Kenali Aspermia Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Dipublish tanggal: Feb 10, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Tinjau pada Apr 22, 2019 Waktu baca: 4 menit

Kenali Segera Penyebab, Gejala dan Diagnosa Aspermia

Aspermia merupakan penyakit langka yang berkaitan dengan organ reproduksi pria. Tidak seperti penyakit fertilitas pada umumnya, Aspermia berkaitan dengan jumlah sperma dalam air mani pria.

Kurangnya jumlah sperma dalam air mani dapat terjadi karena penyumbatan pada saluran ejakulasi atau ejakulasi pada kandung kemih, yang sering disebut aspermia retrograde.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Aspermia dapat menjadi hambatan dalam hubungan suami istri, dimana pria tidak dapat memberikan jumlah sperma yang cukup untuk membuahi telur wanita sehingga kemungkinan untuk hamil menjadi lebih kecil.

Di lain sisi, apabila pasangan suman istri tidak berencana untuk memiliki keturunan, maka aspermia tidak memberikan efek buruk dalam berhubungan seksual bagi kedua pihak.

Penyebab Penyakit Aspermia

Kemungkinan besar aspermia disebabkan oleh gangguan psikologis seperti stres dan gaya hidup kurant sehat lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa gangguan ini disebabkan oleh faktor lainnya.

1. Penyumbatan Saluran Ejakulasi, merupakan salah satu penyebab utama aspermia. Penyumbatan dapat terjadi pada salah satu ataupun kedua saluran ejakulasi. Apabila kedua saluran mengalami penyumbatan maka disebut penyumbatan saluran ejakulasi total, jika penyumbatan hanya terjadi di salah satu saluran, maka disebut penyumbatan saluran ejakulasi parsial. Penyumbatan Saluran Ejakulasi dapat disebabkan oleh beberapa hal:

2. Ejakulasi Retrograde terjadi karena air mani gagal terdorong keluar, melainkan kembali terdorong kebelakang karena kegagalan fungsi saluran ejakulasi.
Ejakulasi retrograde data disebabkan:

Gejala Penyakit Aspermia

Sebagaimana penyakit pada umumnya, aspermia juga memiliki gejala yang bisa menjadi pertanda bahwa seseorang mungkin mengalaminya. Jika pada umumnya masih banyak penyakit yang sulit dilihat gejala dan tanda-tandanya, maka tidak dengan penyakit aspermia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️ Privasi Terjamin ✔️

Default internal ads sept20

Anda akan merasakan secara jelas sehingga memunculkan kewaspadaan yang lebih. Adapun beberapa ciri-ciri yang bisa Anda lihat sebagai gejala penyakit aspermia adalah sebagai berikut:

  • Mengalami oligospermia, dimana jumlah air mani yang dikeluarkan sangat sedikit.
  • Rasa sakit pada daerah pelvis sesudah terjadinya ejakulasi.
  • Mengalami kekurangan air mani saat ejakulasi. Biasanya disebut dengan orgasme kering.
  • Tidak sperma dalam penyediaan sperma ke dalam vagina sehingga pasangan sulit untuk hamil.
  • Mengalami kebocoran air mani yang disebabkan penyumbatan. Air seni akan bisa terlihat saat hubungan intim sampai pada puncaknya.

Jika Anda merasa gejala-gejala yang sudah disebutkan diatas terjadi pada diri Anda, pastikan Anda untuk mengatasinya sesegera mungkin. Hal ini bertujuan agar penyakit ini tidak semakin parah. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menemui dokter dan segera mengkonsultasikannya.

Diagnosa Aspermia

Hal selanjutnya yang juga harus diketahui seputar penyakit aspermia adalah diagnosa. Biasanya, pemeriksaan akan dilakukan terlebih dahulu sebelum dokter memutuskan diagnosa penyakit ini pada Anda. Adapun beberapa pemeriksaan penting yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pemeriksaan fisik, hal ini akan menjadi awalan pertama untuk melihat kondisi sekitar kelamin yaitu testis. Dengan melihat kenampakan awalnya, dokter bisa melihat kondisi sebenarnya pasien yang sedang ia periksa.
  • Melakukan pengecekan terhadap riwayat kesehatan medis pasien, biasanya hal ini akan diminta oleh dokter saat Anda melakukan pemeriksaan. Tujuan dilakukannya hal ini adalah untuk melihat apakah penyakit lain yang bisa menjadi pemicu terjadinya spermia pada pasien.
  • Pencitraan,sejenis tes yang meliputi ultrasound transrektal. Selain itu, penggunaan pencitraan resonansi magnetik. Hal ini dilakukan untuk melihat ada tidaknya bagian kelenjar prostat yang rusak.
  • Melakukan tes pada urine pasca ejakulasi, hal ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan air mani di dalam urine.
  • Melakukan tes pada darah pasien, hal ini tentu sangat penting untuk dilakukan. Dari darah akan diketahui kandungan ataupun tingkat hormon perangsang testosteron dan folikel di dalam tubuh pasien yang bersangkutan.
  • Melakukan analisa secara kimia terhadap air mani. Hal ini perlu dilakukan oleh dokter guna mengetahui tingkat pH dan fruktosa di dalam air mani.

Pengobatan Aspermia

Setelah diagnosis ditegakan, dokter akan memberi beberapa pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi kondisi aspermia adalah:

  • Pengobatan - Obat-obatan yang biasa diberikan untuk pemulihan saraf rusak adalah imipramine, pseudoephedrine, efedrin, phenulephrine, bromopheniramine, dan chlorpheniramine.
  • Bantuan reproduksi- Apabila pasangan ingin memiliki anak dan ingin menempuh cara lain dengan proses inseminasi, IVF dan lainnya. 
  • Pembedahan - Pilihan pengobatan ini akan diberikan bila cara lain tidak berhasil. Teknik pembedahan akan bergantung pada faktor penyebab. Bila terdapat penyumbatan saluran ejakulasi , maka operasi yang dibutuhkan adalah transurethral resection of the ejaculatory duct atau TURED. Metode operasi lain bagi terjadinya sumbatan adalah rekanisasi saluran ejakulasi di mana ini melalui kateter balon yang disisipkan transrektal atau transuretral yang bertujuan melebarkan saluran ejakulasi. Pelebaran ini akan membantu supaya aliran air mani lebih lancar dan komplikasi yang terkait pun bisa dicegah.

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app