Apa yang Harus Dilakukan Saat Pasca Keguguran

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 23, 2019 Waktu baca: 3 menit
Apa yang Harus Dilakukan Saat Pasca Keguguran

Setiap ibu pasti akan merasa sedih saat mengalami keguguran. Tidak ada seorang pun berharap hal ini terjadi saat masa kehamilannya. Keguguran merupakan berakhirnya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu. 

Keguguran ditandai dengan beberapa hal seperti pendarahan jalan lahir atau bercak darah yang berasal dari jalan lahir, kram atau nyeri pada perut bagian bawah, keluarnya cairan atau jaringan dari jalan lahir, dan mual. Keguguran merupakan suatu musibah yang berdampak pada ibu dan keluarga baik secara psikis dan emosional. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Di samping dampak emosional yang dirasakan, tubuh ibu yang keguguran pun juga mengalami beberapa perubahan akibat keguguran. Reaksi fisik yang dialami setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung pada usia janin dan proses keguguran yang terjadi. 

Anda mungkin mengalami perdarahan atau kram perut, tapi ada juga yang tidak mengalami keluhan yang cukup serius. Supaya proses pemulihan diri setelah keguguran berjalan lebih lancar, perhatikan beberapa hal berikut ini.  

Konsumsi Obat Pereda Nyeri Untuk Meredakan Kram Perut.

Kram perut adalah gejala yang sering terjadi setelah keguguran, dan biasanya disertai pendarahan. Beratnya nyeri yang dirasakan berbeda pada masing-masing orang, dan bergantung pada cara janin Anda keluar: secara alami atau diangkat melalui operasi. 

Penggunaan obat-obatan seperti ibuprofen bisa cukup membantu meredakan nyeri, sementara obat seperti cyclopam dan buscopan merupakan antispasmodik yang dapat meredakan nyeri dengan mengurangi ketegangan otot rahim. 

Nyeri akibat kram perut pasca keguguran seharusnya mereda secara alami. Jika nyeri ini justru semakin berat, sebaiknya Anda mencari pertolongan medis, karena mungkin masih ada jaringan yang tersisa di dalam rahim dan harus segera diangkat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Menghindari Infeksi

Setelah mengalami keguguran, sebaiknya hindari segala risiko infeksi pada area kewanitaan Anda. Hal yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan dan kesehatan vagina. 

Jangan berenang atau menggunakan sabun kewanitaan, karena bahan kimia yang bersifat keras bisa menyebabkan infeksi bakteri vagina. Hindari juga penggunaan tampon. 

Sebaiknya kalau terjadi perdarahan atau siklus menstruasi Anda sudah kembali normal, pakailah pembalut biasa yang tanpa mengandung pewangi. Pastikan juga area kewanitaan Anda selalu kering. 

Setelah mandi atau buang air kecil, tepuk-tepuk vagina dengan handuk lembut atau tisu. Jangan mengusap atau menggosok daerah vagina Anda terlalu keras.

Hindari Hubungan Seksual Pasca Keguguran

Anda disarankan untuk menghindari hubungan seksual sekitar 1 sampai 2 bulan (setiap orang memiliki waktu yang berbeda) setelah keguguran hal ini bertujuan untuk memulihkan mulut rahim Anda. Dengan demikian, vagina Anda mempunyai waktu untuk memulihkan diri. 

Sebaiknya gunakan alat kontrasepsi setelah Anda aktif berhubungan seksual kembali, karena kemungkinan Anda untuk hamil lebih tinggi. Perlu diingat bahwa jika Anda dan pasangan ingin mencoba hamil lagi, sebaiknya tunggu sampai Anda melewati paling tidak satu sampai tiga siklus menstruasi

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Untuk memastikan kesiapan Anda hamil lagi, dan konsultasikan dengan dokter kandungan Anda sebelum Anda memulai program hamil lagi.

Berolahraga Ringan

Selain harus bed rest atau istirahat total, Anda juga bisa melakukan olahraga ringan. Olahraga rutin bisa membantu tubuh supaya lebih cepat pulih pasca keguguran. 

Selain itu, berolahraga ringan juga bisa membantu pikiran dan suasana hati supaya lebih segar. Ketika berolahraga, tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang akan membuat Anda lebih bahagia. Jadi, usahakan untuk memilih olahraga seperti jalan kaki selama 30 menit atau melakukan peregangan otot.

Mulailah Mengkonsumsi Makanan yang Sehat dan Bergizi

Anda harus makan makanan diet sehat setelah keguguran. Makanan sehat akan membantu tubuh memulihkan diri dan berfungsi normal kembali. Makanan sehat juga akan memberikan tubuh lebih banyak energi sehingga Anda akan merasa lebih baik secara keseluruhan. 

Makanan yang tidak sehat hanya akan membuat Anda merasa semakin lemas. Makanlah makanan yang mengandung protein, karbohidrat, serat, dan lemak dalam perbandingan yang sehat. Cobalah untuk minum paling tidak 8 gelas air setiap hari. 

Tingkatkanlah asupan makanan yang mengandung asam folat. Asam folat sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah, dan Anda biasanya akan kehilangan banyak darah setelah keguguran. Konsumsi asam folat ke dalam diet Anda dengan minum suplemen atau makan sayuran berdaun hijau dan buah-buahan. 

Hal penting lainnya yang harus dilakukan pasca keguguran adalah kontrol ke dokter kandungan secara rutin untuk memastikan keadaan rahim Anda. Jangan bersedih berlarut-larut karena hal itu hanya akan memperburuk kondisi tubuh Anda pasca keguguran. Ceritakanlah yang Anda rasakan ke pasangan dan keluarga Anda agar Anda tidak merasa sendiri. 

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
U.S. Department of Health and Human Services. (2018). 6: Additional considerations for some adults. Physical activity guidelines for Americans, 2nd edition. Washington, DC: U.S. Department of Health and Human Services.
Sundermann A, et al. (2017). Interpregnancy interval after pregnancy loss and risk of repeat miscarriage. (https://journals.lww.com/greenjournal/Fulltext/2017/12000/Interpregnancy_Interval_After_Pregnancy_Loss_and.18.aspx)
Schliep KC, et al. (2016). Trying to conceive after an early pregnancy loss: An assessment on how long couples should wait. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4780347/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app