Obat Radang Usus di Apotik dan Tradisional (Alami)

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 7 menit
Obat Radang Usus di Apotik dan Tradisional (Alami)

Radang usus merupakan peradangan kronis yang terjadi pada usus besar. Pada awalnya, diketahui bahwa kondisi ini terjadi akibat pola makan yang salah serta faktor stres. Namun ternyata, tidak hanya itu saja, tetapi juga akibat kesalahan pada sistem imun. Untuk itu, obat radang usus tidak melulu menggunakan obat-obatan medis dan operasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pola hidup sehat.

Radang usus dibagi menjadi dua jenis, pertama adalah penyakit Crohn's yang dapat mempengaruhi bagian saluran cerna dari mulut sampai anus, meskipun paling sering ditemukan di ujung usus kecil (usus halus) dan awal usus besar (colon). Kedua adalah kolitis ulseratif, tidak seperti Crohn's, kolitis terbatas pada usus besar dan hanya mempengaruhi lapisan permukaan dengan distribusi yang merata.

( ! ) Mengingat kondisi ini dapat melemahkan tubuh dan berpotensi mengancam nyawa, maka obat radang usus harus segera diberikan ketika gejala-gejalanya muncul.

Apa saja gejala radang usus? Gejala umum untuk radang usus ini antara lain diare, demam, lelah, sakit perut, tidak nafsu makan, berat badan turun, dan BAB berdarah. Hal ini terjadi ketika sistem pertahanan tubuh atau imun bereaksi salah sehingga menyerang sel-sel usus tubuhnya sendiri. Ini disebut sebagai penyakit autoimun.

Stres dan diet yang salah diketahui dapat memperparah radang usus ini meskipun tidak bisa juga disebut sebagai pemicunya.

Bagaimana Mengobati Radang Usus Besar?

Tujuan utama dari pengobatan radang usus adalah mengurangi peradangan yang memicu gejalanya. Selain itu untuk perlindungan jangka panjang juga dilakukan pencegahan terhadap risiko komplikasi yang mungkin timbul. Untuk mengatasi penyakit ini biasanya akan dilakukan terapi obat dan operasi.

Obat radang usus di apotek yang dapat digunakan antara lain:

1. Obat Anti-inflamasi

Jenis obat ini biasanya digunakan pada tahap awal pengobatan radang usus. Obat anti peradangan ini meliputi kortikosteroid dan aminosalisilat, seperti mesalamine, balzalazide dan olzalazine. Pemberian jenis obat ini tergantung pada area usus mana yang terkena peradangan.

2. Obat Penekan Sistem Imun

Obat radang usus jenis ini bekerja dengan cara menekan respon imun yang melepas zat kimia yang merangsang peradangan di lapisan usus. Kombinasi beberapa jenis obat ini dirasa lebih efektif dibanding hanya satu obat saja.

Beberapa contoh obat penekan sistem imun atau imunosupresan diantaranya, azathioprine (azasan, imuran), mercaptopurine (purinethol, purixan), siklosporin (gengraf, neoral, sandimun) dan metotreksat (trexall).

Selain itu ada juga obat yang disebut tumor necrosis factor (TNF) - alpha inhibitor, yang bekerja dengan menetralkan protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh. Contoh obat ini termasuk infliximab (remicade), adalimumab (humira), dan golimumab (simponi). Terapi biologis lainnya yang dapat digunakan adalah ntalizumab (tysabri), vedolizumab (entyvio) dan ustekinumab (stelara).

3. Antibiotik

Obat jenis antibiotik biasanya digunakan sebagai tambahan obat utama atau jika terjadi infeksi seperti yang terjadi pada penyakit perianal crohn. Antibiotik yang sering diresepkan termasuk ciprofloxacin (sipro) dan metronidazol (flagyl).

