Apakah Benar Kesehatan Tulang Mempengaruhi Nafsu Makan?

Dipublish tanggal: Jul 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Apakah Benar Kesehatan Tulang Mempengaruhi Nafsu Makan?

Kebanyakan orang mengetahui tulang hanyalah benda keras yang menyatukan semua bagian lunak di tubuh setiap manusia agar tubuh tetap tegak dan kokoh? 

Selain untuk memperkokoh postur tubuh, penelitian terbaru telah membuktikan bahwa zat kimia yang dilepaskan oleh tulang dapat membantu menekan nafsu makan dan membantu proses penurunan berat badan, yang bisa menjadi kabar baik bagi para penggemar orang yang suka berolahraga.

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

Hubungan Antara Kesehatan Tulang Dan Nafsu Makan

Banyak yang menganggap tulang hanya sebagai bagian tubuh yang sangat rapuh dan sebagai struktur yang penyokong tubuh, tetapi para ilmuwan telah menemukan bahwa tulang mungkin memainkan peran penting dalam mengatur nafsu makan seseorang dan membantu menurunkan berat badan. 

Penelitian baru yang diterbitkan telah mengidentifikasi hormon yang dilepaskan oleh sel-sel tulang yang menargetkan bagian-bagian otak yang membuat seseorang lapar.

Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian menunjukkan bahwa tulang seseorang akan melepaskan hormon yang mempengaruhi perkembangan otak, pengelolaan glukosa, fungsi ginjal, dan kesuburan pria. 

Saat ini studi terbaru yang dilakukan pada tikus di Columbia University Medical Center telah menemukan bahwa fungsi baru tulang telah ditambahkan ke dalam daftar yaitu penekan nafsu makan.

Para peneliti menemukan bahwa sel-sel tulang mengeluarkan hormon yang disebut lipocalin 2. Karena struktur kimianya, lipocalin 2 sebelumnya telah diidentifikasi sebagai protein yang disekresikan oleh sel-sel lemak. Hormon tersebut dilepaskan setelah makan dan mencapai tingkat puncak kira-kira satu jam setelah makanan dicerna. 

Studi terbaru menunjukkan bahwa 90 persen lipocalin 2 sebenarnya diproduksi oleh osteoblas (sel-sel tulang yang bertanggung jawab untuk membangun tulang baru).

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

Para ilmuwan ingin mengetahui apakah lipocalin 2 yang diturunkan tulang berperan dalam mengatur nafsu makan, sehingga para peneliti membiakkan dua jenis tikus yaitu satu jenis yang sel-sel lemaknya tidak dapat memproduksi lipocalin 2, dan satu jenis yang sel-sel tulangnya tidak dapat memproduksi lipocalin 2. Para peneliti membandingkan kedua kelompok tersebut dengan tikus tipe liar yang normal.

Tikus dengan gen lipocalin 2 yang cacat dalam tulang ditemukan memiliki 20 persen lebih banyak lemak tubuh dan makan 16 persen lebih banyak makanan daripada tikus yang sel-sel lemaknya tidak dapat menghasilkan lipocalin 2. 

Kelompok tersebut juga memiliki kontrol gula darah dan resistensi insulin yang buruk. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lipocalin 2 yang diturunkan dari tulang saja bertanggung jawab atas perubahan nafsu makan dan metabolisme.

Ketika tikus dengan gen yang rusak diberi lipocalin 2, makan mereka kembali normal. Suntikan hormon ke tikus yang sehat mengurangi jumlah yang mereka makan dan membantu mengatur kadar glukosa dan insulin. 

Pada semua jenis tikus, lipocalin 2 menekan nafsu makan, meningkatkan metabolisme secara keseluruhan, dan mengurangi berat badan. Efek tersebut dikaitkan dengan lipocalin 2 yang mempengaruhi bagian otak yang mengendalikan rasa lapar.

Jadi Apa Maksud dari Penelitian Tersebut Bagi Manusia?

Lipocalin 2 juga dilepaskan oleh sel-sel tulang manusia. Para peneliti menguji kadar hormon dalam kelompok pasien dengan diabetes tipe 2 yang telah mengalami peningkatan kadar insulin dan glukosa dan pengukurannya terhadap kelompok yang sehat. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kadar lipocalin 2 yang lebih tinggi setelah makan memiliki berat badan dan kadar gula darah yang lebih rendah. Tampaknya lipocalin 2 menekan nafsu makan mirip dengan bagaimana pil pelangsing, namun kondisi tersebut terjadi secara alami di tubuh manusia.

Para ilmuwan berharap bahwa di masa depan, hormon tersebut dapat digunakan sebagai terapi untuk obesitas dan gangguan metabolisme lainnya. Sementara itu, penelitian tersebut berpotensi berita baik bagi mereka yang melakukan olahraga apapun yang membantu membangun kepadatan tulang. 

Lagi pula, jika seseorang memiliki massa tulang yang lebih besar maka secara teoritis akan meningkatkan jumlah lipocalin 2 yang akan hasilkan.

Hal Lain yang Dapat Membuat Nafsu Makan Meningkat

Walaupun penelitian membuktikan bahwa kondisi tulang dapat mempengaruhi nafsu makan dan meningkatkan berat badan, namun tentu saja berat badan Anda tidak hanya ditentukan oleh kondisi tulang semata. ada beberapa hal lainnya yang dapat mempengaruhi nafsu makan, seperti:

Jika nafsu makan Anda meningkat secara tiba-tiba dan menyebabkan masalah jangka panjang seperti obesitas, maka Anda perlu memeriksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Osteoporosis. American Academy of Family Physicians. (https://familydoctor.org/condition/osteoporosis/)
The association of dietary quality and food group intake patterns with bone health status among Korean postmenopausal women: a study using the 2010 Korean National Health and Nutrition Examination Survey Data. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4252526/)
Bone-Derived Hormone Curbs Appetite and Weight Gain in Mice. National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS). (https://www.niams.nih.gov/newsroom/spotlight-on-research/bone-derived-hormone-curbs-appetite-and-weight-gain-mice)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app