Kenali Abses Anal dari Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 812.256 orang

Kenali Tanda-Tanda Abses Anal

Jika Anda pernah mengalami nyeri pada bagian anus Anda, konstipasi dan terasa nyeri saat buang air besar, mungkin Anda akan langsung berpikir bahwa Anda memiliki wasir. Tetapi hati-hati, wasir mungkin bisa menjadi penyebab nyeri saat buang air besar, tetapi Anda perlu mengecek ulang, apakah penyebabnya bukan abses? Abses adalah kumpulan nanah di bawah kulit yang terbentuk karena terjadinya infeksi. Abses pada daerah anus harus diwaspadai karena jika tidak diobati, absesgt;dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa. Abses yang terjadi pada anus dan daerah sekitarnya disebut Abses Anal.

Apa penyebab terjadinya Abses Anal?

Abses pada daerah sekitar anus diperkirakan berkembang dari kelenjar getah bening di sekitar anus; kadang-kadang, abses anus dapat berkembang dari kulit yang berdekatan dengan anus yang terinfeksi . Saat terjadi penyumbatan kelenjar biasanya menyebabkan infeksi bakteri. Ketika kelenjar terisi dengan nanah, nanah yang terdapat di dalam kelenjar getah bening dapat keluar dan mengisi ruang di sekitar dubur dan anus. Nanah yang terkumpul ini menyebabkan abses.  Abses anal dapat membesar, menyebabkan rasa sakit,  dan karena infeksi yang mendasarinya maka tentu saja akan timbul demam, dan gangguan pencernaan juga mungkin muncul.

Abses pada anal umumnya sangat jarang terjadi, karena pada orang normal yang sehat, keadaan semcam ini bisa dilawan dengan sistem pertahanan tubuh yang baik. Tetapi pada beberapa orang dengan kondisi tertentu, mereka rentan terkena abses anal. Kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya abses anal adalah :

  • Diabetes
  • AIDS atau infeksi HIV dengan jumlah sel darah putih yang rendah
  • Penyakit Crohn (gangguan peradangan pada usus)
  • Orang yang menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti steroid (prednisone, methylprednisolone), atau mereka yang menjalani kemoterapi untuk kanker
  • Kehamilan
  • Penempatan benda asing ke dalam anus
  • Perilaku menyimpang seksual seperti melakukan hubungan seksual melalui anus.
  • Penyakit menular seksual
  • Anal fistula (suatu kelainan yang menyebabkan munculnya lubang pada daerah sekitar anus yang menghubungkan ke anus).

Gejala apa saja yang biasanya ditimbulkan saat Anda menderita Abses Anal?

Rasa sakit yang berdenyut dan terus menerus di daerah anus mungkin merupakan salah satu gejala abses anal yang paling sering muncul. Rasa sakit biasanya disertai dengangt;pembengkakan di daerah anus dan rasa sakit yang lebih parah saat buang air besar. Gejala anal abses sangat mirip dengan gejala wasir. Perbedaannya adalah pada abses ditemukan adanya pembengkakan yang terisi dengan nanah. Tanda-tanda umum lainnya dari abses anal termasuk: sembelit, cairan rektal atau perdarahan, bengkak pada kulit di sekitar anus, kelelahan, Beberapa orang mungkin bisa merasakan benjolan yang merah, bengkak, dan lunak di tepi anus. Demam bisa terjadi akibat infeksi. Anda mungkin juga kesulitan saat buang air kecil.

Abses anal juga dapat terjadi pada daerah anal yang lebih dalam, sehingga benjolan tidak terlihat. Pada kasus ini paling sering terjadi pada mereka yang memiliki penyakit radang usus. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di daerah perut.

Pada balita, biasanya tidak banyak gejala yang dapat ditemukan, selain tanda ketidaknyamanan atau rasa sakit, yang dapat menyebabkan anak menjadi rewel. Benjolan mungkin bisa terlihat pada daerah sekitar anus.

Anal Abses dan pengobatannya

Jika anda menemukan bahwa Anda memiliki gejala anal abses, Anda harus segera pergi ke dokter, karena anal abses tidak dianjurkan untuk diobati sendiri di rumah, apalagi jika Anda menunggunya untuk sembuh sendiri. Sebenanya, pengobatan dilakukan hanya dengan memecahkan abses dan membiarkan nanah yang terkumpul di dalamnya keluar atau disebut dengan teknik drainase, drainase tidak dianjurkan untuk dilakukan di rumah karena jika peralatan yang digunakan tidak steril, atau orang yang melakukannya kurang terampil, dapat menyebabkan infeksi tambahan. Selain itu, jika dilakukan sendiri tanpa menggunakan obat bius, tentu saja prosesnya akan sangat menyiksa. Drainase biasanya dapat dilakukan di tempat praktek dokter.

Jika abses tidak diobati, kemungkinan akan menyebabkan suatu kelainan yang menyebabkan munculnya lubang pada daerah sekitar anus yang menghubungkan ke anus yang disebut anal fistula. Anal fistula merupakan salah satu faktor resiko terjadinya abses dan juga bisa menjadi komplikasi dari abses. Jika anal fistula terbentuk maka pembedahan diperlukan.

Selain anal fistula, jika abses yang terbentuk berukuran sangat besar, maka abses tersebut juga perlu dioperasi. Setelah operasi, Anda disarankan mandi hangat (tidak panas). Duduk dalam air hangat akan membantu mengurangi pembengkakan dan memungkinkan lebih banyak drainase abses. Dokter Anda mungkin juga meresepkan antibiotik jika Anda memiliki sistem kekebalan yang terganggu atau jika infeksi telah menyebar`

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah Abses Anal?

Tidak banyak yang diketahui tentang cara mencegah abses anal. Tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terhadinya abses, yaitu :

  • Perlindungan terhadap IMS dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah infeksi apa pun
  • Penggunaan kondom, terutama selama seks anal, adalah kunci dalam mencegah IMS yang dapat menyebabkan abses anal
  • Kebersihan yang baik di area anus merupakan perlindungan penting bagi anak-anak dan orang dewasa
  • Abses anal dapat menyebabkan komplikasi, tetapi mereka dapat diobati. Pahami faktor-faktor risiko dan pastikan untuk selalumenjaga kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan risiko. Yang paling penting adalah segera pergi ke dokter jika gejala anal abses muncul

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit