Anexia Tablet (Ramipril)

Update terakhir: Feb 14, 2019 Waktu baca: 7 menit
Telah dibaca 414.119 orang

Anexia adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi), gagal jantung kronis, dan nefropati diabetik. Anexia mengandung Ramipril, obat yang termasuk golongan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor generasi kedua. Berikut ini adalah informasi lengkap Anexia yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik

Pharos

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Anexia dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Box 30 tablet 2.5 mg
  • Box 30 tablet 5 mg
  • Box 30 tablet 10 mg

Kandungan

Tiap caplet Anexia mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Ramipril 2.5 mg/tablet
  • Ramipril 5 mg/tablet
  • Ramipril 10 mg/tablet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Ramipril adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi), nefropati diabetik, dan beberapa jenis gagal jantung kronis. Obat ini adalah obat anti hipertensi yang termasuk angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor generasi kedua.

Ramipril adalah prodrug yang terhidrolisis di dalam hati menjadi metabolit aktifnya, yaitu Ramiprilat. Ramiprilat secara kompetitif mengikat enzim ACE membentuk kompleks enzim-inhibitor yang kemudian mengalami isomerisasi. Penghambatan kinerja enzim ACE mencegah konversi angiotensin I menjadi angiotensin II, suatu zat vasokonstriktor endogen. Penghambatan ini menyebabkan kadar angiotensin II menurun. Penurunan angiotensin II mengakibatkan peningkatan aktivitas renin plasma dan mengurangi sekresi aldosteron (hormon yang menyebabkan retensi air dan Natrium). Penghambatan kerja enzim ACE juga menyebabkan peningkatan kadar bradikinin. Hal ini menyebabkan terjadinya vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.

Indikasi

Berikut ini adalah beberapa kegunaan Anexia (Ramipril) :

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Anexia (Ramipril) digunakan untuk menurunkan tekanan darah (hipertensi) baik secara tunggal atau dalam kombinasi dengan anti hipertensi lain terutama diuretik golongan tiazid.
  • Untuk pengobatan gagal jantung kongestif. Pengobatan ini mampu mengurangi gejala, meningkatkan daya tahan pasien saat beraktivitas atau berolah raga, mengurangi insiden kekambuhan dan menurunkan frekuensi rawat inap bahkan menurunkan tingkat kematian.
  • Mengobati pasien pasca infark miokard akut yang memiliki tanda-tanda klinis gagal jantung kongestif.
  • Pencegahan (profilaksis) serangan penyakit kardiovaskular seperti infark miokard dan stroke.
  • Anexia (Ramipril) juga digunakan untuk mengobati Nefropati glomerulus nondiabetik dan Nefropati insipiens pada penderita diabetes melitus tipe 2.

Kontra indikasi

  • Jangan menggunakan obat ini pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Ramipril atau obat-obat yang termasuk ACE inhibitor lain.
  • Jangan menggunakan Anexia (Ramipril) jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil karena obat ini bisa membahayakan bayi yang belum lahir. Segera hentikan penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil.
  • Pengobatan dengan Anexia (Ramipril) tidak boleh dilakukan terhadap orang-orang yang memiliki riwayat angioedema (herediter atau idiopatik) atau pernah mengalami angioedema saat menggunakan obat-obat golongan inhibitor ACE.
  • Jangan menggunakan aliskiren dan Anexia (Ramipril) secara bersamaan pada pasien dengan diabetes melitus.

Efek Samping Anexia

Efek samping Anexia (Ramipril) yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut :

  • Efek samping yang paling umum adalah peningkatan serum kreatinin, pusing, dan sinkop.
  • Batuk juga sering terjadi karena peningkatan kadar bradikinin. Batuk akan segera hilang jika pengobatan dihentikan.
  • Efek samping lainnya adalah kemungkinan terjadinya hipotensi (tekanan darah rendah) dan gagal ginjal akut. Hentikan pemakaian obat ini bila tekanan darah sistolik turun menjadi < 90 mm Hg, atau kalium meningkat > 6 mmol/l, atau kreatinin meningkat 50% atau > 3 mg/dl.
  • Obat ini juga bisa menyebabkan hiperkalemia yang terjadi terjadi karena penurunan kadar aldosteron,  hormon steroid yang berfungsi menahan natrium dan mengekskresi kalium.
  • Efek samping yang jarang tetapi sangat berbahaya akibat pemakaian obat yang mengandung Ramipril adalah angioneurotik edema, yang biasanya timbul pada bulan pertama pemakaian.
  • Obat-obat ACE inhibitors diketahui bersifat teratogenik sehingga tidak boleh diberikan pada wanita hamil.
  • Efek samping lainnya adalah :  Sakit kepala, kelelahan, nyeri perut dan dada, pusing, mual, muntah, diare, infeksi saluran pernafasan atas, asthenia, dan ruam.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan pasien saat menggunakan Anexia (Ramipril) adalah sebagai berikut :

  • Segera hentikan pemakaian obat jika anda positif hamil, karena obat-obat yang termasuk ACE inhibitor dapat menyebabkan cedera dan kematian pada janin.
  • Obat ini disekresi dalam ASI dan tidak direkomendasikan untuk digunakan saat menyusui.
  • Keamanan dan efektivitas obat ini pada pasien anak belum ditetapkan. Penggunaan pada anak-anak bisa dilakukan jika pengendalian tekanan darah dengan cara lain tidak efektif.
  • Anexia (Ramipril) hanya digunakan dalam pengawasan dokter, terutama pada permulaan terapi untuk antisipasi terjadinya penurunan tekanan darah yang drastis. Penurunan tekanan darah secara drastis bisa menyebabkan pusing, sakit kepala dan penurunan kewaspadaan. Jangan mengemudi dan mengoperasikan mesin yang membutuhakn kewaspadaan tinggi.
  • Jika mengalami tanda-tanda atau gejala angioedema seperti : pembengkakan wajah, mata, bibir, lidah, laring dan ekstremitas, kesulitan dalam menelan atau bernapas, suara serak segera hubungi dokter anda.
  • Segera hubungi dokter jika mengalami infeksi (misalnya, sakit tenggorokan, demam) yang bisa saja merupakan tanda terjadinya neutropenia atau edema progresif yang berhubungan dengan proteinuria dan sindrom nefrotik.
  • Sebaiknya jangan menggunakan obat diuretik hemat kalium atau suplemen yang mengandung kalium atau pengganti garam kalium selama menggunakan Anexia (Ramipril), karena ada potensi hiperkalemia.
  • Berkonsultasi dengan dokter jika anda berkeringat secara berlebihan, dehidrasi, muntah, atau diare karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis akibat berkurangnya cairan tubuh.
  • Perhatian khusus perlu diberikan kepada pasien dengan bilateral renal artery stenosis atau pasien dengan ginjal tunggal penderita unilateral renal artery stenosis, penderita penyakit vaskular kolagen, aortic atau mitral valve stenosis, dan pasien dengan riwayat gangguan ginjal.
  • Diperlukan pengurangan dosis pada pasien-pasien lanjut usia, gagal ginjal, atau mengalami gangguan fungsi hati karena diketahui metabolit aktif Ramipril yaitu Ramiprilat meningkat pada pasien-pasien tersebut.
  • Jangan menghentikan pemakaian Anexia (Ramipril) tanpa diketahui dokter.

Penggunaan oleh wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Ramipril kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Penggunaan Ramipril selama kehamilan terutama trimester kedua dan ketiga bisa mengganggu fungsi ginjal janin dan meningkatkan resiko kematian janin. Obat ini menyebabkan oligohidramnion (tidak cukup cairan ketuban) yang dapat mengakibatkan hipoplasia paru dan deformasi tulang janin.

Jika bayi lahir, potensi efek samping yang mungkin terjadi jika ibunya selama hamil menggunakan obat ini meliputi hipoplasia tengkorak, anuria, hipotensi, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Oleh karena itu jika anda sedang hamil atau berencana untuk hamil sebaiknya memilih anti hipertensi yang lain.

Interaksi obat

Di bawah ini adalah interaksi obat-obat yang mengandung Ramipril dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Pada awal-awal penggunaan bersamaan dengan obat-obat diuretik bisa mengakibatkan pengurangan berlebihan tekanan darah. Sebaiknya kurangi dosis awal Anexia (Ramipril).
  • Peningkatan risiko hiperkalemia jika digunakan bersamaan dengan diuretik hemat kalium (spironolactone, amiloride, triamterene, dan lain-lain) dan suplemen Kalium.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obatan antidiabetes (insulin, agen hipoglikemik oral) dapat menyebabkan peningkatan efek penurunan kadar glukosa.
  • Penggunaan bersamaan dengan NSAID, termasuk selektif COX-2 inhibitor, dapat mengakibatkan kerusakan fungsi ginjal, termasuk mungkin gagal ginjal akut. Efek antihipertensi ACE inhibitor, termasuk Anexia (Ramipril), dapat dilemahkan oleh NSAID.
  • Dapat meningkatkan kadar serum dan toksisitas lithium.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obat yang mempengaruhi renin-angiotensin system (RAS) seperti angiotensin receptor blocker, ACE inhibitor (termasuk captopril), atau aliskiren bisa meningkatkan terjadinya resiko hipotensi, hiperkalemia, dan kerusakan fungsi ginjal.
  • Licorice dapat memperburuk hipertensi.

Dosis Anexia

Anexia (Ramipril) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dosis dewasa untuk hipertensi

Dosis awal : 1 x sehari 2.5 mg secara oral. Obat sebaiknya diberikan pada waktu tidur.

Dosis pemeliharaan : 2.5 - 20 mg/ hari, dalam dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis secara oral.

Dosis disesuaikan dengan respon pasien terhadap obat.

Efek anti hipertensi Anexia (Ramipril) biasanya menurun pada interval akhir pemberian 1 x sehari. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan dosis menjadi 2 x sehari.

Jika pengobatan secara tunggal tidak memberikan respon memuaskan, bisa dikombinasikan dengan diuretik.

  • Dosis dewasa untuk gagal jantung kongestif

Dosis awal : 1 x sehari 1.25 mg.

Dosis pemeliharaan: 2 x sehari 5 mg.

Dosis maksimal : 10 mg/hari.

  • Dosis dewasa untuk pasca infark miokard

Pengobatan dilakukan 3-10 hari pasca infark miokard.

Dosis awal : 2 x sehari 2.5 mg. Dosis ditingkatkan menjadi 2 x sehari 5 mg setelah 2 hari.

Dosis pemeliharaan : 2 x sehari 2.5-5 mg.

  • Dosis dewasa untuk profilaksis penyakit kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi

Dosis awal : 1 x sehari 2.5 mg. Dosis ditingkatkan menjadi 1 x sehari 5 mg setelah 1 minggu.

Dosis pemeliharaan : 1 x sehari 10 mg, setelah 3 minggu.

Penyesuaian dosis Anexia untuk penderita gangguan ginjal

  • CrCl 10-30 mL / menit : dosis awal, 1.25 mg/hari. maksimal 5 mg/hari.
  • CrCl 30-60 mL / menit : tidak diperlukan penyesuaian dosis. maksimal 5 mg/hari.

Penyesuaian dosis Anexia untuk penderita gangguan hati

  • Dosis maksimal : 2.5 mg / hari.

Terkait

  • Merk-merk obat dengan kandungan zat aktif Ramipril
  • Obat yang termasuk ACE-inhibitors
  • Obat yang termasuk anti hipertensi

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp