Awas, Bahaya Vape Bisa Bikin Paru-Paru Kesumbat Lemak

Dipublish tanggal: Sep 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Awas, Bahaya Vape Bisa Bikin Paru-Paru Kesumbat Lemak

Pembicaraan soal pro dan kontra rokok elektrik alias vape terus memanas, terlebih sejak beredarnya berita ratusan remaja Amerika dilaporkan kolaps akibat penggunaan rokok elektrik tersebut. Tidak hanya disebut-sebut dapat memicu iritasi pada saluran napas, kejang, dan penyakit serius pada paru-paru, bahaya vape juga diyakini dapat menyebabkan paru-paru tersumbat lemak atau disebut lipoid pneumonia.

Apa itu lipoid pneumonia?

Lipid atau lipoid adalah molekul lemak, sedangkan pneumonia adalah peradangan pada paru-paru. Lipoid pneumonia adalah peradangan yang terjadi ketika asam lemak masuk dan menyumbat paru-paru. Kondisi ini merupakan infeksi yang langka dan lebih parah daripada pneumonia biasa.

Ada 2 jenis lipoid pneumonia, yaitu:

  • Exogenous lipoid pneumonia: terjadi ketika partikel lemak masuk lewat hidung atau mulut, lalu mencapai paru-paru.
  • Endogenous lipoid pneumonia: partikel lemak terakumulasi di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan. Lipoid pneumonia jenis ini juga dapat disebut dengan kolesterol pneumonia, golden pneumonia, atau beberapa kasus disebut idiopathic lipoid pneumonia.

Gejala lipoid pneumonia meliputi nyeri dada, sesak napas, batuk kronis, hingga batuk berdarah. Kalau dilihat sekilas, gejala tersebut cukup mirip dengan gejala pneumonia biasa yang disebabkan oleh bakteri. 

Baca Juga: Paru-Paru Popcorn Sebagai Efek Bahaya Vape (Rokok Elektrik)

Apa benar bahaya vape bisa bikin paru kesumbat lemak?

Dugaan ini semula berawal dari kasus Aubree Butterfiled, seorang perempuan asal Utah, yang didiagnosis lipoid pneumonia pada bulan Juli 2019 lalu. Melansir dari Health, hal ini diyakini merupakan akibat penggunaan rokok elektrik alias vape. Sejak saat itulah, bahaya vape disebut-sebut berkaitan dengan terjadinya lipoid pneumonia.

Apa yang dialami Aubree bukanlah satu-satunya kasus lipoid pneumonia yang terjadi akibat penggunaan vape. Berdasarkan BMJ Case Report, seorang wanita dilarikan ke rumah sakit akibat gagal napas. Ia juga menderita lipoid pneumonia akibat vaping.

Melihat dari kasus yang dialami Aubree, tim medis menemukan bahwa ada senyawa gliserin atau gliserol (vegetable glycerin) di dalam paru-parunya. Zat tersebut ternyata bisa didapatkan dari rokok elektrik alias vape.

Satu buah vape menyimpan berbagai kandungan di dalamnya, mulai dari nikotin, zat perasa, logam, hingga senyawa organik lainnya. Andrew Freeman, MD, seorang ahli paru dari University of Utah Health, mengungkapkan bahwa kandungan minyak dalam kartrid vape ikut dipanaskan untuk menghasilkan uap. Di dalam uap tersebut bisa saja mengandung sedikit minyak aerosol yang dapat terhirup oleh manusia.

Minyak aerosol yang masuk ke dalam tubuh lalu disimpan di dalam saluran udara distal dan alveoli (kantung udara). Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat memicu respon peradangan yang mengganggu proses pertukaran udara. 

Sekali menghirup minyak aeorol mungkin tidak langsung memberikan efek dalam tubuh. Namun kalau terus-terusan terhirup, tetesan lipid tadi dapat menyebabkan iritasi hingga kerusakan paru-paruy ang mengarah pada lipoid pneumonia.

Baca Selengkapnya: Kandungan Vape dan Dampaknya Pada Tubuh

Bagaimana cara mengatasi lipoid pneumonia?

Lipoid pneumonia adalah satu dari sejuta alasan mengapa rokok elektrik atau vape tidak benar-benar aman bagi kesehatan. Meskipun memang bisa dibilang vape cenderung lebih aman daripada rokok tembakau.

CDC mengungkapkan bahwa vape cukup berpotensi untuk membantu para perokok melepaskan diri dari jeratan rokok konvensional - terlebih yang sudah dalam tahap kecanduan. Namun kembali lagi, perlu diketahui juga bahwa terdapat beberapa kandungan vape lainnya yang mengancam kesehatan, baik untuk perokok itu sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Pengobatan lipoid pneumonia ditentukan berdasarkan jenis dan penyebab masing-masing. Dokter juga akan melihat seberapa parah gejala yang dirasakan pasien sebelum kemudian menentukan perawatan yang tepat.

Untuk kasus exogenous lipoid pneumonia, mengurangi paparan sumber substansi lemak dapat membantu meringankan gejala. Bila memang disebabkan oleh penggunaan rokok elektrik alias vape, maka pasien disarankan untuk segera berhenti memakai vape demi menjaga kesehatannya.

Dokter juga dapat meresepkan obat antiradang seperti kortikosteroid guna menurunkan respon peradangan akibat lipoid pneumonia. Dilengkapi juga dengan terapi oksigen dan terapi pernapasan, sehingga pasien bisa bernapas lebih lega meskipun mengidap lipoid pneumonia.

Baca Juga: Vape Tanpa Nikotin, Benarkah Lebih Aman dari Efek Samping?


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Viswam, Darsana & Trotter, Simon & Burge, Peter & Walters, Gareth. (2018). Respiratory failure caused by lipoid pneumonia from vaping e-cigarettes. BMJ Case Reports. 2018. bcr-2018. 10.1136/bcr-2018-224350.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/326248190_Respiratory_failure_caused_by_lipoid_pneumonia_from_vaping_e-cigarettes)
Outbreak of Electronic-Cigarette–Associated Acute Lipoid Pneumonia. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/68/wr/mm6836e1.htm)
Vaping-Associated Acute Respiratory Failure Due to Acute Lipoid Pneumonia. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/31583455)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app