Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kenali Apa Itu Anorexia dari Gejala Hingga Penangannya

Update terakhir: NOV 17, 2019 Tinjau pada NOV 17, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.492.042 orang

Penderita Anorexia Tidak Selalu Bertubuh Kurus!

Semua orang pasti ingin tampak langsing dan mempesona. Sayangnya, menambah berat badan jauh lebih mudah daripada  menurunkannya. Banyak metode-metode diet di luar sana yang diklaim merupakan metode diet terbaik, tetapi kenyataannya kebanyakan metode diet sangat sulit untuk dilakukan dan hasilnya malah menambah berat badan lebih banyak. Bagi kebanyakan orang hal ini sangat membuat frustasi, karena mereka sangat terobsesi dengan penurunan berat badan tetapi sangat sulit untuk mendapatkan berat badan yang ideal. 

Pada beberapa orang, rasa frustasi ini bisa mengarah kepada kelainan mental dan saat seseorang tersebut berhasil menurunkan berat badan, mereka merasa sangat ketakutan untuk mengalami kenaikan badan lagi, sehingga mereka sangat ketat terhadap diri mereka, sampai-sampai mereka tidak makan berhari-hari untuk mempertahankan atau mengurangi lebih banyak berat badan mereka. Pola mental seperti ini dikenal dengan kelaianan pola makan yang dalam istilah medis dikenal dengan anoreksia.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa itu Anorexia Nervosa?

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan penurunan berat badan (atau kurangnya pertambahan berat badan yang sesuai pada anak yang sedang tumbuh); kesulitan mempertahankan berat badan yang sesuai untuk tinggi badan, usia, dan tinggi badan; dan, dalam banyak kasus, pandangan mereka terhadap diri mereka sendiri berubah, artinya mungkin mereka melihat diri mereka sendiri lebih gemuk dari yang orang lain lihat. 

Orang dengan anoreksia umumnya membatasi jumlah kalori dan jenis makanan yang mereka makan. Beberapa orang dengan gangguan ini juga melakukan latihan secara kompulsif, yaitu dengan cara memuntahkan kembali makanan yang dimakan agar tidak memasukan kalori ke dalam tubuh.

Anorexia dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, orientasi seksual, ras, dan etnis. Para sejarawan dan psikolog telah menemukan bukti bahwa orang-orang telah menunjukkan gejala anoreksia selama ratusan atau ribuan tahun.

Penyebab Anorexia Nervosa

Anorexia disebabkan oleh beberapa faktor seperti gangguan sistem saraf di otak, gangguan genetik, lingkungan dan mungkin dipengaruhi oleh keluarga. Penyebab utama terjadinya gangguan ini belum bisa diketahui, gangguan ini terjadi karena beberapa faktor seperti di atas.

Meskipun gangguan paling sering dimulai pada masa remaja, tetapi gangguan anorexia juga bisa terjadi pada orang tua dan anak-anak. Anda tidak dapat mengetahui apakah seseorang memiliki kelainan anorexia hanya dari tampangnya. Seseorang tidak selalu terlihat kurus untuk memiliki kelainan ini. 

Adapun beberapa faktor risiko yang jura dapat meningkatkan kemungkinan penyakit anorexia nervosa adalah:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Gangguan psikologis - rendah diri, tidak mencintai tubuh sendiri, depresi, mudah merasa cemas.
  • Trauma 
  • Pengaruh faktor keluarga - dimana tidak berkomunikasi dengan baik dan sering bertengkar.
  • Terlahir prematur
  • Beranggapan bahwa tubuh langsing adalah tubuh yang sempurna
  • Diet berlebihan

Gejala apa saja yang bisa diamati pada orang dengan kelainan Anorexia?

 Secara umum, ada 2  aspek yang dapat diamati pada orang dengan kelainan anorexia nervosa yaitu:

1. Tanda Fisik

  • Penurunan berat badan cepat atau sering terjadi perubahan berat badan; tidak dapat mempertahankan berat badan normal
  • Gangguan menstruasi pada wanita dan penurunan libido pada pria
  • Merasa dingin sebagian besar waktu, bahkan dalam cuaca hangat (disebabkan oleh sistem peredaran darah yang buruk)
  • Sering merasa kembung, sembelit, atau berkembangnya intoleransi makanan
  • Karena kurangnya pasokan energi, maka mudah merasa lelah dan tidak dapat tidur nyenyak
  • Perubahan wajah (mis. Terlihat pucat, mata cekung)
  • Rambut halus muncul di wajah dan tubuh

2. Tanda-Tanda Psikologis 

  • Memiliki citra tubuh yang terdistorsi (mis. Melihat diri mereka sebagai kelebihan berat padahal tubuh mereka sudah sangat kurus)
  • Hanya berpikir tentang makan, makanan, bentuk tubuh dan berat badan
  • Mudah tersinggung terhadap komentar yang berkaitan dengan makanan, berat badan, bentuk tubuh, olahraga
  • Ketakutan yang berlebih dalam hal kenaikan berat badan
  • Mengalam depresi dan kecemasan, terutama pada saat waktu makan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Pemikiran 'Hitam dan Putih' (misalnya pikiran tentang makanan menjadi 'baik' atau 'buruk')

