Proses Pemasangan Alat Kontrasepsi IUD

Dipublish tanggal: Jun 21, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Proses Pemasangan Alat Kontrasepsi IUD

IUD atau lebih dikenal dengan spiral merupakan alat kontrasepsi yang sering digunakan. Selain praktis karena hanya perlu memasang satu kali saja, alat kontrasepsi ini juga efektif dalam mencegah kehamilan dalam waktu yang lama, bahkan sampai 5-10 tahun. IUD merupakan alat kontrasepsi yang memiliki bentuk kecil seperti huruf T dan terbuat dari plastik. Alat kontrasepsi ini akan dipasang ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Terdapat dua jenis IUD, yaitu IUD hormon yang mengandung hormon estrogen dan IUD non-hormon yang mengandung zat tembaga.

Proses pemasangan IUD ke dalam rahim bisa dikatakan cepat dan tidak begitu sakit. Berikut beberapa prosedur yang dilakukan saat pemasangan IUD.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Menjelaskan prosedur pemasangan IUD

Tahap pertama yang dilakukan sebelum memulai pemasangan IUD adalah konsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan penjelasan secara lengkap tentang tahap-tahap pemasangan IUD ke dalam rahim. Mengetahui proses pemasangan IUD akan membuat Anda menjadi tidak tegang dan rileks, sehingga akan memudahkan dokter memasukkan IUD ke dalam rahim.

Dokter juga akan memberikan obat pereda sakit, seperti ibuprofen. Obat ini harus diminum sebelum melakukan pemasangan IUD untuk menghindari perasaan tidak nyaman dan nyeri pada vagina saat pemasangan IUD dilakukan.

Memeriksa posisi dan ukuran rahim

Tahap kedua yang dilakukan adalah memeriksa posisi dan ukuran rahim. Tahap ini dilakukan dengan cara memasukkan dua jari ke dalam vagina dan tangan yang lain meraba bagian perut untuk mengetahui posisi rahim. Setelah posisi rahim diketahui, dokter kemudian menggunakan spekulum untuk membuka vagina secara perlahan. Spekulum merupakan alat berbentuk seperti cocor bebek yang sering digunakan dokter untuk memeriksa vagina. Proses membuka vagina menggunakan spekulum akan menimbulkan perasaan tidak nyaman dan nyeri.

Memberikan suntik anestesi lokal

Setelah memasangkan spekulum pada vagina, tahap selanjutnya adalah membersihkan vagina dengan antiseptik untuk menghindari terjadinya infeksi. Setelah itu, dokter akan menyuntikan anestesi lokal yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri yang akan muncul saat pemasangan IUD.

Dokter selanjutnya akan menstabilkan posisi rahim dengan menggunakan alat tenakulum yang menyerupai penjepit kecil. Setelah itu, akan dilakukan pengukuran kedalaman rahim dengan menggunakan alat uterine sound. IUD akan dipasang pada kedalaman 6-9 cm. Jika kurang dari 6 cm, maka IUD tidak dapat dipasang.

Memasang IUD

Setelah kedalaman rahim memenuhi syarat yaitu minimal 6 cm, maka langkah selanjutnya adalah memasang IUD. IUD yang sudah memiliki lengan yang bengkok akan dimasukkan ke dalam rahim dengan bantuan alat berbentuk tabung kecil. Setelah sampai ke kedalaman rahim yang sesuai maka IUD akan dikeluarkan dari dalam tabung dan diarahkan membentuk huruf T. Dokter selanjutnya memastikan apakah posisi IUD sudah benar atau belum. Jika sudah benar, maka dokter akan mengeluarkan semua alat medis dari vagina dan proses pemasangan IUD selesai dilakukan.

Melakukan kontrol ke dokter secara rutin

Setelah IUD terpasang dengan benar, bukan berarti Anda tidak perlu kontrol ke dokter. Pemasangan awal IUD sangat rentan bergeser atau berpindah posisi. Sehingga perlu kontrol setidaknya 6 minggu setelah pemasangan awal. Tetapi jika muncul keluhan seperti, demam, nyeri perut, tidak kunjung menstruasi, munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual ataupun setelah buang air kecil, serta munculnya pendarahan, Anda harus cepat-cepat periksa ke dokter. Hal ini mungkin akibat penolakan tubuh terhadap pemasangan IUD ataupun sebuah tanda jika posisi IUD telah bergeser. Untuk memastikan posisi IUD tidak bergeser, Anda sebaiknya melakukan kontrol secara rutin setidaknya 3 bulan sekali.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Intrauterine Device Insertion: Overview, Periprocedural Care, Technique. Medscape. (https://emedicine.medscape.com/article/1998022-overview)
Intrauterine device (IUD). NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/contraception/iud-coil/)
What to Expect During an IUD Insertion. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/what-to-expect-during-an-iud-insertion-906772)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app