4. Obat dan Suplemen Lainnya

Selain untuk mengontrol peradangan yang terjadi, beberapa obat dapat membantu meredakan gejala radang usus ini. Namun selalu tanyakan pada dokter anda sebelum meminum obat bebas yang dijual di pasaran. Dokter juga mungkin akan menyarankan beberapa obat berikut:

  • Obat anti diare. Suplemen serat sperti bubuk psyllium (metamucil) atau methylcellulose (citrucel) dapat mengurangi diare ringan hingga sedang. Untuk diare yang lebih parah, janis loperamide (imodium A-D) mungkin lebih efektif.
  • Obat penghilang rasa sakit. Untuk rasa sakit ringan biasanya dokter akan merekomendasikan acetaminophen (tylenol, dll). Namun, jangan gunakan jenis ibuprofenm naproxen sodium dan diclofenac sodium karena akan membuat gejala radang usus jadi lebih parah.
  • Suplemen zat besi. Jika sudah mengalami pendarahan usus yang kronis, anemia dan kekurangan zat besi akan terjadi.
  • Suplemen kalsium dan vitamin D. Penyakit crohn dan steroid yang digunakan untuk mengobatinya dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Jadi disarankan untuk mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D.

Jika terapi atau pengobatan dengan obat radang usus di atas, perubahan pola makan dan gaya hidup, serta perawatan lainnya tidak dapat mengatasiny, maka dokter biasanya akan menyarankan operasi atau pembedahan.

Obat Alternatif untuk Radang Usus

Banyak orang juga menggunakan beberapa bentuk pengobatan komplementer alternatif, meskipun belum banyak penelitian mengenai keamanan dan keefektifannya. Adapun pengobatan alami untuk radang usus antara lain:

  • Probiotik. Peneliti menduga menambahkan lebih banyak bakteri menguntukngkan (probiotik) yang biasanya ditemukan dalam saluran cerna bisa membantu menyembuhkan radang usus.
  • Minyak Ikan. Minyak ikan bersifat anti peradangan, bahan ini juga dianjurkan untuk meringankan peradangan saluran cerna terkait radang usus ini, meskipun hal ini belum terbukti.
  • Lidah Buaya. Gel lidah buaya dikenal bersifat anti peradangan tentunya akan menguntungkan penderita kolitis ulserativa, namun gel ini juga bisa menyebab diare.
  • Kunyit. Zat Curcumin yang terdapat pada kunyit, jika dikombinasikan dengan beberapa terapai untuk kolitis ulserativa menunjukkan beberapa manfaat namun masih diperlukan banyak penelitian lagi.
  • Akupuntur. Pengobatan terkenal dari cina ini dipercaya dapat merangsang pelepasan painkiller alami tubuh. Meskipun belum banyak pembuktian klinis terhadap metode ini.
  • Prebiotik. Tidak seperti probiotik yang ditemukan pada tubuh, perbiotik merupakan senyawa alami yang ditemukan pada tumbuhan yang dapat membantu bekteri baik dalam saluran pencernaan.

Pola Hidup Sehat dan Obat Radang Usus Alami

Setelah mengetahui bahwa Anda mengalami radang usus, ada baiknya untuk segera mengubah pola hidup agar lebih sehat. Cara ini dapat membantu meringankan gejala yang timbul dan memberi rentang waktu lebih lama agar radang usus tidak memburuk.

Diantara yang bisa Anda rubah adalah, pola asupan nutrisi atau diet, berhenti merokok, atur stres Anda dan dapatkan panduan yang benar tentang penyakit Anda ini, salah satunya seperti bertanya pada forum mediskus.

1. Perbaiki Pola Asupan Makanan

Apa yang Anda makan memang tidak akan langsung menyebabkan radang usus. Namun, beberapa jenis makanan diketahui dapat memperburuk kondisi radang, terutama saat radang usus sudah dalam kondisi yang parah.

Ada baiknya untuk membuat catatan daftar makanan yang Anda makan untuk mengetahui apa saja yang Anda makan dan bagaimana efeknya pada kondisi Anda. Jika sudah menemukan jenis makanan yang dapat membuat radang usus Anda semakin parah. Ada baiknya untuk segera mengeliminasi jenis makanan itu dari daftar menu harian Anda.

