energi yang terkandung di dalamnya dapat dicerna dan dilepaskan secara cepat ke dalam aliran darah. 

Bila tidak ada permintaan energi maka beras akan diubah menjadi lemak untuk disimpan di dalam tubuh.

Nasi putih bukanlah pilihan yang paling sehat sebagai makanan pokok. Namun bagi anda penderita celiac yang sensitif terhadap gluten, maka nasi bisa menjadi pilihan terbaik untuk dikonsumsi. 

Namun jika ada pilihan nasi merah maka upayakan untuk lebih memilih nasi merah saja dan bukan nasi putih. Selain itu masih ada beberapa jenis gandum dan sumber karbohidrat yang lebih sehat untuk dikonsumsi yaitu ubi dan quinoa. 

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Problem of Eating Wheat in IBS. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/wheat-and-ibs-1944750)
11 easy to digest foods. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/319947)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app