6 Jenis Trauma Kepala yang Berdampak Buruk bagi Pembuluh Darah

Dipublish tanggal: Jul 8, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
6 Jenis Trauma Kepala yang Berdampak Buruk bagi Pembuluh Darah

Setiap orang memiliki trauma yang berbeda. Trauma kepala sering kali terjadi akibat pukulan keras, terbentur, kecelakaan atau penyebab lainnya. Padahal jaringan pada saraf otak sangatlah halus, sehingga sangat rentan rusak dan sobek.

Secara normal, jaringan saraf telah dilindungi dengan tulang tengkorak. Apabila terjadi benturan secara mendadak, maka perlindungan tersebut bisa diredam. Namun cedera kepala tetap mungkin terjadi, karena benturan yang keras. Misalnya karena kecelakaan maupun mengalami serangan fisik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Trauma pada otak dapat menimbulkan pendarahan yang dapat berujung pada kematian. Kematian dapat terjadi lebih cepat jika pembuluh darah pecah. Berikut ini 6 jenis trauma pada kepala yang berdampak buruk pada pembuluh darah di kepala. Berikut ini daftar penyebabnya:

Benturan ringan pada kepala dengan tingkat cedera lebih ringan

Benturan ringan disebut juga sebagai concussion. Trauma kepala jenis ini mempunyai tingkatan cedera lebih rendah namun paling sering terjadi. Benturan ringan dapat ditandai karena hantaman yang yang memberikan gertakan pada otak. Efeknya terjadi kerusakan jaringan di kepala.

Untuk penderita trauma ringan ini sebaiknya berhenti melakukan aktivitas yang berisiko. Konsumsi juga nutrisi spesifik misalnya seperti omega 3, protein, magnesium dan vitamin D. Nutrisi tersebut berguna memulihkan kerusakan pada bagian otak.

Gangguan fungsi otak sementara

Gegar otak dapat menyebabkan gangguan fungsi otak sementara. Kondisi ini sering juga disertai rasa kebingungan dan tidak sadarkan diri. Cedera traumatis pada kepala bisa menyebabkan sakit kepala dan gegar otak bersamaan. Ditambah lagi dengan kemungkinan munculnya masalah emosi maupun konsentrasi.

Trauma kepala dapat menurunkan kesadaran seseorang

Trauma kepala yang dapat menurunkan kesadaran seseorang disebut sebagai compression. Dalam kondisi ini terjadi peningkatan tekanan cairan darah atau otak. Hal ini dapat menurunkan tingkat kesadaran diri seseorang. Kondisi ini bisa terjadi karena tumor otak, infeksi, stroke, dan cerebral.

Kerusakan otak secara permanen

Kerusakan otak traumatis dapat terjadi secara tiba-tiba. Hal ini bisa menimbulkan kerusakan otak secara permanen. Akibatnya bisa menyebabkan gangguan mental maupun gangguan kepribadian. Dampak lainnya bisa menyebabkan perubahan mood yang gampang terjadi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Perdarahan intraserebral

Pendarahan yang terjadi di dalam otak bisa disebabkan karena cedera traumatis maupun stroke. Pemicunya bisa karena tekanan darah tinggi. Kondisi ini menyebabkan terjadinya trauma kepala.

Trauma kepala akibat pendarahan atau luka

Pendarahan atau luka pada bagian kepala dapat menimbulkan trauma kepala. Trauma ini bisa terjadi kepada siapa saja dan membutuhkan penanganan sesegera mungkin. Biasanya trauma jenis ini disebabkan karena adanya benturan saat terjatuh maupun terkena hantaman benda tajam.

Trauma kepala jenis contusion bisa juga disertai dengan adanya luka serius, misalnya terjadi keretakan pada tulang tengkorak, adanya pembengkakan di leher, dan wajah menjadi lebih kaku. Gangguan kepala ini bisa menimbulkan gangguan kognitif yang serius.

Apabila kepala mengalami trauma, maka Anda harus segera berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Cara yang bisa Anda lakukan yaitu dengan tidak membasahi luka pada bagian kepala dan tidak mencabut benda yang menancap pada bagian luka. Sebaiknya biarkan pihak medis yang mengatasi hal ini.

Untuk mencegah terjadinya trauma kepala, Anda harus meminimalkan terjadinya kecelakaan maupun benturan. Oleh karena itu,saat berkendara selalu biasakan menggunakan helm. 

Selain itu, selalu jaga organ kepala dengan baik. Jangan sampai organ ini ketika terjatuh bersentuhan langsung dengan  objek yang keras seperti aspal. Kita bisa mencegahnya dengan menggunakan tangan atau kaki sebagai pelindung. 

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Monson, Kenneth & Converse, Matthew & Manley, Geoffrey. (2018). Cerebral blood vessel damage in traumatic brain injury. Clinical Biomechanics. 64. 10.1016/j.clinbiomech.2018.02.011. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/323272566_Cerebral_blood_vessel_damage_in_traumatic_brain_injury)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app