Berikut beberapa panduan diet yang mungkin membantu:

  • Batasi produk susu. Penderita radang usus umumnya juga akan mengalami diare, sakit perut dan masalah gas pada perut. Membatasi atau menghilangkan produk susu dari menu harian Anda mungkin akan cukup membantu mengurangi gejala-gejala tadi.
  • Kurangi makanan berlemak. Penderita penyakit crohn pada usus kecilnya akan membuatnya sulit mencerna lemak secara normal. Kemudian lemak ini akan melawati usus dan memperparah diare. Cobalah untuk menghindari mentega, margarin, saus krim dan gorengan.
  • Berhati-hatilah dengan serat. Untuk penderita radang usus besar, makan berserat tinggi seperti buah, sayuran segar dan biji-bijian dapat membuat gejalanya memburuk. Untuk mengatasinya Anda bisa mencoba mengukus atau memanggang buah dan sayuran tadi sebelum dimakan.
  • Hindari makanan bermasalah lainnya. Makanan pedas, alkohol dan kafein dapat membuat gejala radang usus memburuk.
  • Makan dengan porsi kecil. Lebih baik makan lebih banyak dengan porsi kecil dibanding makan dengan porsi banyak sekaligus, karna akan memberatkan pencernaan.
  • Perbanyak minum air. Minum air dalam jumlah cukup dan menghindari minuman beralkohol dan berkafein dapat menjaga pencernaan dari diare dan kelebihan gas.
  • Konsumsi multivitamin. Karena penyakit radang usus ini akan menyebabkan tubuh kesulitan menyerap nutrisi dari makanan. Suplemen multivitamin mungkin akan lebih membantu.

2. Berhenti Merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko perkembangan penyakit crohn, penyakit ini akan semakin parah jika penderitanya merokok. Bahkan dapat menyebabkan kambuhnya penyakit ini setelah sembuh.

Nikotin pada rokok diketahui dapat membantu mencegah kolitis ulsertiva, meskipun perlu penelitian lebih dalam. Namun, secara umum rokok dapat membahayakan kesehatan secara umum, dan berhenti merokok dapat memperbaiki tidak hanya saluran cerna namun juga banyak manfaat kesehatan lainnya.

3. Atur Stres

Meskipun hubungan stres dengan penyakit crohn masih kontroversial, namun banyak kasus penderita mengalami gejala yang parah bebarengan dengan kondisi stres yang dialaminya. Jika Anda mengalami masalah dalam mengelola stres, cobalah beberapa strategi berikut:

  • Olahraga. Olahraga yang ringan saja diketahui efektif mengurangi kadar stres, depresi dan menormalkan fungsi usus.
  • Biofeedback. Teknik mengurangi tingkat stres ini dapat melatih Anda mengurangi ketegangan otot dan memperlambat detak jantung dengan bantuan mesin biofeedback. Tujuannya untuk membantu Anda menjadi lebih rileks dan menurunkan stres.
  • Latihan pernafasan secara teratur. Salah satu cara untuk mengatasi stres adalah dengan menggunakan teknik pernapasan dalam dan lambat sambil menenangkan diri. Anda juga bisa mengikuti kelas yoga dan meditasi.

4. Dapatkan Panduan Kesehatan 

Radang usus tidak hanya mempengaruhi kesehatan secara fisik namun juga psikologis. Jika gejalanya semakin parah, Anda akan sulit keluar untuk bersosialisasi karena frekuensi BAB yang sering. Hal ini tentunya sedikit banyak dapat menyebabkan depresi. Untuk mengatasi itu berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Temukan infomasi yang tepat. Informasi yang tepat tentang radang usus sangat dibutuhkan untuk membantu penyembuhan secara fisik dan membuat penderita lebih siap mental menghadapi masalah ini.
  • Temukan grup yang mendukung. Menemukan kelompok atau komunitas yang dapat mendukung tentunya akan membantu sisi emosional. Terlebih lagi jika kelompok ini juga memberikan pengetahuan tentang perawatan medis yang baik.
  • Konsultasi dengan dokter. Beberapa orang biasanya merasa perlu konsultasi dengan ahli kesehatan, tidak hanya secara fisik namun juga secara mental.

Itulah tadi beberapa pilihan obat dan pengobatan untuk radang usus, selalu konsultasikan dengan dokter mengenai pengobatan yang tepat untuk Anda.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Inflammatory Bowel Disease (IBD): Symptoms, Causes, Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/ibd-crohns-disease/inflammatory-bowel-syndrome)
Inflammatory Bowel Disease: Types, Causes, and Risk Factors. Healthline. (https://www.healthline.com/health/inflammatory-bowel-disease)
Inflammatory bowel disease: Causes, symptoms, and treatments. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/316395.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app