4 Penyebab Kanker Darah Myelofibrosis

Penyebab dari penyakit myelofibrosis bersumber dari hal-hal yang tidak disadari oleh manusia. Untuk mengetahui apa saja penyebabnya, maka Anda dapat mengetahuinya melalui rincian berikut:
Dipublish tanggal: Jul 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
4 Penyebab Kanker Darah Myelofibrosis

Kanker darah myelofibrosis merupakan gangguan pada bagian sumsum tulang yang dapat mengganggu produksi pada sel darah yang dapat menimbulkan jaringan parut pada bagian sumsum tulang. 

Hal ini pun dapat menimbulkan adanya anemia berat, kelelahan, kelemahan dan juga mengalami pembesaran pada hati dan limpa.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Bagi orang yang menderita Myelofibrosis di awal mungkin tidak akan merasakan tanda maupun gejala apa pun. Bahkan gejala tersebut tidak akan dirasakan hingga bertahun-tahun. Oleh karena itu, banyak penderita yang tidak mengetahui penyakit yang sedang dideritanya.

Secara perlahan, Myelofibrosis berkembang tanpa menimbulkan gejala yang disadari penderitanya. Jika produksi sel darah semakin meningkat, maka penderita akan mengalami gejala-gejala yang sudah mulai dirasakannya.

Gejala yang sering kali dirasakan oleh para penderitanya yaitu tubuh yang lemah, lelah, sesak napas, pembesaran hati, nyeri pada bagian bawah tulang rusuk di sebelah kiri akibat pembesaran limpa, kulit berubah menjadi pucat, mudah berdarah, mudah memar, saat tidur produksi keringat berlebihan, dan nyeri tulang.

Apabila gangguan tersebut terus berkembang, maka hal ini bisa menyebabkan sel darah merah berkurang dan sel darah putih semakin meningkat. Hal ini dapat menurunkan kemampuan sistem organ dalam tubuh termasuk pada bagian limpa dan hati yang seringkali mengalami perubahan ukuran yang lebih besar.

Penyebab dari penyakit myelofibrosis bersumber dari hal-hal yang tidak disadari oleh manusia. 

Untuk mengetahui apa saja penyebabnya, maka Anda dapat mengetahuinya melalui rincian berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

1. Usia bertambah tua, myelofibrosis semakin berpeluang menyerang

Myelofibrosis dapat menyerang siapa pun. Akan tetapi myelofibrosis cenderung menyerang di saat usia sudah memasuki kepala 5 ke atas. Hal ini dikarenakan semakin tua usia seseorang, maka sistem organ tubuhnya tidak dapat bekerja seperti dulu, sehingga myelofibrosis berpeluang menyerangnya.

2. Terjadinya komplikasi pada gangguan sel darah

Komplikasi gangguan sel darah dapat menimbulkan seseorang dapat terserang oleh myelofibrosis. Gangguan pada sel darah tersebut yaitu seperti thrombocythemia dan juga polycythemia vera.

3. Terlalu sering menggunakan bahan-bahan kimia

Mungkin Anda tidak menyadari betapa bahayanya penggunaan bahan-bahan kimia, termasuk kosmetik yang Anda gunakan. Selain penggunaan bahan-bahan kimia, paparan bahan kimia dalam industri pun juga bisa menimbulkan penyakit myelofibrosis, seperti benzena dan toluena.

4. Sering terkena paparan radiasi tingkat tinggi

Terlalu sering terkena paparan radiasi tingkat tinggi dapat menimbulkan penyakit myelofibrosis. Hal ini dikarenakan radiasi yang tinggi seperti korban yang terkena serangan bom atom maupun mengalami kecelakaan reaktor nuklir.

Ketika sel-sel induk yang membentuk darah terjadi mutasi genetik, maka myelofibrosis mula terjadi. Sedangkan untuk sel-sel induk sebagai pembentuk darah mempunyai kemampuan sebagai membelah diri atau mereplikasi menjadi lebih banyak, misalnya seperti sel darah putih, sel darah merah dan trombosit.

Apabila sel mutasi semakin banyak terbentuk, maka dampak terhadap produksi darah pun juga akan semakin lebih serius. Dampak akhir yang dapat dirasakan penderitanya yaitu sel darah merah yang semakin berkurang dan jumlah sel darah putih semakin banyak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Sedangkan untuk jumlah trombosit nya pun juga bervariasi.

Bagi penderita myelofibrosis, bentuk normal dari sumsum tulang belakang memiliki tekstur seperti sponge. Apabila leukosit mengalami kelebihan, maka akan menjadikan kekebalan tubuh semakin menurun, misalnya seperti mudah terkena infeksi, memiliki jumlah keringat yang berlebihan saat sedang tidur dan demam.

Begitu juga dengan trombosit yang lebih rendah dapat memperlihatkan gejala seperti mudah terluka, mudah memar dan rasa sakit yang sering kali terasa pada bagian tulang. Bagian tulang yang paling terasa yaitu bagian tulang rusuk sebelah kiri.

 

19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Myelofibrosis; Causes, Symptoms, Treatment & Prevention. Cleveland Clinic. (Accessed via: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15672-myelofibrosis)
Definition of blood cancer. National Cancer Institute. (Accessed via: https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/blood-cancer)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app