Tipes: Penyebab, Gejala, Cara Pengobatan dan Pencegahan

Dipublish tanggal: Feb 10, 2019 Update terakhir: Nov 16, 2021 Waktu baca: 6 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang umumnya berasal dari makanan atau minuman yang tidak bersih;
  • Penyakit tipes lebih dikenal dengan istilah demam tifoid (typhoid fever) yang menyerang bagian saluran pencernaan;
  • Gejala tipes dapat berupa demam tinggi, perasaan lemah, sakit kepala, sakit perut, masalah buang air besar, hingga gangguan kesadaran;
  • Dalam mencegah penyakit tipes, jaga kebersihan diri dan lingkungan dengan tidak konsumsi makanan minuman sembarangan serta lakukan vaksin tifoid; 
  • Klik untuk mendapatkan Ciprofloxacin atau obat antibiotik lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD;
  • Temukan berbagai paket vaksinasi yang bisa dipesan online di HDmall. Booking dan dapatkan harga spesial sekarang juga.

Seringkali orang menyamakan penyakit tipes dengan tifus, padahal keduanya berbeda. Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang umumnya berasal dari makanan atau minuman yang tidak bersih.

Penyakit tipes sendiri bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Seperti apa ciri-ciri dan gejala tipes yang perlu diwaspadai? Bagaimana cara penanganannya?

Rangkuman penyakit tipes

Jenis penyakit Penyakit menular
Gejala Demam atau panas suhu tinggi, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, tidak nafsu makan, sembelit atau diare, ruam berupa bintik-bintik merah muda kecil, pegal-pegal, lemas, rasa kebingungan
Penyebaran Menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi
Umum Bagi Anak-anak dan dewasa
Obat Antibiotik dan Antibiotik penisilin, Levofloxacin/Ciprofoxacin (tidak untuk ibu hamil), Ceftriaxone (untuk anak-anak)
Spesialis Dokter Penyakit Infeksi, Penyedia Perawatan Primer (PCP), dan Dokter Pengobatan Darurat

Apa itu tipes?

Tipes adalah salah satu penyakit menular dan pernah menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia. Dalam dunia medis, penyakit tipes lebih dikenal dengan istilah demam tifoid (typhoid fever).

Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella, khususnya Salmonella typhi, yang menyerang bagian saluran pencernaan. Bakteri penyebab tipes ini bahkan dapat berkembang biak dan dibawa oleh sel darah putih ke berbagai organ tubuh, seperti hati, limpa, dan sumsum tulang.

Ketika hal itu terjadi, penderita biasanya akan mulai mengalami gejala tipes, seperti demam yang berlangsung lama, perasaan lemah, sakit kepala, sakit perut, masalah buang air besar, hingga gangguan kesadaran. 

Mengenal tipes

Penyebab tipes

Penyebab tipes atau demam tifoid yang paling utama adalah infeksi bakteri Salmonella typhi, yakni jenis bakteri yang juga menjadi penyebab keracunan makanan. Bakteri ini mampu bertahan hidup selama beberapa minggu di alam bebas, seperti di dalam air, es batu, sampah, maupun debu.

Bakteri Salmonella typhi penyebab tipes ini dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi (foodborne disease)

Ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum mengolah atau menyentuh makanan, kemudian makanan tersebut dikonsumsi oleh orang lain, maka orang tersebut berisiko tertular penyakit tipes.

Bakteri penyebab tipes dapat dimusnahkan melalui proses pemanasan dengan suhu 60°C selama 15-20 menit. Oleh karena itu, disarankan untuk memasak makanan sampai benar-benar matang, terutama pada daging.

Salmonella typhi merupakan salah satu penyebab infeksi paling sering di daerah tropis, khususnya di tempat-tempat dengan tingkat higienitas yang buruk. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa penyebab tipes yang paling utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang kebersihan diri sendiri maupun lingkungan.

Faktor risiko

Selain karena faktor kebersihan tangan dan makanan, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit tipes, yaitu:

  • Penduduk negara berkembang yang memiliki tingkat kebersihan rendah.
  • Anak-anak, terutama balita.
  • Pekerja atau orang yang mengunjungi area dengan wabah demam tifoid.
  • Melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi atau baru saja terinfeksi tipes.

Baca juga: Ayo Kenali Apa Perbedaan Dari Tifoid Tipes dan Tipus

Gejala tipes

Gejala tipes atau demam tifoid dapat berbeda-beda pada setiap orang dan seringnya tidak khas. Bahkan, ada beberapa orang yang tidak mengalami gejala sama sekali ketika terkena penyakit tipes. Kondisi ini disebut dengan asymptomatic carrier.

Namun, ada beberapa ciri-ciri dan gejala tipes yang mudah dikenali, di antaranya:

1. Demam

Gejala tipes yang paling utama adalah munculnya demam yang makin lama makin tinggi hingga mencapai 39-40° C. Demam karena tipes umumnya menurun pada pagi hari, tetapi akan kembali meningkat pada sore hingga malam hari.

Pada beberapa kasus, demam ini dapat berlangsung selama 3 minggu.

2. Gangguan pada saluran pencernaan

Gejala tipes juga bisa terjadi pada saluran pencernaan, meliputi:

  • Sakit perut
  • Bau mulut tak sedap
  • Bibir kering dan pecah-pecah
  • Lidah ditutupi selaput putih kotor
  • Perut kembung karena adanya pembesaran hati dan limfa
  • Sembelit atau diare (biasanya sembelit merupakan gejala tipes pada orang dewasa, sedangkan diare pada anak-anak)

3. Gangguan kesadaran

Pada beberapa kasus, ciri-ciri dan gejala tipes membuat penderitanya mengalami penurunan kesadaran. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat memburuk dalam beberapa minggu.