Kriteria Diagnosis Anorexia Nervosa

Kriteria diagnostic anorexia nervosa menurut DSM-5 adalah sebagai berikut:

  • Pembatasan asupan nutrisi yang sangat rendah yang menyebabkan berat badan menurun secara signifikan dalam konteks usia, jenis kelamin, lintasan perkembangan, dan kesehatan fisik.
  • Rasa takut yang sangat besar untuk menambah berat badan atau menjadi gemuk, meskipun berat badan mereka yang sebenarnya tidak mengalami obesitas.
  • Gangguan dalam menafsirkan body image, yang menyebabkan seseorang melihat dirinya sendiri tidak sesuai dengan kenyataan.

Bahkan jika semua kriteria DSM-5 untuk anoreksia tidak terpenuhi, gangguan makan yang serius masih bisa terjadi. Anoreksia atipikal adalah orang-orang yang memenuhi kriteria untuk anoreksia menurut DSM V, tetapi tidak  dalam kondisi gizi buruk, meskipun berat badan menurun secara signifikan. Studi penelitian belum menemukan perbedaan dalam dampak medis dan psikologis anoreksia dan anoreksia atipikal. Secara garis besar ada 2 tipe anorexia yaitu:

  • Orang yang sangat takut mengalami kenaikan badan, oleh karena itu ia sangat ketat menjaga pola makannya dan sangat rajin berolahraga untuk mengurangi berat badannya.
  • Orang yang sangat suka makan dengan porsi yang banyak tetapi memiliki ketakutan untuk naik berat badan, oleh karena itu, orang tersebut akan mengkonsumsi obat pencahar atau memuntahkan makanan yang mereka makan agar makanan yang mereka makan tidak membuat tubuh mereka gemuk.

Penanganan Anorexia

Dalam menangani permasalahan ini pekerja sosial harus memahami kondisi klien seperti keadaan biologis,hubungan antara lingkungan keluarga maupun lingkungan sosialnya. Kebanyakan penderita tetap tinggal dalam penyangkalan dan menolak untuk ditolong, oleh karena itu peran masyarakat diperlukan untuk membantu penyembuhan seseorang yang menderita gangguan ini. Langkah penyembuhan lain adalah dengan melakukan psikoterapi pada penderita, keluarga maupun lingkungan tempat penderita berasal.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Terapi nutrisi diperhatikan dalam 3 aspek, yaitu asupan kalori, zat gizi makro, dan zat gizi mikro. Pada asupan kalori, dibagi lagi menjadi 3 fase: fase inisial, dimana makanan akan ditambah sekitar 30-40 kkal/kg/hari hingga mencapai antara 1000 sampai 1600 kkal/hari. Setelah itu, akan dilanjutkan ke fase peningkatan berat badan terkontrol. Pada fase 17 ini, target yang dituju adalah peningkatan berat badan pasien sekitar 2-3lb/minggu. Dan setelah berat yang dituju tercapai, fase terakhir adalah fase maintenance atau pemeliharaan berat badan, agar berat badan yang sudah tercapai tidak akan turun lagi. 

Asupan kalori pada fase terakhir adalah 40-60 kkal/kg/hari.6 Pada aspek zat gizi makro, sumber kalori diperhatikan dalam bentuk protein, karbohidrat dan lemak. Protein meliputi 15%-20% total asupan kalori per hari, karbohidrat antara 50%-55%, dan lemak pada 25%-30% total asupan harian. Terkadang perlu disertakan serat dalam konsumsi untuk mengatasi gangguan konstipasi. Sedangkan pada zat gizi mikro, dianjurkan untuk mengkonsumsi pil suplemen multivitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan harian zat gizi.

Dalam pemberian terapi, tetap diperlukan juga dukungan psikologis pasien yang baik. Terapi tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dan komitmen pasien. Walaupun terapi sudah sukses terjalankan, potensi untuk pasien kembali seperti keadaan semula terbukti cukup tinggi. Untuk itu, selain terapi pengembalian tingkat konsumsi, diperlukan konseling untuk menuntun arah psikologis penderita. 

Sebaiknya perawatan/terapi dilakukan secara intensif dan dapat dilakukan di rumah, tetapi bila kondisi sangat parah maka harus rawat inap di rumah sakit. Pekerja sosial membantu pasienuntuk menyadari bahwa kondisi tubuh sekarang ini sangat kurus dan yakinkan diri untuk menghilangkan perasaan takut gemuk dengan cara menumbuhkan rasa percaya diri. Perhatikan tubuh di depan cermin, sadari benar bahwa tubuh Anda memang sangat kurus.

 

 

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini