Alat Kontrasepsi Darurat Mendukung Perencanaan Kehamilan

Dipublish tanggal: Jun 21, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 29, 2019 Waktu baca: 2 menit
Alat Kontrasepsi Darurat Mendukung Perencanaan Kehamilan

Dalam membangun sebuah keluarga, faktor penting yang tidak akan pernah terlewat untuk diperbincangkan adalah jumlah anak. Anda tentunya akan merencanakan jarak usia yang tepat antara si kakak dan si adik agar tidak terlalu dekat. Jarak usia antara saudara yang terlalu dekat akan cukup merepotkan terutama ketika si kakak masih memerlukan seluruh kasih sayang sementara saat itu ia harus membaginya dengan si adik.

Untuk mendukung perencanaan keluarga, anda akan membutuhkan bantuan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi merupakan alat atau metode yang bisa anda gunakan untuk membantu anda merencanakan program Keluarga Berencana (KB). Selain menggunakan pil KB rutin, suntik KB ataupun KB implant, salah satu alat kontrasepsi yang tidak boleh ketinggalan untuk diketahui adalah pil kontrasepsi darurat.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Birth Control (Kontrasepsi) via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket birth control (kontrasepsi) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Penggunaan Alat Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan

Meski hampir semua wanita pasti menginginkan untuk menjadi ibu, namun merencanakan kehamilan agar jarak usia anak tidak terlalu dekat tentu tidak ada salahnya. Setelah menikah, anda bisa mendiskusikan dengan pasangan kapan kira-kira saat yang tepat untuk memiliki anak. Anda dapat memutuskan untuk langsung merencanakan program kehamilan maupun menundanya karena beberapa alasan. Jika anda memutuskan untuk menunda kehamilan, maka anda dapat mencegahnya menggunakan alat kontrasepsi.

Pilihan alat kontrasepsi pada hari ini pun cenderung beragam. Anda dapat memilih menggunakan kontrasepsi oral hormonal yang diminum seperti pil KB rutin, ataupun KB suntik dan KB implan. Pasangan anda juga dapat memilih menggunakan alat kontrasepsi kondom untuk membantu mencegah kehamilan. Hanya saja seringkali ada pasangan yang terlupa untuk meminum pil KB rutin maupun terlambat menggunakan KB suntik sehingga memerlukan penanganan darurat agar tidak hamil. Kondom yang mengalami kebocoran ketika digunakan juga perlu ditangani dengan kontrasepsi darurat agar tidak terjadi kehamilan.

Manfaat Kontrasepsi Darurat

Selain difungsikan untuk pasangan menikah yang sedang tidak ingin hamil, pil KB darurat ini juga dapat digunakan bagi mereka yang mengalami tindak perkosaan. Hal ini dikarenakan wanita tidak perkosaan tentu tidak menginginkan terjadinya kehamilan dari perkosaan yang ia alami. Meski keefektifan pil kontrasepsi darurat tidak setinggi pil KB yang rutin diminum, namun anda bisa memaksimalkan efektifitasnya dengan segera meminum pil KB darurat 120 jam setelah berhubungan seksual.

Kontrasepsi darurat akan sangat efektif jika anda gunakan sejak hari pertama setelah berhubungan intim. Pil ini akan sangat efektif untuk mencegah sel telur dilepaskan dari indung telur menuju tuba falopi sehingga sperma tidak dapat membuahi sel telur. Selain itu, pil ini juga bekerja dengan membuat dinding Rahim sulit untuk ditempeli oleh sel telur yang sudah dibuahi sehingga sel telur tidak dapat berkembang. Meski begitu, pil kontrasepsi darurat tidak bekerja untuk menggugurkan kandungan karena tidak akan mempengaruhi janin yang sudah berkembang.

Pilihan Obat untuk pil KB Darurat

WHO sebagai badan kesehatan dunia menyarankan pil kontrasepsi darurat yang bisa dikonsumsi adalah levonorgestrel. Levonorgestrel tersedia dalam bentuk tablet yang siap diminum. Levonorgestrel sendiri tersedia dalam dua varian, yaitu 1 tablet dan juga 2 tablet. Sediaan 1 tablet harus segera anda minum sejak maksimal 3 hari setelah berhubungan intim. Sementara sediaan 2 tablet harus dikonsumsi maksimal 3 hari setelah berhubungan intim sementara tablet satunya dikonsumsi 12 jam berikutnya.

Anda mungkin akan mengalami efek samping seperti mual serta haid yang tidak teratur setelah meminum pil kontrasepsi darurat. Haid umumnya datang 1 minggu lebih awal maupun telat 1 minggu.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Emergency Contraception: Preventing Unintended Pregnancy. Medscape. (https://www.medscape.com/viewarticle/408916_2)
Emergency contraception: preventing unintended pregnancy. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9403872)
Impact of emergency contraception status on unintended pregnancy: observational data from a women’s health practice. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4127052/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app