Jika tidak segera ditangani dengan baik, penderita tipes dapat mengalami komplikasi berupa pendarahan internal atau pecahnya sistem pencernaan (usus) yang dapat membahayakan nyawa.

Selain ketiga gejala tipes yang utama di atas, ada ciri-ciri lain tipes adalah:

Dengan pengobatan yang tepat, gejala tipes ini dapat membaik dalam waktu 3-5 hari ke depan. Bahkan penyakit tipes juga bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan, hanya saja waktu penyembuhannya bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai sepenuhnya pulih.

Namun, ini bukan berarti semua ciri-ciri tipes bisa diabaikan begitu saja. Hati-hati, gejala tipes bisa kambuh sewaktu-waktu, memburuk, hingga memicu komplikasi yang mengancam jiwa.

Pencegahan tipes

Pola hidup sehat dan bersih

Secara umum, demam tifoid atau tipes ini dapat dicegah dan ditangani dengan baik jika adanya kesadaran masyarakat untuk memulai pola hidup bersih. 

Beberapa cara mencegah tipes, antara lain:

  • Rajin mencuci tangan
  • Hindari minum air yang tidak diproses dengan benar
  • Hindari minum dengan es batu yang tidak jelas asalnya
  • Hindari konsumsi buah dan sayuran yang tidak dicuci maupun diolah dengan baik
  • Masaklah makanan hingga matang

Jagalah kebersihan diri sendiri untuk melindungi diri Anda dan orang-orang di sekitar. 

Baca juga: Pentingnya Mencuci Tangan Setelah dari Toilet

Vaksinasi

Pengobatan tipes juga bisa dengan vaksinasi, terutama untuk para pendatang dari negara maju ke daerah yang rawan akan penyebaran demam tifoid. Ada beberapa macam vaksin tifoid yang tersedia yaitu:

  • Vaksin vi polysaccharide (injeksi)

Vaksin tifoid vi polysaccharide diberikan pada anak usia di atas 2 tahun lewat suntikan. Vaksin tipes ini mampu bertahan selama 3 tahun dan bisa diulangi setiap 3 tahun sekali. Imunisasi tifoid jenis ini bisa melindungi hingga 60-70 persen dari risiko penyakit tipes.

  • Vaksin Ty21a

Vaksin Ty21a merupakan jenis vaksin tipes yang diberikan pada anak usia 6 tahun ke atas dengan cara diminum (oral). Vaksin tipes jenis ini diberikan dengan 3 dosis yang masing-masing diselang 2 hari. Efektivitas vaksin ini dalam mencegah tipes bisa mencapai 36-66 persen. 

Sama seperti vaksin vi polysaccharide, vaksin Ty21a juga mampu bertahan selama 3 tahun. Hindari minum antibiotik 7 hari sebelum dan sesudah pemberian vaksin tifoid Ty21a.

Pengobatan tipes

Diagnosis tipes 

Jika Anda mengalami ciri-ciri dan gejala tipes seperti yang disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab tipes yang meliputi:

  • Tes Widal, diperlukan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella typhi pada kultur darah.
  • Tes antibodi, seperti tes Tubex diperlukan untuk memeriksa DNA typhoid pada darah.

Ketika ditemukan adanya bakteri Salmonella typhi pada darah, maka dokter akan memberikan pengobatan sesusai dengan keparahan gejala dan kondisi masing-masing pasien. 

Pilihan pengobatan tipes

Beirkut ini pilihan pengobatan tipes yang umumnya diberikan, yaitu:

1. Terapi antibiotik

Satu-satunya cara mengobati tipes yang paling efektif adalah dengan pemberian antibiotik. Pasalnya, penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga penggunaan antibiotik akan sangat membantu membunuh bakteri penyebab tipes.

Beberapa jenis antibiotik yang dapat diberikan oleh dokter antara lain:

  • Levofloxacin atau Ciprofoxacin (Cipro). Antibiotik ini tidak disarankan untuk ibu hamil.
  • Ceftriaxone (Rocephin). Dapat diberikan untuk mengatasi gejala tipes pada anak.

Baca juga: Ciprofloxacin Ampuh Atasi Infeksi Bakteri

2. Memperbanyak minum air putih

Diare adalah salah satu gejala tipes yang paling umum. Oleh karena itu, penderita disarankan untuk memperbanyak minum air putih untuk menjaga hidrasi tubuh agar tidak kekurangan cairan. Minum air putih yang cukup juga dapat membantu meredakan demam akibat tipes.

3. Operasi

Walau kadang dapat sembuh dengan sendirinya, tipes juga dapat memicu komplikasi yang disebut dengan perforasi usus. Perforasi usus adalah kondisi ketika usus mengalami peradangan hebat dan pada akhirnya pecah atau berlubang.

Ketika ini terjadi, isi dalam usus akan keluar dan memenuhi rongga perut. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa sakit perut parah, mual, muntah, hingga infeksi sepsis. 

Penderita tipes yang mengalami perforasi usus membutuhkan operasi sesegera mungkin. Sebab jika tidak, komplikasi atau bahaya tipes ini dapat mengancam nyawa penderita.


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Typhoid Fever Causes, Symptoms, Treatment and Vaccine (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/typhoid-fever#2)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app